Sukses

Ilmuwan: Perluas Perjalanan Ruang Angkasa Memungkinkan Organisme Alien Ikut ke Bumi

Liputan6.com, London - Sebuah studi baru menunjukkan organisme alien bisa sampai ke Bumi dengan menumpang pesawat ruang angkasa kita sendiri.

Studi yang diterbitkan minggu lalu di jurnal BioScience, menyerukan agar langkah-langkah biosekuriti dirombak saat perjalanan dan eksplorasi ruang angkasa diperluas.

"Protokol canggih diperlukan untuk mencegah kontaminasi biologis lingkungan luar Bumi ke Bumi dan sebaliknya," tulis para penulis penelitian.

"Protokol semacam itu harus diinformasikan oleh penelitian tentang invasi biologis, penyebaran organisme yang dibantu manusia ke lingkungan baru.

"Kolaborasi antara ahli astrobiologi, ahli biologi invasi, dan pembuat kebijakan dapat sangat meningkatkan protokol biosekuriti planet."

Para penulis membandingkan dampak 'invasi' alien yang potensial dengan konsekuensi manusia yang memperkenalkan spesies asing ke lingkungan baru, seperti dilansir dari Nine News, Senin (29/11/2021).

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Berpotensi Memiliki Konsekuensi yang Besar

Ekosistem Australia sendiri telah dirusak secara luas oleh masuknya hewan dari Eropa seperti kodok tebu, kelinci, dan bisa dibilang spesies ternak.

Para penulis mengakui bahwa kemungkinan mengimpor organisme asing yang berbahaya ke Bumi sangat kecil, tetapi konsekuensi potensial bisa sangat luas sehingga, seperti bencana potensial langka lainnya seperti krisis nuklir atau gempa bumi besar, persiapan diperlukan.

"Ruang angkasa muncul sebagai batas baru risiko biosekuriti," tulis mereka.

"Selain misi luar angkasa yang dipimpin pemerintah, kedatangan perusahaan swasta (misalnya, SpaceX) dan pemain internasional baru telah menyebabkan ruang angkasa dapat diakses oleh lebih banyak aktor daripada sebelumnya."

 

Reporter: Cindy Damara

3 dari 3 halaman

Infografis Jurus NASA Cegat Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi