Sukses

Temuan Buku Catatan Dekat Jenazah Brian Laundrie Bakal Menyibak Misteri Kematian Influencer Gabby Petito?

Liputan6.com, Denver - Banyak pertanyaan yang belum terjawab setelah kematian Gabby Petito dan tunangannya Brian Laundrie. Namun para ahli yang menyelidiki kasus tersebut mengatakan buku catatan yang ditemukan di dekat jenazah Brian Lundrie di taman cagar alam Florida dapat menjelaskan keadaan hilangnya dia dan kematian sang influencer.

Dilansir CNN, Jumat (22/10/2021), pada Kamis 21 Oktober akhirnya FBI mengkonfirmasi bahwa jasad dan barang yang ditemukan di Carlton Reserve, North Port, adalah milik Brian Laundrie yang menghilang bulan lalu setelah Gabby Petito dilaporkan hilang.

Gabby Petito kemudian ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di taman nasional Wyoming pada 19 September 2021.

Penegak hukum juga menemukan beberapa barang pribadi Brian Laundrie termasuk ransel, buku catatan, dry bag dan beberapa pakaian. Laundrie tidak didakwa atas kematian Gabby Petito, meskipun FBI telah menggambarkannya sebagai "orang yang berkepentingan" dalam kasus pembunuhan tersebut.

Para ahli mengatakan bahwa buku catatan yang diyakini sebagai milik Laundrie ini dapat menjadi informasi penting tentang sebuah cerita yang telah menarik perhatian publik.

"Jika buku catatan itu berisi, misalnya, informasi yang mungkin merupakan pengakuan, itu bisa memproyeksikan kesalahan atau rasionalisasi, semua informasi itu dapat membantu dalam penentuan," kata mantan profiler FBI, Jim Clemente.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Menentukan Penyebab Kematian

Seorang yang mengetahui penyelidikan tersebut mengatakan bahwa buku catatan itu dalam keadaan basah ketika ditemukan di luar dry bag yang ditemukan pihak berwenang pada hari Rabu saat pencarian. "Mereka akan menggunakan segala cara untuk mengeringkannya sebelum membukanya," kata sumber tersebut. "Mereka akan sangat berhati-hati dengan itu" tambahnya.

Mark O'Mara, seorang pengacara pembela kriminal dan mantan jaksa, mengatakan bahwa FBI akan "beruntung" jika berhasil memproses buku catatan itu dengan kemajuan teknologi forensik.

Pihak berwenang telah mencari Brian Laundrie (23), selama lebih dari sebulan. Dia meninggalkan rumah orang tuanya seminggu setelah orang tua Gabby Petito melapor tentang kepergiannya.

Menurut FBI, menentukan penyebab kematian Brian Laundrie dapat menjadi tantangan karena pihak berwenang hanya menemukan sisa-sisa kerangkanya dan mengidentifikasinya melalui gigi.

Clemente, mantan profiler FBI, mengatakan bahwa kemungkinan Brian Laundrie sudah meninggal selama sebulan, saat pihak berwenang mencarinya. "Akan jauh lebih sulit untuk membuat keputusan yang baik dan solid mengenai penyebab kematian nya kecuali ada semacam trauma serius pada tengkorak yang dapat diidentifikasi," jelas Clemente.

Sesaat sebelum FBI mengumumkan identitas jenazah, dua detektif lokal mengunjungi rumah orangtua Brian Laundrie di North Port. Mereka memberi tahu bahwa jenazah yang ditemukan kemarin di cagar alam memang milik Laundrie, dan orangtua serta pengacara keluarga Steven Bertolino meminta untuk tetap menghormati privasi keluarga besar Laundrie.

Penulis: Vania Dinda Marella

3 dari 3 halaman

Infografis 4 Tokoh Nasional Jadi Target Pembunuhan