Sukses

Dukung Program Land4Lives Bappenas RI, Kanada Gelontorkan Dana hingga Rp 192 M

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian PPN/Bappenas menggandeng Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) dalam menggarap sebuah proyek bertajuk Land4Lives. Proyek ini memiliki fokus utama mengurangi deforestasi, meningkatkan kondisi lahan, serta juga meningkatakan penyerapan karbon di tiga provinsi di Indonesia yakni Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, dan juga NTT.

Selain menggandeng Kanada, Bappenas pada proyek ini juga bekerja sama dengan World Agroforestry (ICRAF).

"Suatu kehormatan bagi saya dapat mewakili pemerintah Kanada untuk bisa hadir dalam acara hari ini," ujar Chargé d'Affaires of the Mission of Canada to ASEAN, Richard Le Bars dalam webinar Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods yang juga merupakan kick-off proyek Land4Lives pada Kamis (20/1/2022).  

"Kanada dalam hal ini bangga karena bisa bekerja sama dengan Bappenas, INCRAF dan juga beberapa pihak lainnya. Proyek ini berupaya untuk mendorong penghidupan yang tahan iklim, meningkatkan ketahanan iklim bagi kelompok rentan dan miskin di Indonesia," jelas Richard Le Bars.

Dalam kesempatan tersebut, Richard Le Bars mengatakan bahwa hutan dan gambut memberikan banyak manfaat bagi lingkungan, iklim serta kondisi sosioekonomi masyarakat mendasar. Namun perubahan iklim di Indonesia berdampak langsung pada kehidupan petani skala kecil yang bergantung pada ekosistemnya. Kanada pun berharap bantuan dari negaranya bisa memperbaiki kondisi tersebut.

"Kami memberikan dukungan sebesar 16,8 juta dolar Kanada atau sekitar Rp 192 miliar, dan harapannya ini dapat meningkatkan kehidupan bagi 100 ribu kepala keluarga serta membeikan dukungan bagi UMKM agar mereka mendapatkan akses pembiayaan. Dalam hal ini pertanian yang paling besar bahkan sangat dibutuhkan khususnya terkait dengan ketahanan iklim, dengan fokus pada kelompok miskin dan rentan serta kepala keluarga perempuan," tutur Richard Le Bars.

selain itu, sambungnya, proyek Land4Lives itu juga diharapkan dapat membuat kebijakan tata guna lahan di tingkat daerah diperkuat, melalui pengelolaan lahan, dengan menggunakan solusi berbasis alam. dan kita dapat mengurangi emisi RH (relative humidity) dengan cara ini sebesar 1,68 juta ton selama proyek berdurasi 5 tahun ini.

"Proyek ini selaras juga dengan kebijakan bantuan internasional Kanada yang mengakui bahwa kegiatan-kegiatan ini akan mencermati saat perempuan dan anak perempuan dilibatkan dalam proses perencanaan serta juga pelaksanaan respons yang strategis terhadap perubahan iklim juga masalah-masalah lingkungan," paparnya.

Perihak peran perempuan, penilaian kesetaraan gender yang telah dilakukan oleh pihak berwenang selama ini menemukan beberapa temuan utama. Meskipun data per gender masih belum tersedia.

"Yang pertama adalah bahwa petani perempuan menghadapi beban ganda dan seringkali tidak mendapat akses ke pelatihan atau konsultan. Kepemilikan lahan masih didominasi oleh laki-laki, dan itu sangat berpangruh terhadap proses pengambilan keputusan," ucapnya.

"gap-gap ini lah yang diupayakan untuk diatasi di proyek ini (Land4Lives). Serta juga untuk meningkatkan kapasitas teknis dari perempuan dalam pertanian, meningkatkan ekterlibatan dalam pengambilan keputusan publik, dan dalam hal ini Kanada juga sangat memprioritaskan perubahan iklim dalam bantuan internasional kami."

"Kami sadar bahwa saat ini banyak negara berfokus mengatasi pandemi, dan memang pandemi menunjukan bahwa masalah global menentukan solusi global. Oleh karena itu, kini kita harus bekerja sama untuk mengatasi masalah-masalah global ini yang semakin mengancam kehidupan sehari-hari kita dan tentunya publik," tegasnya lagi.

Komitmen Kanada di COP26

COP26 November 2021 juga menjadi kesempatan bagi Kanada untuk meningkatkan komitmennya lima kali lipat sebesar 5,8 miliar.

"Kami memberikan dukungan bagi negara-negara miskin untuk bisa menjalani transisi ke masa depan yang lebih rendah karbon, kondusif serta tahan iklim, dan proyek kami bersama dengan ICRAF akan menjadi upaya kami untuk menyampaikan komitmen kami ke Indonesia. Dan proyek Land4Lives ini juga sudah beroperasi secara penuh, jadi inilah saat yang tepat untuk mendukung Indonesia di sektor tata guna lahan," imbuh pria yang pernah bertugas di Haiti.

"Ini akan berkontribusi pada target dan pertnership Indonesia, selain itu saya juga akan berharap bahwa ini adalah langkah pertama untuk kolaborasi global mencakup antara lain berbagai macam kebijakan di tingkat perusahaan juga daerah, para pemangku kepentingan, dari sisi donor, dan juga dari sisi masyarakat sipil serta akademisi."

Dalam hal ini, Richard Le Bars mengatakan bahwa pemangku kepentingan di tiap daerah terkait juga memiiki peran dalam menyukseskan program Land4Lives. 

"Kami menyadari bahwa masalah perubahan iklim ini kompleks, begitupula dengan masalah tata kelola lahan, tapi kami juga menyadari bahwa pelibatan berbagai pemangku kepentingan akan sangat penting. Oleh karena itu saya juga memperhatikan untuk terus mengamati perkembangan dalam proyek ini serta menantikan kolaborasi lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan di Indonesia, untuk mewujudkan dampak yang berkelanjutan," pungkasnya.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Sekilas tentang Land4Lives

Program Land4Lives diharapkan memperkuat kapasitas komunitas rentan, termasuk di dalamnya perempuan dan anak-anak perempuan, untuk dapat melakukan upaya mitigasi, meningkatkan ketahanan, sekaligus beradaptasi dengan dampak buruk dari perubahan iklim, melalui partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan lingkungan dan komunitas.

Melalui implementasi Land4Lives, diharapkan akan tercipta peningkatan kualitas penghidupan, ketahanan pangan, mata pencaharian dan ekonomi lokal yang tahan perubahan iklim, terutama bagi kelompok rentan, termasuk di dalamnya perempuan dan anak perempuan di Indonesia.

Land4Lives menargetkan pengelolaan bentang lahan yang baik melalui kerja sama dengan petani untuk mengurangi terjadinya deforestasi, menjaga ekosistem alami, mengurangi kerentanan iklim, dan meningkatkan mata pencaharian.

Land4Lives akan mempromosikan solusi berbasis alam melalui sistem pertanian dan pangan yang tanggap iklim, serta pengelolaan lahan dan air yang komprehensif. Proyek ini juga akan berfokus pada pengarusutamaan kesetaraan gender dalam mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan serta akses ke pasar. Salah satu caranya adalah dengan menggalakkan agroforestry/wanatani untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

3 dari 3 halaman

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi COVID-19