Sukses

Horor Temuan 2 Jasad Misterius Tanpa Kepala di Pantai Thailand

Liputan6.com, Bangkok - Thailand tengah dilanda horor akibat temuan dua jasad misterius telah tersapu di pantai wisata populer. Dua di antaranya jasad pria tanpa kepala, dan lainnya hanya bagian kepala wanita.

Salah satu jasad pria tanpa busana ditemukan dengan luka di leher, demikian menurut klaim yang beredar seperti dikutip dari The Sun, Minggu (10/2/2019).

Polisi menduga pria itu meninggal sepekan sebelum ditemukan terseret ke Pantai Mae Ramphueng di Rayong - dekat dengan Pattaya di pantai Teluk timur Thailand, The Sun melaporkan.

Dia memiliki tiga tato dalam bahasa Inggris di pergelangan tangannya, tetapi kulitnya telah terkelupas karena pembusukan yang signifikan dari air laut sehingga sulit untuk mengidentifikasinya.

Tubuh laki-laki kedua ditemukan 10 kilometer jauhnya di Pantai PMY di Rayong, hanya mengenakan pakaian dalam. Diduga kuat dia meninggal setidaknya sepuluh hari sebelum penemuan mengerikan itu, The Thaiger melaporkan.

Kepala polisi Samrong Selatan, Kolonel Prasert Buakhao mengatakan, para nelayan juga menemukan kepala dari apa yang mereka yakini sebagai seorang wanita di perairan terdekat.

Kepala dengan rambut panjang itu berada di air selama beberapa hari dekat dermaga di Phra Pradaeng, sekitar 20 kilometer selatan Bangkok.

Polisi Thailand menduga kuat bahwa temuan horor itu terhubung dengan dua tubuh telanjang pria.

Rayong hanya dua jam dari Bangkok dan merupakan tujuan wisata populer bagi para backpacker muda berkat pantainya yang terpencil.

Pantai Mae Ramphueng adalah salah satu objek wisata paling populer di provinsi ini dan merupakan bagian dari taman nasional Khao Lame Ya.

Pantai PMY tempat mayat kedua ditemukan adalah bagian dari sebuah resor di Rayong, lokasi sejumlah orang Thailand yang kerap rehat dari ibu kota Bangkok nan ramai.

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Jasad Wanita Misterius Ditemukan di Australia

Sebelumnya, sosok jasad wanita misterius pernah ditemukan di semak-semak yang berada di dekat tempat parkir dari pusat perbelanjaan di pinggiran kota Australia. Dia diduga menjadi korban penyerangan dan mencoba melakukan perlawanan terhadap pelaku.

Polisi juga menganggap penemuan itu mencurigakan. Inspektur Detektif Andrew Stamper mengatakan, otoritas masih harus menyelidiki apakah wanita itu telah mengalami pelecehan seksual atau tidak.

"Kami masih melakukan investigasi atas kasus ini. Masih dalam tahap awal. Kami tidak tahu seperti apa situasinya," ujar Stamper seperti dikutip dari media Australia, News.com.au pada Rabu 16 Januari 2019.

Selain itu, polisi juga belum dapat memastikan sejauh mana luka yang diderita korban. Namun, Stamper membenarkan bukti yang dikumpulkan dari tempat kejadian perkara bahwa korban kemungkinan besar telah diserang secara fisik.

Akan tetapi, Stamper tidak yakin apakah korban sedang menuju rumah atau mengarah ke mal ketika dia diserang.

Temuan mengenai jenazah perempuan itu dilaporkan oleh seorang pejalan kaki yang sedang melintas di sekitar pusat perbelanjaan Bundoora, Victoria, Australia, paa Rabu sekitar pukul 07.00 waktu lokal.

Polisi akan mewawancarai penduduk setempat dan sejumlah saksi ketika mereka mencoba dan mengumpulkan bukti-bukti. Detektif juga meminta rekaman CCTV untuk pemeriksaan lanjut.

Stamper mengatakan, siapa pun yang bepergian dengan trem 86 dari Melbourne ke Bundoora antara pukul 23.00 - 01.00, wajib menghubungi pihak kepolisian.

 

Warga Arizona Bersiap Hadapi Badai Musim Dingin

Tutup Video
Loading
Artikel Selanjutnya
Raja Thailand Kecam Pencalonan Putri Ubolratana sebagai Perdana Menteri
Artikel Selanjutnya
Maju Pemilu, Putri Thailand Siap Berebut Kursi Perdana Menteri