Sukses

Kembali Terjadi, Pria Bersenjata Lakukan Penculikan Terhadap Puluhan Anak Sekolah di Nigeria

Liputan6.com, Jakarta - Pejabat Nigeria mengatakan pria bersenjata telah menculik banyak siswa dari sebuah sekolah Islam di Nigeria. Ini merupakan yang terbaru dari serangkaian penculikan semacam itu di sekolah.

Mengutip BBC, Senin (31/5/2021), pihak berwenang di negara bagian Niger mengonfirmasi bahwa orang-orang bersenjata telah menangkap sejumlah siswa yang tidak diketahui dari sekolah di kota Tegina pada Minggu (30/5).

Seorang guru mengatakan kepada BBC bahwa 150 siswa hilang, sementara laporan lain menyebutkan sekitar 200 siswa.

Penculikan yang dilakukan untuk mendapatkan uang tebusan semakin sering terjadi di negara bagian utara.

Pada bulan Februari, hampir 300 gadis diculik oleh pria bersenjata dari sebuah sekolah asrama di Jangebe, negara bagian Zamfara. Sebagian besar kemudian dibebaskan.

2 dari 2 halaman

Lepaskan Tembakan

Dalam insiden terbaru, saksi mata yang dikutip oleh situs berita This Day mengatakan orang-orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor menyerbu kota dan melepaskan tembakan tanpa pandang bulu.

Saat orang-orang melarikan diri, para penyerang pergi ke sekolah Islam dan menangkap anak-anak.

Sekolah tersebut dihadiri oleh anak laki-laki dan perempuan, berusia enam hingga 18 tahun.

Pihak berwenang mengatakan dua orang ditembak selama serangan itu dan satu orang tewas. Sejumlah orang yang bepergian dengan mobil juga dilaporkan diculik.

Koresponden BBC Nigeria Mayeni Jones mengatakan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan menjadi lebih umum di Nigeria dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan di Tegina terjadi sehari setelah 14 orang yang diculik dari sebuah universitas di negara bagian tetangga Kaduna dibebaskan.

Tegina juga tidak jauh dari kota Kagara, di mana 27 siswa diculik pada bulan Februari.Setidaknya ada enam penculikan anak sekolah di barat laut dan tengah Nigeria sejak Desember, kata koresponden kami, dan lebih dari 800 siswa dan staf telah diculik.

Penculikan 276 siswi tahun 2014 di kota Chibok timur laut oleh militan Islamis Boko Haram membawa perhatian global pada momok penggerebekan di sekolah-sekolah di Nigeria, tetapi serangan yang lebih baru diduga dilakukan oleh geng-geng kriminal.