Sukses

Militer AS Mulai Tarik Peralatan Besar dari Suriah

Liputan6.com, New York - Penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah sudah dimulai dengan menarik berbagai peralatan besar. Tapi penarikan tentara yang berjumlah 2.000 orang itu belum dimulai, karena mereka masih membantu penumpasan terhadap kelompok ISIS.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Minggu (13/1/2019) menurut seorang pejabat departemen pertahanan Amerika pada Jumat (11/1), yang kini ditarik adalah berbagai peralatan militer.

Sementara pada Kamis, juru bicara pasukan Amerika Serikat mengatakan, "kami telah mulai proses penarikan dari Suriah."

"Tapi karena alasan keamanan, kami tidak akan mengumumkan jadwal yang pasti, dan lokasi pasukan," kata pernyataan itu.

Saksi-saksi di darat melaporkan kepada badan pemantau HAM Suriah yang berkantor di London, mereka melihat 10 kendaraan lapis baja dan peralatan berat lainnya keluar dari pangkalan Amerika di propinsi al-Hasaka, dan bergerak menuju Irak.

Tapi tidak lama kemudian, saksi-saksi lain di Suriah mengatakan melihat sejumlah pasukan barat dan peralatan mereka memasuki propinsi Aleppo di Suriah utara.

Kata badan pemantau HAM di London, para saksi melihat konvoi sekitar 150 kendaraan lapis baja, tentara dan peralatan logistik dalam rombongan itu.

Sumber yang dekat dengan pejuang Kurdi di Suriah mengatakan kepada VOA, tentara Amerika agaknya sedang memindahkan peralatan dan pasukan dari satu bagian ke bagian lain di Suriah.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Perang Melawan ISIS Berlanjut

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, pada Kamis (10/1) mengatakan, meskipun Amerika Serikat menarik pasukannya dari Suriah, AS akan tetap berkomitmen pada perang melawan militan ISIS dan mencegah kelompok itu terus berkembang.

"Kami akan melakukannya secara berbeda di satu tempat ini, Suriah," kata Pompeo.

"Keputusan Amerika Serikat untuk menarik pasukan telah dibuat. Kami akan langsung melaksanakannya."

Pompeo berjanji bahwa Amerika Serikat "akan tetap menjadi mitra yang kuat di kawasan bagi Mesir dan yang lainnya," dan mendesak setiap negara agar bertindak tegas untuk menumpas terorisme.

Loading
Artikel Selanjutnya
Korea Selatan Desak Korea Utara dan AS Lebih Tegas soal Denuklirisasi
Artikel Selanjutnya
Menanti Hasil Negosiasi Perdagangan AS-China