Sukses

Tak Ada Durian, Petai Pun Jadi Primadona dalam Pameran di Singapura

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 10.000 untai petai dijajakan dalam pameran tahunan Malaysia Fest 2019 di Singapura. Tak disangka-sangka, publik Negeri Singa menyambut baik kehadiran petai.

Menurut laporan Bernama, awalnya hanya terdapat 4.000 helai petai yang dijual dalam pameran. Namun karena respons warga Singapura menggembirakan, jumlahnya ditingkatkan menjadi 10.000.

"Dua dolar untuk lima helai! Dua dolar untuk lima helai!," saut pedagang petai dalam pameran. Harga yang dimaksud adalah dolar Singapura yang jika dirupiahkan senilai dengan Rp 20.500 untuk lima batang petai.

Acara itu berlangsung empat hari dimulai kamis pekan lalu, 25 Juli 2019, lapor Bernama dikutip dari Malay Mail, Selasa (30/7/2019).

Para peserta pameran datang langsung dari Perak Malaysia, di mana petai adalah komoditas terkenal di negara bagian itu.

Sebagian pengunjung pameran menanyakan keberadaan durian.

"Durian sudah habis? Bisakah membawa lebih banyak untuk besok?," kata seorang pengunjung pameran.

Sayang, para penjaga stan hanya dapat menjawab, durian telah dilarang diikutkan dalam pameran. Otoritas Singapura melarang karena bau yang menyengat.

Otoritas Pemasaran Pertanian Federal Malaysia (Fama) sebenarnya telah berusaha sangat keras untuk mendatangkan durian yang sangat populer dari Bukit Gantang, Negeri Jiran. Namun tetap saja, otoritas Singapura tidak membolehkan. 

2 dari 3 halaman

Produk Lain yang Dipamerkan

Stan petai adalah salah satu dari total 233 meja pameran dalam Malay Fest di Singapura itu.

Produk-produk lain yang turut dipamerkan adalah dalam bidang pariwisata, makanan dan buah-buahan, kecantikan, serta mode busana.

Pameran ini menargetkan 90.000 pengunjung dan dibuka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 waktu Singapura.

Berbagai negara bagian, kementerian, dan lembaga Malaysia berpartisipasi dalam pameran ini.

3 dari 3 halaman

Simak pula video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Perkosa TKI di Malaysia, WN India Dipenjara 13 Tahun
Artikel Selanjutnya
Bantah Kirim Nota Protes Kabut Asap, Malaysia: Kami Tawarkan Kerja Sama ke RI