Sukses

Unik, 4 Orang Ini Malah Senang Berbuat Kriminal Agar Masuk Penjara

Liputan6.com, Jakarta - Kebanyakan orang tentu tidak mau masuk penjara. Bahkan, para pelaku kejahatan sekalipun mencari segala cara demi menghindari terkurung di balik jeruji besi.

Mendekam di dalam penjara dinilai tidak hanya memengaruhi kondisi fisik seseorang, tapi juga mental.

Meski demikian, terdapat sebagian orang yang ternyata suka hidup di penjara. Mereka menyebut, bui merupakan tempat terbaik untuk dihuni.

Demi dapat hidup di balik sel, orang-orang tersebut bahkan nekat melakukan tindak kejahatan. Dikutip dari laman Listverse, Jumat (5/7/2019) berikut 4 orang yang ingin masuk penjara:

2 dari 5 halaman

1. Walter Unbehaun

Walter Unbehaun adalah seorang pria berusia 73 tahun. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di dalam penjara. Sejumlah tindak kriminal telah ia lakukan di masa muda, seperti mencuri hingga melakukan perampokan bersenjata.

Dia mengaku, tak tahu harus berbuat apa seusai lepas dari penjara. Pada 2013, ia masuk ke sebuah bank untuk melakukan perampokan. "Ini perampokan, saya melakukannya dengan ikhlas," ujarnya sembari menodongkan pistol pada karyawan bank.

Sebanyak US$ 4.178 berhasil ia kantongi dari aksinya tersebut. Tak lama setelahnya, polisi berhasil menangkap Unbehaun di sebuah area parkir hotel.

Setelah ditangkap, ia lalu meminta maaf atas tindakannya. Akibat perbuatannya, ia dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara.

 

3 dari 5 halaman

2. Etta Mae Lopez

Pada 2013, seorang wanita bernama Etta Mae Lopez tengah berupaya untuk berhenti dari kebiasaannya merokok. Berbagai usaha telah ia lakukan, tetapi selalu berujung kegagalan.

Wanita itu menyadari, jalan satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah dengan berada di tempat yang seratus persen bebas asap rokok.

Ia lalu berjalan ke kantor polisi di Sacramento, California, dan melakukan sebuah hal konyol. Di sana, Lopez menunggu polisi yang berjalan melintasi dirinya. Ia kemudian menghalang-halangi langkah mereka.

Lopez lantas dibawa masuk ke kantor polisi setelah menampar salah seorang petugas keamanan.

Atas tindakannya itu, Lopez didakwa hukuman "penyerangan terhadap seorang perwira kepolisian." Ia dijatuhi hukuman 63 hari masa kurungan percobaan.

 

4 dari 5 halaman

3. Linda Thompson

Kesulitan hidup membuat orang ini memilih untuk 'menyewa' satu tempat di jeruji besi.

Sebagai seorang transgender wanita, sulit bagi Linda Thompson mencari pekerjaan atau tempat penampungan yang dapat menerimanya.

Dengan alasan tersebut, ia banyak melakukan tindak kriminal hingga membuatnya kerap keluar-masuk penjara.

Pada 2016, tak lama setelah Thompson menjalani masa kurungan selama enam tahun, ia mendapat serangan di taman dan mengalami patah tulang wajah.

Peristiwa itu membuatnya mengaku bahwa ia sudah tak tahan lagi untuk berada lebih lama di jalanan.

Pasca-kejadian itu, Thompson kedapatan merampok sebuah bank di Cheyenne, Wyoming. Setelah aksinya berhasil, ia segera keluar dari bank untuk memberikan uang hasil perampokan pada orang di sekitar. Lalu, ia hanya diam sembari menunggu kawanan polisi datang.

Setelah tertangkap, ia mengaku bersalah sambil berkata pada hakim, "Saya ingin mendapat banyak waktu (di penjara) sebisa mungkin."

Atas tindakannya, Thompson 'dihadiahi' enam tahun masa penjara.

 

5 dari 5 halaman

4. Lucy Boyer

Pada 2017, Lucy Boyer merindukan pengadilan. Wanita asal Indiana itu sangat ingin masuk penjara.

Surat perintah belum dikeluarkan untuk penangkapannya, dan penyelidik menawarkan bantu. Namun, Boyer tak menginginkan hal itu.

Yang ia inginkan adalah vonis bersalah atas kasus yang tengah ia jalani. Boyer bersikeras dan meminta untuk masuk penjara.

Penyelidik menanyai dia, dan dia mengaku memiliki obat-obatan dan barang selundupan yang disembunyikan di dalam tubuh.

Loading