10 Kota dengan Jumlah Orang Kaya Terbanyak di Dunia, China Mendominasi

New York memimpin, tapi Shenzhen kian mendekat. Simak daftar lengkap kota terkaya dunia 2026 di sini.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 12:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jika Anda ingin memahami ke mana arah kekayaan global bergerak, kota adalah tempat terbaik untuk memulai. Dari gedung pencakar langit Manhattan hingga kampus-kampus teknologi di Shenzhen, hanya segelintir kota di dunia yang menjadi rumah bagi ribuan miliarder sekaligus. Menariknya, menurut Hurun Global Rich List 2026, delapan kota di China saja sudah menampung lebih dari sepertiga miliarder dari 32 kota teratas dunia — sebuah sinyal bahwa peta kekayaan global sedang bergeser lebih cepat dari yang banyak orang kira.

Lalu, kota mana saja yang sebenarnya paling banyak dihuni orang kaya di tahun 2026, dan apa yang membuat mereka begitu istimewa? Artikel ini merangkum data terbaru dari beberapa lembaga riset kekayaan global, menganalisis tren pergeseran kekuasaan ekonomi antar-benua, dan membedah faktor di balik lahirnya kota-kota yang jadi magnet bagi para miliarder dunia.

Apa Itu Wealth Hub City?

Wealth hub city adalah istilah untuk kota dengan konsentrasi tinggi individu berkekayaan besar, mulai dari jutawan hingga ultra-high-net-worth individual (UHNWI). Ada dua kategori yang penting dibedakan sejak awal karena keduanya sering tertukar dalam pemberitaan: jutawan (millionaire), yaitu individu dengan kekayaan bersih minimal US$1 juta, dan miliarder (billionaire), yaitu individu dengan kekayaan bersih minimal US$1 miliar — perbedaan seribu kali lipat yang membuat kedua istilah ini sama sekali tidak bisa dipertukarkan begitu saja.

Perbedaan ini penting karena dua lembaga riset besar memakai metodologi yang tidak identik. Hurun Research Institute merilis Hurun Global Rich List yang berfokus pada jumlah miliarder per kota, sementara Henley & Partners bersama New World Wealth merilis World's Wealthiest Cities Report yang menghitung populasi jutawan sekaligus miliarder dengan basis data dan periode yang berbeda. Akibatnya, angka miliarder dari kedua laporan ini bisa terlihat berbeda untuk kota yang sama — bukan karena salah satu keliru, tapi karena cara menghitungnya memang tidak sama.

Kota-kota yang masuk kategori wealth hub umumnya punya beberapa ciri yang serupa: infrastruktur modern, stabilitas ekonomi dan politik, ekosistem bisnis yang matang, akses ke pasar modal, serta kualitas hidup tinggi. Sebagai gambaran skala fenomena ini, Forbes mencatat pada 2026 ada 3.428 miliarder tersebar di 80 negara, dengan lebih dari separuhnya — 51% — terkonsentrasi hanya di tiga negara: Amerika Serikat, China, dan India. Artinya, kekayaan dunia tidak hanya menumpuk di sedikit negara, tapi bahkan lebih menumpuk lagi di sedikit kota di dalam negara-negara tersebut.

Daftar Kota dengan Miliarder Terbanyak di Dunia 2026

Berikut daftar kota-kota dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, berdasarkan Hurun Global Rich List 2026 (data per 15 Januari 2026):

  1. New York, Amerika Serikat — 146 miliarder. Ibu kota kekayaan global yang tak tergoyahkan selama bertahun-tahun. Sebagai pusat Wall Street, kota ini menarik perusahaan multinasional, investor, dan pelaku bisnis dari seluruh dunia lewat sektor keuangan, real estate, teknologi, dan industri kreatif.
  2. Shenzhen, China — 132 miliarder. Dulunya desa nelayan kecil, kini menjadi megacity teknologi dalam kurang dari lima dekade. Shenzhen adalah markas Tencent, Huawei, DJI, dan ribuan startup — bukti nyata booming industri teknologi dan AI di China.
  3. Shanghai, China — 120 miliarder. Pusat finansial China yang menjadi rumah bagi salah satu bursa saham terbesar di dunia. Kekayaannya ditopang sektor perbankan, manufaktur bernilai tinggi, dan perdagangan internasional.
  4. Beijing, China — 107 miliarder. Sebagai ibu kota China, Beijing menjadi markas banyak perusahaan pelat merah raksasa sekaligus perusahaan teknologi swasta papan atas.
  5. London, Inggris — 102 miliarder. Tetap menjadi pusat finansial internasional meski menghadapi tantangan pasca-Brexit. Laporan lain bahkan mencatat London sebagai salah satu kota yang justru mengalami penurunan jumlah jutawan dalam satu dekade terakhir.
  6. Mumbai, India — 95 miliarder. Pusat finansial India ini memimpin kekayaan Asia Selatan, ditopang pasar saham India yang tumbuh pesat serta sektor energi dan telekomunikasi.
  7. Hong Kong — 88 miliarder. Tetap menjadi gerbang investasi menuju China daratan sekaligus salah satu pusat wealth management terbesar di Asia.
  8. San Francisco, Amerika Serikat — 86 miliarder. Bersama Silicon Valley di sekitarnya, kota ini adalah jantung inovasi teknologi dunia — rumah bagi Apple, Google, Nvidia, dan Meta.
  9. Moscow, Rusia — 82 miliarder. Kekayaan kota ini banyak bertumpu pada sektor energi, pertambangan, dan komoditas.
  10. Hangzhou, China — 65 miliarder. Kota kelahiran Alibaba ini kini menjadi salah satu pusat e-commerce terbesar dunia.

Selain 10 besar, New Delhi (India) juga layak disebut dengan 64 miliarder di posisi ke-11, menegaskan India sebagai salah satu mesin pertumbuhan kekayaan tercepat di dunia saat ini.

Analisis Regional: Amerika, Asia, dan Eropa

Menurut Visual Capitalist, Asia menyumbang 58% dari seluruh miliarder yang tercatat di 32 kota top dunia — menjadikannya kawasan paling dominan dalam ranking global saat ini. China sendiri menyumbang 34% lewat delapan kotanya yang masuk daftar, termasuk Guangzhou, Suzhou, dan Ningbo di luar tiga besar yang sudah disebutkan. Di luar China, kota-kota seperti Singapore, Taipei, Bangkok, Seoul, dan Jakarta juga masuk jajaran pusat kekayaan dunia, menunjukkan bahwa kebangkitan ini adalah tren regional, bukan sekadar fenomena satu negara.

Amerika Serikat masih memegang gelar negara dengan miliarder terbanyak di dunia — 989 orang dengan total kekayaan US$8,4 triliun menurut Forbes. New York, San Francisco, Los Angeles, Dallas, dan Palm Beach adalah kota-kota utamanya. Namun jarak antara New York dan pesaing Asia-nya kini kian tipis: selisih New York dengan Shenzhen di posisi kedua hanya 14 miliarder saja.

Sementara itu, kota-kota Eropa seperti Paris, Milan, Stockholm, dan Istanbul tetap masuk jajaran wealth hub global, tapi pertumbuhannya relatif lebih lambat dibanding Asia. Kehadiran Dubai di daftar top 30 dunia turut mencerminkan Timur Tengah yang semakin diperhitungkan sebagai destinasi baru bagi entrepreneur dan investor global.

Faktor-Faktor yang Membuat Kota Menjadi Pusat Kekayaan

Tidak ada kota yang tiba-tiba menjadi wealth hub dalam semalam. Di balik setiap kota yang masuk daftar ini, ada kombinasi faktor infrastruktur, kebijakan, dan ekosistem bisnis yang terbangun selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Berikut lima faktor utama yang paling sering ditemukan pada kota-kota dengan konsentrasi orang kaya tertinggi di dunia.

  • Infrastruktur dan konektivitas. Kota-kota wealth hub umumnya memiliki sistem transportasi modern, konektivitas digital yang tinggi, dan akses ke bandara internasional yang menghubungkan mereka langsung dengan pusat bisnis lain di dunia. Tanpa infrastruktur semacam ini, arus modal dan talenta akan kesulitan masuk maupun keluar secara efisien.
  • Stabilitas ekonomi dan politik. Kepastian hukum, regulasi bisnis yang jelas, stabilitas mata uang, dan prediktabilitas kebijakan adalah alasan mengapa investor dan pengusaha besar memilih menetap di kota tertentu dan bukan yang lain. Ketidakpastian politik, sebaliknya, bisa membuat modal besar berpindah dengan cepat ke kota lain yang dianggap lebih aman.
  • Ekosistem bisnis yang matang. Akses ke modal ventura dan private equity, bursa saham yang likuid, serta talent pool berkualitas tinggi menjadi bahan bakar utama pertumbuhan kekayaan di sebuah kota. Inilah yang membedakan kota seperti San Francisco atau Shenzhen dari kota lain yang punya populasi besar tapi ekosistem bisnisnya belum sematang itu.
  • Kualitas hidup yang tinggi. Fasilitas pendidikan internasional, layanan kesehatan kelas dunia, dan standar hidup premium membuat para pemilik kekayaan besar betah tinggal dalam jangka panjang, bukan sekadar berbisnis lalu pergi. Kualitas hidup yang baik juga menjadi daya tarik bagi talenta global untuk pindah dan menetap.
  • Sektor ekonomi unggulan yang jelas. Setiap wealth hub cenderung punya identitas sektor yang kuat — New York dan London dengan keuangan, San Francisco dan Shenzhen dengan teknologi, Hangzhou dan Beijing dengan e-commerce, atau Moscow dengan energi dan komoditas. Spesialisasi ini membuat kota-kota tersebut menjadi pusat gravitasi bagi industri spesifik, menarik lebih banyak pemain besar dari sektor yang sama.

Tren Pergeseran Kekayaan Global

Beberapa pola besar terlihat jelas dari data 2026, dan yang paling menonjol adalah kebangkitan Asia yang tidak lagi bisa dianggap sebagai tren sementara. Delapan kota China dan sejumlah kota India serta Asia Tenggara kini rutin masuk daftar global, mencerminkan industrialisasi, pertumbuhan e-commerce, dan ekspansi sektor teknologi yang berjalan bersamaan di kawasan ini. Ini bukan lagi soal satu atau dua kota yang kebetulan tumbuh pesat, melainkan pola regional yang konsisten selama beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, kota-kota teknologi tumbuh dengan kecepatan yang jauh melampaui kota-kota berbasis sektor tradisional. Shenzhen adalah contoh paling ekstrem, berubah dari kota kecil menjadi megacity teknologi hanya dalam beberapa dekade. Hangzhou, tempat lahirnya Alibaba, dan San Francisco dengan ekosistem Silicon Valley-nya menunjukkan pola serupa: pertumbuhan kekayaan yang digerakkan oleh inovasi dan disrupsi, bukan warisan kekayaan lintas generasi seperti yang lebih umum terjadi di kota-kota Eropa.

Sementara itu, Eropa justru menunjukkan tanda-tanda perlambatan. London, misalnya, tercatat mengalami penurunan jumlah jutawan untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir — sinyal bahwa pusat gravitasi kekayaan global memang bergeser menjauh dari Eropa Barat. Di saat yang sama, munculnya Dubai di jajaran top 30 dunia menegaskan bahwa Timur Tengah kini masuk radar sebagai destinasi serius bagi investor dan entrepreneur global, melengkapi gambaran besar bahwa peta kekayaan dunia hari ini jauh lebih tersebar dan dinamis dibanding satu dekade lalu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kota dengan Orang Kaya Terbanyak di Dunia

1. Kota mana yang punya miliarder terbanyak di dunia?

New York, dengan 146 miliarder menurut Hurun Global Rich List 2026.

2. Apa beda jutawan dan miliarder?

Jutawan adalah individu dengan kekayaan bersih minimal US$1 juta, sementara miliarder minimal US$1 miliar — perbedaan seribu kali lipat.

3. Kota apa di Asia yang paling banyak miliardernya?

Shenzhen, China, dengan 132 miliarder, menempati posisi kedua secara global.

4. Negara apa yang punya miliarder terbanyak di dunia?

Amerika Serikat, dengan 989 miliarder dan total kekayaan US$8,4 triliun menurut Forbes 2026.

5. Apakah Jakarta masuk daftar kota terkaya dunia?

Belum masuk jajaran top 10 global, tapi Indonesia tercatat memiliki sekitar 31 miliarder pada awal 2026 menurut Forbes — terbanyak di Asia Tenggara.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6