Sukses

Alasan Menlu AS Mike Pompeo Kunjungi Jakarta: Indonesia Merupakan Pilar Indo-Pasifik

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan melakukan lawatan ke Jakarta, Indonesia. Menurut David R. Stilwell, Assistant Secretary Bureau of East Asian and Pacific Affairs and Principal, ada sejumlah alasan mengapa Menlu Pompeo melakukan kunjungan ini.

"Indonesia penting karena alasan. Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia dan merupakan pilar Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," ujar Stilwell.

"Ini adalah lokasi yang sangat penting dan strategis. Amerika Serikat dan Indonesia memiliki visi tatanan berbasis aturan di Asia Tenggara, dan Amerika Serikat adalah pendukung kuat kedaulatan Indonesia," tambahnya.

Menurut Stilwell, Indonesia juga merupakan anggota internasional yang aktif dan bertanggung jawab. Ini adalah mitra penting di Dewan Keamanan PBB dan memainkan peran kepemimpinan bersejarah di ASEAN.

"Indonesia adalah suara yang kuat bagi umat Islam di seluruh dunia, Indonesia juga disebut sebagai negara dengan contoh kebebasan dan toleransi beragama."

"Kami juga memiliki kemitraan pertahanan dan kontraterorisme bilateral yang kuat. Mike Pompeo terakhir kali berkunjung ke Jakarta pada tahun 2018. Di Jakarta, Sekretaris Pompeo akan bertemu dengan Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Pertemuan tersebut akan menjadi kesempatan untuk menggarisbawahi nilai-nilai bersama termasuk dukungan untuk hak asasi manusia," jelasnya.

 

 
2 dari 3 halaman

Bertemu dengan Pelaku Bisnis

Dalam rilis yang disiarkan lewat situs state.gov, Mike Pompeo juga akan bertemu dengan perwakilan bisnis AS di Jakarta.

"Dalam keterlibatan ini dan lainnya, Pompeo akan mengeksplorasi bagaimana dua ekonomi besar kita dapat lebih memperdalam hubungan perdagangan dan investasi bilateral kita."

"Kami terus berhubungan dengan prinsipal Indonesia selama musim semi dan musim panas. Salah satu prioritas bilateral kami adalah membantu Indonesia dalam memerangi Corona COVID-19, dan kami bangga telah menyumbangkan 1.000 ventilator yang memungkinkan rumah sakit di Indonesia menyelamatkan nyawa pasien yang sakit kritis," jelas Stilwell.

Terlepas dari tantangan yang dihadapi kedua negara, Stilwell mengatakan bahwa Indonesia dan AS akan terus memperdalam kemitraan kuat kami dalam beberapa bulan terakhir.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: