Sukses

Seperti Bintang, Eks Istri dan Putri Bungsu Donald Trump Tampil di NYFW

Liputan6.com, New York - Para wanita yang pernah menjadi sorotan karena memiliki hubungan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini kembali jadi gunjingan. Tiffany Trump dan Marla Maples tampil bersama di New York Fashion Week (NYFW).

Bak seorang bintang, mantan istri Donald Trump dan putrinya hadir di acara tersebut. Berfoto bersama dengan sang desainer dan menyaksikan peragaan busananya.

Tiffany Trump, Marla Maples dan Kimberly Guilfoyle tampil di peragaan busana Taoray Wang pada Sabtu 9 Februari 2019 saat NYFW mulai berlangsung.

Anak bungsu Trump yang berusia 25 tahun itu tampil mengenakan pakaian off-the-shoulder berwarna ungu-hitam dengan aksen hijau cerah di bagian lengan yang dilengkapi sabuk kulit besar.

Ibu Tiffany, Marla mengenakan setelan tiga potong berwarna putih yang menonjolkan lekuk tubuhnya.

Pacar Donald Trump Jr, Kimberly, 49, bermain lebih aman dengan gaun merah Taoray beraksen asimetris yang memamerkan kakinya. Ia memadukannya dengan sepatu pump Louboutin.

Juga hadir di acara hari Sabtu itu adalah pacar Tiffany, Michael Boulos.

Pasangan itu meresemikan hubungan mereka di Gedung Putih bulan lalu dan terlihat bersama di New York City dan London pada beberapa kesempatan.

Boulos, seorang pengusaha Nigeria, duduk bersama Tiffany, Marla dan Kimberly di barisan depan untuk menyaksikan para model Taoray Wang naik ke panggung fesyen.

Sebelumnya, Kimberly berada di kursi barisan depan saat acara Chiara Boni La Petite Robe pada Jumat malam. Si rambut coklat itu mengenakan gaun Chiara Boni hitam-putih yang pas dipadu jas hitam.

Dia menyempurnakan penampilannya dengan sepasang anting-anting berlian yang menakjubkan, ditambahn sepatu pump Valentino berujung runcing berwarna putih cerah.

Penampilan para wanita di kehidupan Donald Trump saat NYFW terjadi selang beberapa hari setelah Tiffany dan Kimberly muncul di pidato State of the Union dengan mengenakan pakaian serba putih --adi mana anggota Demokrat yang serasi yang mengenakan pakaian putih secara massal di acara tersebut dalam solidaritas dengan gerakan perempuan.

Kimberly kemudian bersikeras bahwa gaun Tom Ford gadingnya seharga US$ 2.090 dan sepatu yang cocok bukan merupakan dukungan bagi Demokrat.

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 dari 3 halaman

Kian Jadi Sorotan

Tiffany Trump, dan sang bunda, Marla Maples kian jadi sorotan saat Donald Trump akan disumpah menjadi presiden ke-45 AS.

Di tengah euforia yang dirasakan Trump dan keluarga, muncul kabar kurang mengenakkan. Putri bungsu Trump, Tiffany dan sang ibu yang notabene mantan istri kedua Trump, Marla Maples, membujuk seorang penata rambut di Washington untuk memberikan mereka layanan gratis di hari pelantikan.

Seperti dikutip dari The Washington Post, Kamis, 19 Januari 2017, perempuan bernama Tricia Kelly itu mengatakan, ia dihubungi oleh seorang klien lama yang memiliki hubungan dengan Trump. Kelly diminta untuk menata rambut Maples dan Tiffany saat pelantikan.

Ia pun menyatakan kesediaannya dan menjelaskan tarif layanannya, yakni US$ 150 atau setara dengan Rp 2 juta. Namun Maples melalui asistennya menolak tarif itu.

"Aku diceritakan, mereka memiliki anggaran sebesar US$ 300 untuk menata rambut dan berhias," ujar Kelly.

Setelah bolak-balik bernegosiasi, akhirnya Kelly setuju untuk dibayar US$ 200 dalam urusan menata rambut. Sementara urusan makeup mereka harus merogoh kocek sebesar US$ 150.

Tiba-tiba, asisten Maples melontarkan pertanyaan yang cukup mengejutkan.

"Bersediakah Anda dan make up artist melayani secara cuma-cuma? Sebagai gantinya, mereka akan mempromosikan kalian di media sosial," tanya asisten Maples.

Kelly menolaknya. Ia mengaku terkejut bukan main ketika disodori permintaan tersebut.

"Aku tertegun. Akhirnya aku katakan pada mereka, aku bekerja untuk dibayar, tidak gratis," ujarnya.

Ia menjelaskan sikapnya tersebut jauh dari alasan politik mengingat para kliennya merupakan sejumlah tokoh terkemuka, baik dari sisi Partai Republik maupun Demokrat. Awalnya ia enggan mengungkap hal ini ke publik. Namun ia ingin masyarakat belajar tentang etika dari kisahnya.

"Sepertinya mereka mencoba untuk mengetahui ada berapa banyak hal yang bisa mereka dapatkan dengan memanfaatkan nama mereka," ungkap Kelly.

 

 

3 dari 3 halaman

Bukan Tindakan Ilegal

Para ahli etika berpendapat, menerima sesuatu secara gratis bukanlah tindakan ilegal bagi Maples dan Tiffany. Sementara itu, sebagai presiden, Trump kelak diwajibkan melaporkan setiap hadiah yang bernilai lebih dari US$ 300, baik yang ditujukan kepada dirinya atau pun keluarganya.

"Tapi tetap saja Maples atau Tiffany terikat dengan aturan-aturan tersebut," ujar Jan Baran, seorang pengacara yang bertugas di Komisi Etika pada era Presiden George HW Bush.

Juru bicara Maples menolak mengomentari pengakuan Kelly. Tak lama, mencuat kabar bahwa Kelly mendapat ancaman dari klien lama yang menyambungkannya dengan pihak Maples.

"Anda telah bermain-main dengan Presiden AS," sebut ancaman itu.

Lebih lanjut, ancaman itu menjelaskan latar belakang Maples meminta gratisan. Ia khawatir dengan kondisi keuangannya mengingat Tiffany sudah menyelesaikan kuliahnya, sehingga hal tersebut mengakhiri tunjangan dari mantan suaminya, Trumo.

"Dia memiliki gaya hidup dan Anda tidak mengerti itu."

Tiffany memang tak seperti putri Trump lainnya, Ivanka, yang senantiasa mengekor ke mana sang ayah pergi. Ia cenderung jarang tampil di muka publik dan dianggap sebagai putri yang terlupakan.

Ibunya, Maples, merupakan artis Amerika. Ia sempat dituding sebagai penyebab perceraian Trump dengan istri pertamanya, Ivana.

Terkubur Longsoran Salju, 3 Polisi India Berhasil Diselamatkan

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Penampilan Menawan Bella Hadid dengan Gaun Emas di New York Fashion Week
Artikel Selanjutnya
Vietnam Bangga Jadi Tuan Rumah KTT Donald Trump dan Kim Jong-un