Sukses

Banjir Niger di Afrika Barat Menewaskan 55 Orang, 4.800 Rumah Rusak

Liputan6.com, Niger - Hujan lebat yang melanda negara bagian Niger di Afrika Barat sejak Juni telah merenggut 55 nyawa dan menyebabkan 53.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Dilansir dari The Guardian dan Flood List, Jumat (13/8/2021), daerah yang paling terdampak banjir adalah Maradi di Tenggara, Agadez di Gurun Utara, dan Ibu Kota Niamey, di mana ada 16 orang tewas.

Sementara itu, lebih dari 4.800 rumah rusak akibat banjir, dan hampir 900 ternak hilang, berdasarkan laporan Kepala Badan Perlindungan Sipil, Kolonel Bako Boubacar.

Jumlah korban tewas akibat banjir tahun ini sebelumnya, yang dirilis otoritas nasional di Niger pada 31 Juli, sebanyak 35 orang. Sementara 26.532 orang kehilangan rumah, dan 24 orang terluka.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Langganan Banjir Tiap Tahun

Memasuki musim hujan yang dimulai dari pertengahan Juni hingga September, Niger secara teratur mengalami banjir.

Meskipun hujan tersebut berlangsung singkat, curah hujan yang ditimbulkan sangat tinggi.

Tahun lalu, banjir merenggut 73 nyawa dan memicu krisis kemanusiaan dengan 2,2 juta orang membutuhkan bantuan, menurut PBB.

lebih dari 70 orang tewas dan lebih dari 600.000 orang terkena dampak banjir di negara itu.

 

Reporter: Cindy Damara