Sukses

5 Lukisan Terkenal yang Ternyata Belum Selesai Dibuat

Liputan6.com, Jakarta - Setiap karya seni memiliki ceritanya masing-masing. Namun, bagaimana jika karya tersebut belum selesai dibuat tapi sudah terkenal?

Tentu kita dapat berasumsi macam-macam tentang alasan dibalik hal tersebut seperti apakah arti kehabisan inspirasi? Uang komisi mengering? Atau bosan?

Apa pun alasannya, karya yang mereka tinggalkan menjadi enigma unik yang indah untuk dilihat.

Dikutip dari List Verse, Jumat (9/7/2021), berikut adalah lima lukisan terkenal yang ternyata belum selesai dibuat:

2 dari 7 halaman

1. Leonardo da Vinci

Pada 1481, Leonardo da Vinci tinggal di Florence dan telah ditugaskan oleh para biarawan Agustinian untuk melukis 'The Adoration of the Magi' yang menggambarkan kedatangan Tiga Orang Bijak untuk bertemu Yesus.

Dalam waktu satu tahun, ia telah membuat rancangan awal ukuran aslinya yang luasnya lebih dari 2,1 meter persegi dan menggambarkan nada di bawah cat.

Namun, da Vinci pergi pada setahun kemudian untuk memenangkan hati calon adipati Milan yang kaya, Ludovico il Moro.

Da Vinci hanya menyelesaikan enam lukisan dalam 17 tahun ia berada di Milan, dan 'The Adoration of the Magi' ditugaskan kembali dan dicat ulang oleh Filippino Lippi. Kedua versi masih dapat terlihat sekarang di galeri Uffizi di Florence.

 

3 dari 7 halaman

2. Michelangelo

Lukisan 'The Entombment' adalah karya belum selesai yang menggambarkan tubuh Yesus ditempatkan di dalam makan setelah Ia disalib. Lukisan itu diselimut oleh misteri.

Tidak ada tanda tangan pada karya itu, beberapa tokoh hilang, dan lukisan itu sendiri juga sempat hilang selama berabad-abad.

Bagian dari bukti yang menunjukkan bahwa karya ini dibuat oleh Michelangelo adalah karena ia ditugaskan oleh gereja Saint Agostino di Roma untuk mengecet panel untuk altar mereka teteapi kemudian mengirim kembali uang yang telah diberikan kepadanya.

Namun, tidak ada catatan tentang apa yang diminta gereja untuk dilikus, dan Michelangelo juga tidak menyebut lukisan ini dalam catatan apa pun.

Satu cerita yang bertahan adalah bahwa teman-temannya berhasil mendapatkan sepotong besar marmer dari katedral di Florence. Ia kemudian ditugaskan oleh mereka untuk membuat patung David.

'The Entombment' menyelinap ke dalam ketidakjelasan sampai tahun 1846 saat fotografer dan pelukis Skotlandia Robert Macpherson sedang mencari lukisan-lukisan untuk dihancurkan.

Kayu dari lukisan tersebut akan digunakan untuk membuat meja sampai Macpherson membelinya seharga Rp 20 ribu. Pada 1868, ia menjualnya ke Galeri Nasional seharga Rp 40 juta.

4 dari 7 halaman

3. Paul Cezanne

Paul Cezanne adalah seorang pelukis yang karya-karyanya sering memicu pertanyaan, "Kapan lukisan benar-benar selesai?" ia khawatir bahwa satu sapuan kuas akan merusak keseluruhan karyanya sehingga sebagian besar karyanya mengikuti gaya impresionis "kurang lebih".

Karya-karya berikutnya seperti 'Turning Road' membuat seluruh bagian kanvas kosong, menekankan cat yang tersisa.

Beberapa orang percaya bahwa ini tidak disengaja dan penglihatannya yang buruk membuatnya kehilangan bagian dari gambar tersebut.

5 dari 7 halaman

4. Benjamin West

Pada akhir Revolusi Amerika, dapat dimengeri bahwa semua pihak yang terlibat sedang mencari ketentuan kesepakatan terbaik, sehingga delegasi AS -- termasuk John Adams dan Benjamin Franklin -- menuju ke Paris untuk memulai pembicaraan dengan Prancis, Spanyol, Belanda, dan Inggris pada 1783.

Pembicaraan itu sukses besar bagi AS dan karena berhasil mengesahkan kemerdekaan 13 negara bagian asli serta hak penangkapan ikan dan pembebasan tawanan perang oleh Inggris.

Untuk merayakannya, seniman sejarah terkenal Benjamin West ditunjuk untuk melukis gambar yang menggambarkan peristiwa tersebut.

Namun, delegasi Inggris menolak untuk dicat karena mereka merasa kekalahan mereka memalukan.

Akibatnya, lukisan memiliki ruang kosong di mana mereka seharusnya berada.

Lukisan ini bisa terlihat di perpustakaan Taman Sejarah Nasional Adams di Massachusetts, AS.

6 dari 7 halaman

5. Alice Neel

Lukisan cat minyak seniman potret AS Alice Neel 'James Hunter Black Draftee' adalah contoh yang bagus tentang bagaimana sebuah lukisan dapat diselesaikan namun tidak lengkap.

Walaupun tidak menyelesaikan pekerjaan, Neel memutuskan bahwa lukisan yang terlihat tidak lengkap itu benar-benar menyampaikan emosi yang ia inginkan.

Jadi, ia menandatanganinya dan memajangnya di Museum Witney.

Kisah di balik mengapa lukisan itu tidak lengkap adalah kisah yang mengharuskan. Tidak dihargai untuk sebagian besar karirnya, Neel sering mengundang orang asing untuk ia lukis.

Pada 1965, ia menghundang James Hunter yang baru mengetahui bahwa ia telah direkrut untuk dinas dalam Perang Vietnam.

Potret yang dihasilkan darinya menunjukan penampilan melankolis dan kontemplatif.

Neel Menyelesaikan sebagian besar wajahnya dan menggambar garis besar seluruh tubuhnya.

Hunter tidak pernah muncul untuk kedua kalinya dan secara misterius, namanya tiadk pernah muncul dalam daftar tentara di Vietnam Veterans Memorial, jadi kita dapat berasumsi bahwa ia menggunakan nama samaran dan tidak gugur saat perang.

 

Reporter: Paquita Gadin

7 dari 7 halaman

Infografis Aturan Pembatasan PPKM Darurat Jawa Bali