Sukses

17-7-1821: Spanyol Resmi Serahkan Florida ke Amerika Serikat

Liputan6.com, St Augustine - Setelah berkali-kali diklaim oleh Inggris, Prancis, dan Spanyol, Semenanjung Florida akhirnya lepas dari cengkeraman Eropa.

Hari ini, tepat 198 tahun silam, Spanyol menyerahkan semenanjung yang beriklim subtropis itu kepada Amerika Serikat (AS) yang masih berusia muda, demikian Today in History dikutip dari situs web Florida History Network pada Selasa (16/7/2019).

Sebelumnya, Spanyol memberikan nama "La Florida" setelah semenanjung itu ditemukan oleh salah seorang penjelajahnya, Ponce de Leon, pada tahun 1513.

Tidak diketahui pasti apa makna di balik penamaan itu, namun banyak ahli sejarah meyakini hal tersebut didasarkan pada cuaca cerah yang menjadi ciri khas Florida.

La Florida kurang lebih bermakna negeri yang dilimpahi cahaya dalam bahasa Spanyol kala itu.

Florida dijadikan Spanyol sebagai alat tukar kepada Inggris untuk lebih dulu menancapkan pengaruh ke Kuba, setelah sebelumnya menang atas Prancis dalam Perang Tujuh Tahun di Eropa.

Kuba dinilai strategis karena berbentuk kepulauan dan memiliki tanah yang subur untuk pertanian.

Spanyol berpikir bahwa menang saja tidak cukup, dan berpikir mereka harus segera mendahului Prancis untuk menancapkan pengaruh di Dunia Baru, julukan lawas benua Amerika.

2 dari 3 halaman

Taktik AS Setop Serangan Suku Indian

Tetapi, selama Revolusi Amerika, Spanyol merebut Pensacola di barat laut Florida dari Inggris pada 1781.

Dua tahun kemudian, Spanyol mendapatkan kembali seluruh wilayah semenanjung Florida dalam Perjanjian Paris, yang mengakhiri Perang Revolusi.

Upaya kedua Spanyol untuk memerintah Florida dirasa setengah hati, dan kawasan itu menjadi surga bagi budak yang melarikan diri dan serangan suku Indian lokal terhadap AS.

Angkatan Darat AS, di bawah komando Presiden Andrew Jackson, melancarkan beberapa serangan terhadap orang-orang Indian di Florida.

Saat itu, AS berpikir perlu mengendalikan Semenanjung Florida dengan segera, agar bisa mengunci serangan Indian.

3 dari 3 halaman

Menjadi Daerah Terlantar

Di bawah kendali yang setengah hati oleh Spanyol, Florida menjadi "daerah terlantar yang terbuka bagi setiap orang, beradab atau biadab."

Spanyol juga diketahui tidak mampu mengirim orang untuk bermukim atau membangun benteng guna mengamankan wilayah Semenanjung Florida.

Pada akhirnya, Spanyol memutuskan untuk memberikan semenanjung itu kepada Negeri Paman Sam melalui Perjanjian Adams-Onis pada 22 Februari 1821.

Perjanjian itu ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri AS kala itu, John Quincy Adams, dan Luis de Onis, seorang diplomat terkemuka asal Madrid.

Upacara pertukaran bendera berlangsung pada 10 Juli 1821 di Kota St Augustine oleh AS, dan pada 17 Juli di Pensacola oleh pihak Spanyol.

Andrew Jackson, yang ditunjuk sebagai gubernur sementara Florida pada Maret 1821 untuk mengawasi transisi, mengundurkan diri setelah pemindahan tersebut.

Dia kemudian digantikan oleh William P. DuVal sebagai gubernur sementara, sejak pengalihan penuh Florida dari Spanyol ke AS pada 17 Juli 1821.

Sementara itu, tanggal yang sama pada 1862, Amerika Serikat secara resmi mengakui penduduk kulit hitam sebagai buruh, bukan lagi budak.

Juga, tanggal yang sama pada 1917, Raja George V mengubah nama resmi keluarga Kerajaan Inggris dari Saxe-Coburg-Gotha yang berakar Jerman, menjadi Windsor.

Loading
Artikel Selanjutnya
25-8-1989: Voyager 2 Berhasil Mendekat dan Mengabadikan Planet Neptunus
Artikel Selanjutnya
Dinilai Strategis, AS Berencana Buka Konsulat Jenderal di Greenland