Sukses

Bill dan Melinda Gates Cerai, Ini Alasannya Menurut Terapis Pernikahan

Liputan6.com, Jakarta - Pekan ini Bill Gates dan Melinda Gates mengumumkan bahwa mereka memutuskan berpisah setelah bersama 27 tahun menikah. Kabar tersebut disampaikan melalui pernyataan gabungan yang diunggah ke akun Twitter masing-masing.

Mengaku "tidak lagi percaya dapat tumbuh bersama", Bill dan Melinda membuat publik kaget karena terlihat sebagai pasangan yang tidak mungkin hancur.

Sontak internet dipenuhi dengan spekulasi tentang dampaknya bagi dunia filantropi, kesehatan global, masa depan teknologi, dan pasar saham. Bagaimana proyek bersama yang telah membuat dampak nyata? Bagaimana dengan ketiga anak setelah 27 tahun bersama?

Dikutip dari Time, Selasa (7/5/2021), dalam beberapa tahun terakhir tingkat perceraian telah menurun di antara semua jenis pasangan menikah, dengan pengecualian penting: mereka yang berusia di atas 50 tahun. Sementara kebanyakan orang yang akan bercerai melakukannya dalam beberapa tahun pertama perkawinan mereka, generasi usia 50+ angkatan Melinda (57 tahun) dan Bill (65) saat ini lebih mungkin bercerai daripada kelompok 50+ sebelum mereka, sebuah tren yang cukup terkenal untuk mendapatkan namanya sendiri: gray divorce atau perceraian abu-abu.

Itu berarti, angka cerai pada mereka yang berusia lebih dari 50 tahun generasi saat ini bukanlah sesuatu yang langka.

2 dari 4 halaman

Sesuatu yang Umum dengan Banyak Faktor Berbeda

"Ini benar-benar semakin umum," jelas Israel Helfand yang memiliki retret di Vermont bersama istrinya, Cathie, untuk para individu berpenghasilan tinggi yang perkawinannya sedang berada di ambang kegagalan.

"Maksud saya, tidak hanya orang yang hidup lebih lama dan lebih sehat di usia yang lebih tua, mereka juga melihat lebih banyak peluang. Dan orang-orang menjadi sedikit lebih pilih-pilih tentang tingkat kebahagiaan mereka. Mereka tidak ingin berkompromi."

Walaupun tidak ada yang mengetahui alasan mereka bercerai selain keluarga Gates, ada sejumlah tema yang berulang kali dilihat para terapis di antara pasangan pada tahap kehidupan mereka.

Salah satunya adalah bahwa orang mampu untuk berpisah.

"Mereka yang tidak memiliki tekanan keuangan sebenarnya memiliki lebih sedikit kendala untuk tetap bersama jika mereka mencapai waktu yang kurang bahagia dan dedikasinya berkurang," jelas Scorr Stanley, profesor riset dan wakil direktur dari Center for Marital and Family Studies di Univesitas Denver.

"Ketika orang memiliki banyak alternatif, termasuk secara finansial, mereka akan merasa lebih mudah melepaskannya ketika jarak menjadi terlalu jauh."

Faktor lain yang sering terjadi adalah "sindrom sarang kosong".

Anak-anak Bill dan Melinda masing-masing sudah berusia antara 18 hingga 25 tahun sehingga tahap pengasuhan intensif mereka sudah berakhir.

Banyak pasangan juga mendapati bahwa ketika mereka tidak lagi membesarkan anak bersama, mereka memiliki sedikit minat yang sama.

"Ini adalah saat ketika mereka menilai kembali apa yang ada dalam hubungan tersebut bagi mereka masing-masing sebagai individu," jelas John Gottman, penulis buku Principles for Making Marriage Work.

"Jika bagian dari hubungan terkikis, romansa, gairah, petualangan kolektif, maka banyak pasangan yang menganggapnya sebagai waktu untuk mengakhiri hubungan secara damai. Dan menurut saya, dalam banyak hal, mereka mungkin menjalani kehidupan yang sangat paralel. Mereka sangat sibuk, dan mereka berdua adalah kecerdasan yang sangat kuat secara mandiri."

Tentu ada alasan lain yang lebih umum dan tradisional yaitu selingkuh.

Walau memang kemungkinan besar hal ini bukanlah kasus yang terjadi dengan pasangan Gates, alasan selingkuh juga sering muncul dalam perceraian.

 

Reporter: Paquita Gadin

3 dari 4 halaman

Infografis Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021

4 dari 4 halaman

Saksikan Video di Bawah Ini: