Sukses

Capres Petahana Ukraina Vs Saingan Siap Gelar Debat Pilpres Langka

Liputan6.com, Kiev - Presiden Ukraina Petro Poroshenko sepakat untuk melakukan debat kandidat dengan saingannya Volodymyr Zelensky, dalam acara langka di stadion. Petahana itu juga setuju menjalani tes narkoba dan alkohol pada hari Jumat.

Kendati demikian belum ditentukan tanggal untuk bertatap muka di televisi, yang akan berlangsung di Stadion Olympiyskiy Kiev.

Pengumuman ini terjadi beberapa hari setelah Zelensky, seorang komedian yang tidak memiliki pengalaman politik, memenangkan suara terbanyak dalam putaran pertama pemilihan presiden (Pilpres) Ukraina.

Zelensky sejak itu menyerukan agar debat mereka dimoderatori oleh Yulia Tymoshenko, mantan perdana menteri Ukraina.

Sejauh ini Presiden Poroshenko dan Tymoshenko belum mengomentari permintaan baru ini.

Poroshenko sebelumnya menantang Zelensky untuk debat sebelum gelombang pertama pemungutan suara. Tantangan awalnya diterima tetapi Zelensky kemudian mundur pada janjinya, sebuah langkah yang menuai kritik di media sosial.

Kemudian, pada hari Rabu, Zelensky melempar tantangan itu dalam video media sosial yang apik.

"Kamu pikir aku akan lari dan bersembunyi .... tidak, aku bukan kamu di tahun 2014," katanya seraya menerima tantangan dan memberi Tuan Poroshenko 24 jam untuk menjawab.

Calon presiden itu juga menuntut debat diadakan, di depan semua penyiar yang tertarik, di Stadion Olympiyskiy. Tempat ini dapat menampung hingga 70.000 orang.

Pada hari Kamis, Poroshenko menanggapi dengan videonya sendiri, lebih suram, bersikeras bahwa acara stadion tidak menjadi "pertunjukan".

"Tidak ada ruang untuk lelucon di sini," kata Tuan Poroshenko.

"Menjadi presiden dan komandan tertinggi bukanlah permainan ... itu berarti bertanggung jawab untuk rakyat, untuk negara."

Kedua kandidat telah sepakat untuk menanggung biaya acara, sebagaimana ditetapkan oleh pengawas masyarakat sipil Ukraina, Opora.

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kemenangan Pelawak Ukraina Menang Pilpres Putaran Pertama,

Volodymyr Zelensky, seorang pelawak yang menjadi salah satu dari tiga kandidat Presiden Ukraina mendapatkan perolehan terbesar dalam pemilu.

Menurut hasil sementara yang diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum setempat, ia mendapatkan 30,3 persen suara. Adapun petahana, Presiden Petro Poroshenko, hanya mendapatkan 16 persen; dengan mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko hanya menyabet 13,4 persen.

Persentase tersebut dikeluarkan pasca-penghitungan 90 persen suara yang masuk, mengutip CNN pada Selasa 2 April 2019.

Adapun pemilihan putaran kedua berpotensi dilakukan pada 21 April mendatang, apabila tidak ada kandidat yang mencapai ambang batas 50 persen. Diprediksi Zelensky akan bertarung melawan Presiden Poroshenko jika putaran kedua dilangsungkan.

Dalam suatu kesempatan, Zelensky, mengucapkan terima kasih kepada warga negara yang telah memilihnya.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua warga Ukraina yang memilih bukan hanya untuk bersenang-senang," katanya.

Untuk diketahui, Zelensky adalah seorang pelawak yang pernah membintangi "Servant of the People." Dalam serial televisi tersebut, yang saat ini telah ditayangkan di Netflix, ia berperan sebagai guru sekolah yang beralih profesi menjadi presiden Ukraina.

Dalam kontestasi politik Ukraina, Zelensky digambarkan sebagai orang populis yang tidak memiliki banyak pengalaman politik. Ia sering berkutat pada bisnis, terutama dalam bidang hiburan yang diperkirakan bernilai puluhan juta dollar.

Meski demikian, Zelensky memiliki langkah taktis dalam menanggapi komentar negatif terkait kebijakannya yang dianggap kurang mendalam oleh sebagian pihak. Ia telah memilih beberapa teknokrat sebagai tim penasihatnya.

Di antara teknokrat yang dimaksud adalah mantan menteri keuangan Oleksandr Danylyuk; mantan menteri pengembangan ekonomi dan perdagangan Aivaras Abromavicius; anggota parlemen dan juru kampanye antikorupsi Sergii Leshchenko.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Warga Ukraina Dibuat Panik Gara-Gara Hoaks Tentang Virus Corona
Artikel Selanjutnya
Dampak Salah Tembak Pesawat, Ukraina-Iran Hentikan Kerja Sama Investigasi