Sukses

Jalan 2 Menit Usai Makan Bisa Turunkan Resiko Gula Darah? Ini Penjelasannya

Liputan6.com, Jakarta - Sejak berabad-abad yang lalu, orang di Mediterania selalu bangun untuk berdiri setelah makan besar dan berjalan-jalan santai, atau seringkali ke alun-alun kota untuk bertemu tetangga dan bersosialisasi. Berjalan kaki adalah bagian dari gaya hidup di sana, sehingga terdaftar sebagai dasar dari diet Mediterania yang sangat sehat.

Mengutip laman CNN, Senin (5/9/2022), gaya itu mungkin itu salah satu alasan mengapa penelitian telah menemukan bahwa diet Mediterania dapat mengurangi risiko diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker - sekaligus memperkuat tulang, meningkatkan kesehatan otak, menangkal demensia dan depresi, serta membantu menurunkan berat badan yang sehat.

Kini dapat ditambahkan alasan lain untuk berjalan-jalan setelah makan yaitu dapat menurunkan gula darah Anda.

Tamasya itu tidak akan menyita banyak waktu Anda lagi: Berjalan sesedikit dua hingga lima menit setelah makan dapat mengatasi masalah ini, menurut sebuah studi tahun 2022 dalam jurnal Sports Medicine.

Berdiri setelah makan juga dapat membantu, tetapi tidak sebanyak meletakkan satu kaki di depan kaki yang lain, kata rekan penulis studi Aidan Buffey, seorang mahasiswa doktoral di departemen pendidikan jasmani dan ilmu olahraga di University of Limerick di Irlandia.

"Istirahat berdiri sesekali sepanjang hari dan setelah makan mengurangi glukosa rata-rata sebesar 9,51% dibandingkan dengan duduk dalam waktu lama. Namun, berjalan kaki dengan intensitas ringan yang terputus-putus sepanjang hari mengalami penurunan glukosa yang lebih besar dengan rata-rata 17,01% dibandingkan dengan duduk lama," kata Buffey kepada CNN melalui email.

"Hal ini menunjukkan bahwa duduk berkepanjangan diselingi dengan berdiri dan berjalan kaki ringan sepanjang hari bermanfaat bagi kadar glukosa," tambahnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Berjalan Kaki Lebih Baik

Meta-analisis, yang diterbitkan pada bulan Februari, menganalisis tujuh penelitian yang membandingkan dampak duduk, berdiri dan berjalan pada insulin tubuh dan kadar gula darah.

Orang-orang dalam penelitian diminta untuk berdiri atau berjalan selama dua hingga lima menit setiap 20 hingga 30 menit selama sehari penuh.

"Di antara tujuh studi yang ditinjau, total waktu aktivitas selama pengamatan kira-kira 28 menit dengan berdiri dan berjalan kaki ringan yang berkisar antara 2 hingga 5 menit," kata Buffey.

Berdiri lebih baik daripada hanya sekedar untuk duduk dalam kaitannya dengan kadar gula darah, namun kedua hal tersebut juga tidak efektif menurunkan insulin dalam aliran darah, demikian temuan analisis tersebut.

Jika orang berjalan-jalan sebentar setelah makan, kadar gula darah mereka naik dan turun secara lebih bertahap, dan kadar insulin akan lebih stabil daripada berdiri atau duduk, catatan menurut studi tersebut.

Menjaga gula darah agar tidak melonjak sangatlah baik bagi tubuh, karena lonjakan besar dan penurunan yang cepat dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung, kata para ahli.

Penelitian telah menunjukkan kadar gula darah akan melonjak dalam waktu 60 hingga 90 menit setelah makan, jadi yang terbaik adalah segera bergerak setelah selesai makan.

 

3 dari 4 halaman

Gerakan Membantu Bersihkan Gula Darah

Otot membutuhkan glukosa untuk berfungsi, sehingga gerakan sangat membantu membersihkan gula dari aliran darah - itulah alasan mengapa banyak pelari mengandalkan carbo-loading sebelum maraton atau perlombaan.

Misalnya, jka Anda ingin mendapatkan lebih maksimal dari upaya keras tersebut selain menurunkan gula darah yaitu tingkatkan latihan untuk memenuhi standar aktivitas fisik, minimum 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang dan dua hari aktivitas penguatan otot dalam seminggu.

"Orang yang aktif secara fisik selama sekitar 150 menit seminggu memiliki risiko 33% lebih rendah dari semua penyebab kematian daripada mereka yang tidak aktif secara fisik," catatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Artinya, jika Anda bangun dan bergerak hanya 21.43 menit setiap hari dalam seminggu, Anda mengurangi risiko kematian akibat apa pun hingga sepertiganya.

 

4 dari 4 halaman

5 Manfaat Teh Daun Jambu Biji Bagi Kesehatan, Bantu Turunkan Gula Darah

Selain berjalan kaki bisa menurunkan gula dalah ternyata jambu biji, yang disebut sebagai buah super karena kaya akan nutrisi. Buah berkulit hijau yang mengandung 80% air dan diisi dengan kebaikan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan termasuk vitamin C, antioksidan dalam jumlah besar dan nutrisi kesehatan jantung.

Bahkan daun buah ini bisa diinfuskan menjadi teh yang membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Teh yang terbuat dari daun jambu biji kaya akan flavonoid dan nutrisi penting lainnya yang baik untuk lambung, usus, radang, kadar gula darah tinggi, diabetes dan luka.

Oleh karena itu, berikut beberapa manfaat kesehatan yang didapat dari teh daun jambu biji, seperti melansir dari Pinkvilla, Rabu (24/8/2022). 

Selengkapnya di sini...

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.