Sukses

10 Gempa Bumi Mematikan Abad Ini, 5 di Antaranya Melanda Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Bencana alam adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Gempa bumi adalah bencana alam yang susah sekali untuk diprediksi dan hampir tidak mungkin untuk dihindari.

Selain itu, gempa bumi juga dapat memicu bencana-bencana lainnya.

Dikutip dari WorldAtlas, Rabu (20/1/2021), berikut adalah gempa paling mematikan di abad ke - 21. Lima di antaranya mengguncang Indonesia.

1. Gempa dan Tsunami Samudra Hindia, 2004

Ilustrasi Gempa (Liputan6.com/Abdillah)

26 Desember 2004 adalah hari di mana banyak orang tidak akan pernah lupa. Gempa yang berpusat di Samudra Hindia tersebut merupakan lindu terparah pada abad ke-21 sampai saat ini.

Setelah gempa dahsyat, datanglah tsunami besar yang menjadi akibat kematian dari 277.898 individu.

Gempa tersebut berkekuatan magnitudo  9,1. Salah satu gempa bumi terkuat yang pernah tercatat.

Gempa dahsyat itu kemudian memicu tsunami besar yang melanda pantai-pantai dari Indonesia di Asia Tenggara hinga pantai timur Afrika.

Dalam hitungan jam, ratusan ribu orang kehilangan nyawa.

Banda Aceh yang terletak di ujung pulau Sumatra mejadi salah satu kota yang terkena dampak paling parah, dengan angka kematian hingga 100.000 ketika tsunami melanda kota dengan tinggi gelombang 30,5 meter.

Selain Aceh, Sri Lanka, Thailand, dan India juga terkena dampak paling parah dari tsunami tersebut.

Tidak hanya penduduk lokal yang menjadi korban, di Thailand, sekitar 2.000 turis juga ikut tewas karena bencana alam tersebut.

Selain banyak nyawa yang hilang, ratusan ribu orang lainnya kehilangan tempat tinggal.

2. Haiti, 2010

Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Pada 12 Januari 2010, gempa bumi bermagnitudo 7,0 mengguncang Haiti, negara termiskin di belahan barat.

Pusat gempa tersebut hanya berjarak 25 kilometer arah barat daya dari ibu kota negara yang juga merupakan kota terbesar negara itu, Port-au-Prince.

Gempa bumi tersebut merupakan gempa terkuat yang melanda negara Haitu sejak abad ke-18.

Setelah gempa susulan yang kuat, setidaknya 160.000 orang tewas dengan beberapa perkiraan angka sebetulnya lebih tinggi dari itu karena setelah itu, untuk melakukan upaya pemerbersihan dan pemulihan, mereka menguburkan yang tewas dengan terburu-buru sehingga penghitungan korban tewas yang tepat tidak mungkin dilakukan.

Sebagian besar Haiti menjadi reruntuhkan karena gempa tersebut. Banyak bangunan yang runtuh dengan mudah karena negara tidak memiliki peraturan bangunan yang memadai, apalagi penguatan yang tepat untuk gempa bumi.

Pada saat itu, kota tersebut belum selesai pulih dari badai tropis yang melanda negara tersebut kurang dari dua tahun sebelumnya.

Diperkirakan 3 juta orang, sekitar sepertiga dari populasi Haiti, terkena dampak dari gempa tersebut.

Satu juta orang kehilangan tempat tinggal dan lebih buruk lagi, sangat sulit bagi bantuan untuk masuk dan didistribusikan di negara itu.

Banyak dari bantuan tersebut tidak diurus dengan benar sehingga mengakibatkan rakyat Haiti menderita.

 

2 dari 5 halaman

3. Sichuan, 2008

Provinsi yang terletak di barat daya negara China ini dilanda gempa bermagnitudo 7,9 pada 12 Mei 2008.

Gempa tersebut melanda wilayah tengah provinsi dengan episentrum di Dujiangyan, sebuah kota dengan populasi lebih dari 660.000 jiwa.

Setelah bencana alam tersebut, desa dan kota hancur dan jumlah total yang tewas 87.587.

Dari angka tersebut, 5.300 adalah anak-anak yang sedang belajar di sekolah ketika gempa tersebut terjadi.

Hampir 375.000 orang juga terluka dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal.

Gempa tersebut juga menyebabkan banjir dan longsor. Longsor tersebut menewaskan 200 kerja bantuan.

4. Gempa Kashmir, 2005

Ilustrasi Gempa Bumi. (iStockphoto)

Pada pagi hari tanggal 8 Oktober 2005, gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang Pakistan utara.

Pusat gempa berada dis ebuah kota bernama Muzaffarabad, ibu kota Hashmir yang dikuasai oleh Pakistan.

Total korban yang tewas berjumlah 87.351 dengan tambahan 38.000 orang yang terluka dalam bencana itu.

Jutaan orang juga kehilangan tempat tinggal.

Selain itu, sekitar 780.000 bangunan hancur total dan tidak bapat diperbaiki.

Bangunan-bangunan tersebut termasuk sekolah dan rumah sakit yang berada di dekat pusat gempa.

Selain manusia, banyak hewan juga menjadi korban.

250.000 hewan ternak mati dan 500.000 hewan lainnya membutuhkan perlindungan darurat karena kondisi musim dingin yang keras.

Dalam beberapa kasus, sulit untuk mendapatkan bantuan ke beberapa daerah yang terkena dampak gempa karena jalan yang rusak parah dan sambuhan darat ke daerah-daerah juga terputus.

Fasilitas seperti air dan listrik juga terputus walaupun kebanyakan sudah pulih dalam hitungan beberapa minggu.

Diperkirakan sekitar 3,5 juta orang terkena dampak langsung atau tidak langsung dari gempa bumi ini.

5. Gempa Bam, 2003

Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Pada 26 Desember 2003, gempa bumi terjadi di Iran - negara yang tidak asing denga gempa bumi, di kota Bam yang memiliki sekitar 97.000 penduduk.

Gempa bermagnitudo 6,6 SR itu adalah gempa terkuat yang melanda negara Iran dalam 30 tahun.

Korban dari becanda tersebut mencapai 26.271 meskipun ada perkiraan yang menyebutkan angka tersebut jauh lebih tinggi, sekitar di atas 43.000.

Gempa tersebut mengancurkan semua rumah sakit serta pusat kesehatan di daerah tersebut dimana hingga 30.000 orang terluka.

Selain itu, 75.000 orang kehilangan tempat tinggal dan 5.054 anak menjadi yatim piatu.

Para ahli menyalahkan metode pembangunan yang buruk dan peraturan yang longgar sebagai penyebab tingginya jumlah korban.

6. Gempa dan Tsunami Tohoku, 2011

Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Gempa Tohoku adalah gempa terkuat yang pernah melanda Jepang dalam catatan negara tersebut.

Gempa yang terjadi pada 11 Maret 2011 itu memiliki kekuatan magnitudo 9,0.

Pusat dari gempa tersebut tidak di darat. Melainkan di Samudra Pasifik Utara, 130 kilometer dari kota Sendai, Jepang, yang terletak di bagian utara Honshu, pulau terbesar Jepang.

Gempa tersebut memicu tsunami dengan gelombang setinggi 40 meter.

Bencana alam tersebut memakan sebanyak 20.896 korban dan 450.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Gempa dan tsunami yang mengikutinya juga memicu bencana lain berupa krisis nuklir di Pembangkitan Listrik Tenaga Nuklir Fukushina Daichii.

Kerusakan ini melepaskan bahan bercaun dan radioaktif ke lingkungan. Hal tersebut juga memaksa ribuan warga untuk mengungusi dari rumah serta bisnis mereka.

3 dari 5 halaman

7. Gempa Gujarat, 2001

Pada 26 Januari 2001, sebuah provinsi di India dilanda gempa bermagnitudo 7,7.

Provinsi Gujarat yang terletak di barat laut negara India di perbatasan India - Pakistan yang diguncang gempa. Bertepatan dengan peringatan berdirinya Republik India pada tahun 1950.

Pusat gempa berada di sebuah kota bernama Bhuj. Kota tersebut terletak di sisi India dari perbatasan India - Pakistan.

Gempa tersebut terasa di India barat laut dan sebagian Pakistan.

Dengan kekuatan yang dahsyat, gempa tersebut menewaskan 20.085 orang dan melukai lebih dari 150.000 lainnya.

Ratusan ribu warga menjadi tunawisma, banyak di antaranya masih tinggal di tempat penampungan sementara setahun setelah gempa tersebut.

8. Gempa Nepal, 2015

Ilustrasi Gempa Bumi (Liputan6.com/Sangaji)

Nepal adalah negara kecil yang diapit antara India di bagian selatan dan Cina di bagian utara.

Pada 25 April 2015, negara tersebut dilanda gempa bermagnitudo 7,8 di dekat ibu kota negara tersebut, Kathmandu.

Gempa tersebut menewaskan 8.964 orang dan melukai ribuan lainnya.

Selain itu, gempa juga memicu longsoran salju di Gunung Everest yang mewaskan 19 pendaki dan ratusan lainnya terdampar.

Lebih dari 600.000 bangunan di Kathmandu rusak atau hancur.

Bencana alam ini merupakan gempa terburuk dalam sejarah Nepal sejak 1934 ketika negara tersebut dilanda gempa bermagnitudo 8,0 SR yang menewaskan sekitar 10.600 orang.

9. Gempa Yogyakarta, 2006

Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Pada 26 Mei 2006, gempa bermagnitudo 5,4 SR melanda pulau Jawa, Indonesia.

Pusat gempa terletak sekitar 25 km selatan kota Yogyakarta.

Daerah tersebut adalah salah satu tempat terpadat di Bumi.

Pada awalnya, korban yang tewas sekitar 5.500 tetapi akhirnya berjumlah 5.782 orang.

Gempa tersebut menghancurkan rumah, hotel, dan gedung pemerintahan dalam waktu kurang dari satu menit.

Banyak infastruktur seperti jalanan, jembatan, dan utilitas lainnya hancur dalam kawasan itu.

Pada hari itu, layar TV dipenuhi oleh gambar warga berdesakan di kendaraan mencoba untuk pergi ke rumah sakit atau mengungsi dari daerah tersebut.

10. Gempa dan Tsunami Sulawesi, 2018

Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Gempa magnitudo 7,5 pada 28 September 2018 berpusat di perairan Sulawesi, Indonesia, 77 kilometer utara Palu.

Palu memiliki sekitar 330.000 penduduk.

Gempa tersebut memicu tsunami setinggi 3 meter yang melanda wilayah pesisir barat Sulawesi Tengah termasuk Palu dan Donggala yang memiliki 275.00 penduduk.

Korban yang tewas dari bencana tersebut mencapai 4.340 dan 60.000 orang lainnya kehilangan rumah.

Lima gempa lainnya yang tercatat dahsyat di Abad 21 adalah:

11. Gempa mangnitudo 6,9 guncang Yushu China pada 13 April 2010, 2.968 orang tewas. 

12. Gempa mangnitudo 6,8 di Boumerdès Aljazair 21 Mei 2003, 2.266 orang tewas. 

13. Gempa mangnitudo 8,6 melanda Nias-Simeulue Indonesia 28 Maret 2005. 1.313 orang dilaporkan tewas 

14. Gempa bumi mangnitudo 7,6 di Sumatera Indonesia 30 September 2009. 1.115 orang diperkirakan tewas.

15. Gempa mangnitudo 7,4 di Hindu Kush Afghanistan 25 Maret 2002. 1.000  orang diperkirakan tewas.

Dari 15 daftar gempa terdahsyat Abad 21, 3 di antaranya melanda Indonesia, di antaranya: 

  1. Gempa dan Tsunami Samudra Hindia, 2004
  2. Gempa Yogyakarta, 2006
  3. Gempa dan Tsunami Sulawesi, 2018
  4. Gempa mangnitudo 8,6 melanda Nias-Simeulue Indonesia
  5. Gempa bumi mangnitudo 7,6 di Sumatera Indonesia
4 dari 5 halaman

Infografis Waspada Bencana Alam Akibat La Nina

5 dari 5 halaman

Saksikan Video di Bawah Ini :