Sukses

Beredar Video Viral Restoran China Cuci Piring Pakai Air Kotor

Liputan6.com, Shandong - Dua restoran di China ditutup otoritas setempat setelah ketahuan menggunakan air kotor untuk mencuci piring.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Senin (19/8/2019) langkah ini diambil setelah otoritas setempat menanggapi sebuah video viral yang dianggap meresahkan warga.

Dalam video tersebut menunjukkan bahwa pegawai dari dua restoran itu mencuci piring bekas makan konsumen dengan genangan air keruh yang ada di dekat restoran tersebut.

Kejadian ini terjadi di Distrik Boxing, Provinsi Shandong, China. Tak berhenti di situ saja, satu video lainnya memperlihatkan seorang perempuan menyiramkan air kotor di tengah bak berisi sejumlah peralatan dapur kotor di restoran barbekyu Korea bernama Busan Stove.

Menanggapi hal ini, otoritas langsung mengirimkan timnya setelah video itu viral, dan memastikan kebenaran aksi para pegawai dua restoran yang terekam.

Otoritas pengawas pasar itu langsung memutuskan untuk menutup Busan Stove dan Haoran serta berjanji "menyelidiki insiden itu sesuai hukum" tanpa menjabarkannya lebih lanjut.

Kondisi sanitasi buruk menjadi keluhan utama di China, dengan praktik seperti itu bahkan ditemukan di jaringan restoran yang sudah mempunyai nama.

 

2 dari 3 halaman

Insiden Cuci Sayur

Sebelumnya, pada Maret 2019 jaringan rumah makan terkenal di Nanjing ketahuan melakukan praktik tak higienis. Antara lain mencuci kain pel di wadah yang harusnya dipakai mencuci sayuran.

Kemudian staf dapur juga melangkah di atas talenan. Membuat rumah makan itu didenda 410.000 yuan, sekitar Rp 828,4 juta, serta merilis permintaan maaf.

Kemudian di Mei 2018, restoran hotpot Xiaolongkan menutup tiga cabangnya setelah beredar video pekerja dapur menggunakan daging maupun minyak goreng sisa.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal Wuhan, Kota Seukuran London Tempat Wabah Virus Corona Bermula
Artikel Selanjutnya
Virus Corona Misterius Tewaskan 17 Orang, Warga Wuhan Dikarantina