Sukses

Tak Rela Saudara Kembar Tewas Dimakan Buaya, Wanita Asal Inggris Lakukan Hal Ini

Liputan6.com, Berkshire - Seperti semua cerita horor dan Georgia Laurie tak menyangka ia akan terlibat dalam kondisi berbahaya. Dia dan saudara kembarnya, Melissa, dari Berkshire, Inggris selatan, memutuskan untuk bergabung dengan tur perahu di Laguna Manialtepec, Jerman dengan beberapa teman.

Ini adalah tempat yang sangat indah. Lokasi dengan keindahan alam yang belum terjamah, hutan bakaunya dipenuhi dengan satwa liar.

Namun, perairan dangkalnya juga merupakan habitat alami buaya, dan tanpa sepengetahuan kelompoknya, ini adalah musim menetas, seperti dilaporkan BBC, Jumat (11/6/2021).

"Saya benar-benar berkata kepada pemandu, 'ini terlihat seperti tempat buaya membuat rumah mereka'", kata Georgia memberi tahu dengan senyum masam.

Si pemandu rupanya warga negara Jerman yang tidak terdaftar di otoritas pariwisata dan bersikeras bahwa berenang di lokasi itu aman. Saat kelompok wisata itu menikmati berenang di dinginnya air sore hari (bukan berenang tengah malam seperti yang dilaporkan sebelumnya), Melissa tiba-tiba terseret ke bawah air.

Seekor besar buaya betina mengarah pada Melissa dalam tiga kesempatan terpisah, menggigit perut dan kakinya.

Melihat saudara kembarnya dalam situasi sulit, Georgia langsung beraksi, meninju buaya itu berulang kali tepat di bagian hidungnya. "Itu pertarungan atau pelarian," kenangnya.

"Anda harus berjuang untuk orang yang Anda cintai."

2 dari 2 halaman

Alami Luka Parah

Salah satu temannya, Ani, bergegas ke hutan bakau dan meminta bantuan. Sebuah perahu terdekat dengan kelompok wisata yang berbeda, mendengar teriakan dan menuju ke arah keributan.

"Saya membawa perahu melalui semak-semak menggunakan dayung saya," kata Lalo Escamilla, tukang perahu yang mengarungi perairan dangkal untuk membantu si kembar.

Lalo membawa dua perempuan itu menjauhi lokasi serangan dan menjelaskan bahwa 'pemandu wisata nakal' yang mereka gunakan tidak terdaftar.

"Mereka bukan pemandu," katanya tentang orang asing yang tinggal di Puerto Escondido tersebut.

"Mereka bukan ahli yang disetujui pemerintah federal, mereka tidak tahu tempat ini. Itu masalahnya."

Setelah mereka berada di atas kapal, jelas bahwa luka Melissa mengancam jiwa. Selain sayatan dan luka dalam, ada air di paru-parunya dan pergelangan tangannya patah.

Georgia menelepon orangtuanya saat mengalami waktu sulit tersebut. Bersyukur Melissa kini telah pulih dari koma.

Tetapi Melissa harus mengatasi cedera fisiknya dan kedua wanita itu juga membutuhkan waktu untuk menyembuhkan mental dari apa yang telah mereka alami.

Georgia mengatakan, dia berjuang untuk tidur dan gambaran serangan itu terus memenuhi pikirannya.