Sukses

PM India Serukan Digelarnya Konferensi Global Tangkal Terorisme

Liputan6.com, Male - Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan konferensi global untuk mengatasi ancaman terorisme di Asia Selatan, dan juga di seluruh dunia.

Dalam pidatonya di sela-sela kunjungan luar negeri pertama pasca-menang pemilu India, Modi mengatakan kepada parlemen Maladewa bahwa "terorisme bukan hanya ancaman bagi suatu negara, tetapi juga bagi seluruh peradaban".

"Komunitas internasional telah secara aktif mengatur konvensi global dan banyak konferensi tentang ancaman perubahan iklim. Mengapa tidak isu terorisme?" kritik Modi, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia pada Minggu (9/6/2019).

Tujuan seruan itu, menurut Modi, agar tercipta diskusi yang fokus pada hasil, sehingga mencegah pemanbfaat celah-celan oleh pelaku terorisme dan para pendukungnya.

Sementara itu, India disebut tengah mengejar kebijakan luar negeri "lingkungan pertama" yang berpusat pada sekutu-sekutunya di Asia Selatan, meskipun ada sedikit konflik dengan pesaing serumpunnya, Pakistan.

2 dari 3 halaman

Ketegasan Melawan Pengaruh China

Menurut pengamat, lawatan PM Modi ke Maladewa dipandang sebagai ketegasan untuk melawan pengaruh China, yang telah mendorongan pembangunan strategis di Samudra Hindia dalam beberapa tahun terakhir.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Jalur Sutra Baru, yang berupaya menghubungkan langsung kepentingan China dengan berbagai negara di seluruh dunia.

"Di lingkungan Asia Selatan, Maladewa adalah prioritas," kata Modi dalam pidatonya.

Selama kunjungan itu, Modi telah menandatangani banyak perjanjian dengan Maladewa, yang mencakup pembangunan layanan feri, infrastruktur pelabuhan, dan stadion kriket nasional.

Setelahnya, Modi dikabarkan akan melanjutkan agenda lawatan ke ibu kota Sri Lanka, Kolombo, di mana isu keamaan masih menjadi fokus utama di sana.

3 dari 3 halaman

Masa Jabatan Kedua Narendra Modi

Narendra Modi resmi dilantik untuk masa jabatan kedua sebagai perdana menteri India, seminggu setelah Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa dengan mudah naik kembali ke kekuasaan.

Sebanyak 8.000 orang menghadiri pelantikan Modi di istana kepresidenan India pada Kamis 30 Mei, termasuk di antaranya pemimpin dari beberapa negara sahabat, seperti Bangladesh, Myanmar, dan Thailand.

Dikutip dari Al Jazeera, Modi mengucap sumpah jabatan sebagai perdana menteri sesuai dengan konstitusi India, yang diberikan oleh presiden negara itu.

Suksesnya raihan mayoritas oleh BJP, menurut para pengamat, adalah sebuah rekor sejak pemilu 1970-an, di mana sekaligus menempatkan Modi sebagai pemimpin terkuat India dalam beberapa dekade terakhir.

Setelah kampanye yang kerap dituduh polarisasi, Modi mengetwit bahwa ia bertekad "membangun India yang kuat dan inklusif".

Loading
Artikel Selanjutnya
RUU Kewarganegaraan Baru Sah Picu Ricuh, PM Shinzo Abe Tunda Agenda ke India
Artikel Selanjutnya
Di India, Menlu Retno Bahas Fokus Konektivitas Aceh-Andaman