Sukses

Kasar dan Bikin Onar, Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Liputan6.com, Auckland - Sekelompok turis keluarga dari Inggris akan dideportasi dari Selandia Baru setelah penduduk setempat menuduh mereka melakukan serangkaian keonaran.

Para turis, yang diyakini berasal dari Liverpool, menghadapi klaim bahwa mereka menghancurkan pantai, meninggalkan kafe tanpa membayar, merusak apartemen tempat tinggal mereka dan diduga mencuri telepon wartawan, demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (16/1/2019).

Seorang bocah lelaki dalam kelompok itu juga mengancam akan 'menghancurkan otak' dari seorang perempuan yang telah merekam mereka menebarkan sampah di pantai Auckland yang indah. Sementara anggota keluarganya juga dituduh menaruh semut dan rambut di makanan restoran untuk menghindari membayar tagihan.

Sedangkan pada 15 Januari 2019, seorang perempuan berusia 26 tahun yang terhubung dengan turis-turis gaduh itu telah ditangkap dan didakwa dengan pencurian di Hamilton, di mana dia akan tiba di diadili pada Rabu 16 Januari 2019.

Dideportasi

Enam polisi dan dua petugas imigrasi, sekitar pukul 15.00 waktu lokal pada 15 Januari 2019, telah menemui keluarga itu dengan membawa surat-surat deportasi, Stuff melaporkan.

Asisten manajer umum Selandia Baru untuk urusan imigrasi, Peter Devoy, mengatakan keluarga itu telah diberikan pemberitahuan deportasi dengan alasan "masalah yang berkaitan dengan karakter", demikian seperti dikutip dari The Strait Times.

Di sisi lain, John Johnson menegaskan keluarganya merupakan 'orang baik-baik', mengklaim kakeknya adalah "orang terkaya ke-10 di Inggris" dan mengatakan dia dibuat merasa "sangat tidak disukai" di Selandia Baru.

"Saya tidak akan pernah datang ke Selandia Baru lagi. Saya takut terhadap keselamatan anak-anak saya di pantai. Ada orang yang melempar barang kepada kami," jelasnya.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Wali Kota Auckland: Mereka Sampah

Kelompok itu beranggotakan 12 orang, termasuk saudara laki-laki John dan David Johnson, pasangan mereka, anak-anak, dan ibu mereka, Eileen Doran, dari Liverpool, yang tiba di Selandia Baru pada hari Jumat pekan lalu.

Mereka mengatakan mereka adalah keluarga 'terhormat' yang 'datang untuk melihat para Hobbit' --tetapi rencana mereka telah 'gagal' gara-gara tuduhan terhadap mereka.

Kekerasan mereka di Selandia Baru menyebabkan kelompok itu diberi label 'sampah' oleh Wali Kota Auckland, Phil Goff. Sebuah petisi yang menyerukan deportasi mereka kini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 2.500 tanda tangan.

Dalam sebuah wawancara radio, Goff mengatakan: "Saya telah meminta dewan untuk menindaklanjutinya, karena saya ingin melihat mereka dihukum dengan denda pelanggaran karena menghancurkan negara kita. Mereka seharusnya tidak berada di sini."

Perilaku tak menyenangkan keluarga itu sekarang tampaknya telah memuncak dalam pertikaian yang memanas di mana polisi dipanggil setelah mereka terlihat berjalan melalui drive-through restoran cepat saji Burger King. Staf di rantai makanan cepat saji itu mengatakan mereka menyebabkan gangguan dan mengeluh dengan meminta makanan gratis.

PRABOWO SEBUT PERUSAHAAN PERUSAK LINGKUNGAN RAMAI DI ERA JOKOWI

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Parlemen Inggris Tolak Brexit, Oposisi Ajukan Mosi Tak Percaya pada Theresa May
Artikel Selanjutnya
Unjuk Rasa Ribuan Dokter Picu Layanan Kesehatan di Selandia Baru Lumpuh