Sukses

Transkrip Detik-Detik Jelang Pembunuhan Jamal Khashoggi: Berteriak dan Digergaji...

Liputan6.com, Washington DC - "Aku tidak bisa bernapas" adalah kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi, setelah ia diserang oleh tim eksekutor beranggotakan belasan figur Saudi di konsulat negara itu di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

Transkrip kata-kata terakhir Khashoggi jelang kematiannya itu dipublikasikan oleh CNN pada 9 Desember 2018, bersumber dari pejabat anonim yang akrab dengan penyelidikan pembunuhan kolumnis the Washington Post tersebut, demikian seperti dikutip dari CNN, Senin (10/12/2018).

Sumber itu, yang telah membaca transkrip terjemahan rekaman audio tentang momen-momen terakhir Khashoggi yang menyakitkan, mengatakan, jelas bahwa pembunuhan pada 2 Oktober bukanlah upaya peringkusan yang berjalan keliru, tetapi, pelaksanaan (pembunuhan) yang telah direncanakan sebelumnya.

Dalam rekaman adegan yang mengerikan, sumber anonim itu menggambarkan, Khashoggi berjuang melawan sekelompok orang yang bertekad untuk membunuhnya.

"Aku tidak bisa bernapas," kata Khashoggi.

"Aku tidak bisa bernapas.

"Aku tidak bisa bernapas."

Melalui analisis transkrip rekaman itu, diduga terjadi mutilasi menggunakan gergaji. Sumber anonim itu menambahkan bahwa para pelakunya menggunakan earphone untuk memblokir suara saat mengeksekusi Jamal Khashoggi.

Dan, menurut sumber itu, transkrip tersebut menunjukkan bahwa serangkaian panggilan telepon dilakukan oleh para pelaku kepada seseorang untuk memberikan penjelasan tentang perkembangan aksi mereka. Pejabat Turki menambahkan, mereka meyakini bahwa panggilan telepon itu dilakukan ke tokoh senior di Riyadh.

Beberapa detail dalam transkrip yang dilihat oleh sumber CNN telah muncul di laporan sebelumnya tentang konten rekaman. Tetapi ini adalah laporan lengkap dari transkrip yang sejauh ini telah dipublikasikan.

Transkrip asli audio disiapkan oleh Dinas Intelijen Turki. Para pejabat Turki tak pernah mengatakan bagaimana mereka memperoleh audio. Transkrip itu akan diterjemahkan sebelum dibagikan dengan badan intelijen lainnya. Sumber CNN membaca versi terjemahan dan telah diberitahu tentang penyelidikan tersebut.

Foto Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul (AP/Jacquelyn Martin)

Kantor salah satu senator Amerika Serikat, yang telah menerima penjelasan tentang penyelidikan pembunuhan Khashoggi dari Direktur Badan Intelijen AS (CIA) Gina Haspel pekan lalu, mengatakan kepada CNN bahwa transkrip itu "konsisten" dengan apa yang dipaparkan oleh Haspel.

CNN meminta para pejabat Saudi untuk mengomentari isi transkrip seperti yang dijelaskan oleh sumber, dan untuk memberikan komentar dari mereka yang disebutkan di dalamnya.

Seorang pejabat Saudi mengatakan: "Para pejabat keamanan Saudi yang relevan telah meninjau transkrip dan materi rekaman melalui saluran keamanan Turki dan tidak ada di dalamnya referensi atau indikasi dari panggilan yang dibuat."

"Jika ada informasi tambahan yang dimiliki pihak berwenang Turki yang tidak kami ketahui, kami akan meminta secara resmi agar diserahkan kepada kami untuk ditinjau, yang telah kami minta berkali-kali dan masih meminta. Dan, sampai sekarang, kami belum menerima apa pun."

Pejabat Saudi itu tidak membahas karakterisasi transkrip dari adegan di dalam konsulat Saudi di Istanbul, atau kata-kata terakhir Jamal Khashoggi.

Baca detail selanjutnya di halaman kedua.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 3 halaman

Detail Transkrip yang Dipublikasikan CNN

Transkrip dimulai pada saat Khashoggi memasuki konsulat Saudi di distrik pemukiman tenang di Istanbul saat jam makan siang pada 2 Oktober.

Khashoggi mengira dia telah membuat janji rutin untuk mengambil dokumen yang akan memungkinkan dia untuk menikahi tunangannya, Hatice Cengiz.

Tetapi, menurut narasumber kepada CNN, Khashoggi sempat terbesit bahwa kunjungannya kali itu tak akan berjalan sesuai dengan perkiraannya. Semua bermula ketika dirinya mengenal salah satu dari orang-orang yang bertemu dengannya, lalu menanyakan kepentingannya kala itu.

Menurut sumber CNN, suara yang tercatat dalam transkrip diidentifikasi sebagai Maher Abdulaziz Mutreb, mantan Diplomat Saudi dan pejabat intelijen yang bekerja untuk Putra Mahkota Pangeran Muhammed bin Salman. Baik Mutreb dan Khashoggi saling mengenal, karena pernah bersua di Kedutaan Saudi di London,

"Kamu akan kembali," kata Mutreb.

"Kamu tidak bisa melakukan itu," jawab Khashoggi, "Orang-orang menunggu di luar."

Menurut sumber CNN, tunangan Khashoggi menemaninya sampai di luar konsulat, dengan instruksi untuk memanggil rekan-rekannya jika dia tidak muncul.

Tanpa dialog lebih lanjut, menurut sumber, transkrip menunjukkan bahwa beberapa orang menghadang Khashoggi.

Jamal Khashoggi (AFP Photo/Mohammed Al-Shaikh)

Suara-suara mengikuti, dan dengan cepat Khashoggi berjuang untuk bernapas.

Dalam satu versi penjelasan yang berkembang atas kematian Khashoggi, para pejabat Saudi mengatakan bahwa Khashoggi tewas akibat tak sengaja tercekik dalam sebuah pergumulan ketika tengah diringkus. Namun menurut transkrip itu, sumber CNN mengatakan, suara Khashoggi dapat didengar di sela-sela kebisingan, berulang kali mengklaim dia tidak bisa bernafas.

Meskipun permohonannya terdengar putus asa, kata-kata terakhir yang berhasil dianalisis dalam transkrip itu adalah:

"Aku tidak bisa bernapas."

Transkrip mencatat lebih banyak suara, dan beberapa suara lainnya.

Salah satu suara yang diidentifikasi pada transkrip oleh otoritas Turki sebagai milik Dr. Salah Muhammad al-Tubaiqi, kepala kedokteran forensik di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, kata sumber itu.

Selain Khashoggi dan Mutreb, al-Tubaiqi adalah satu-satunya suara lain yang teridentifikasi dengan nama pada transkrip.

Ketika transkrip berlanjut, jelas Khashoggi belum mati.

Transkrip mencatat suara-suara yang dapat didengar di kaset, hampir seperti bagaimana subtitle menggambarkan momen-momen dalam film ketika tak ada dialog.

"Berteriak."

"Berteriak."

"Terengah-engah."

Kemudian, transkrip mencatat uraian lain.

 "Gergaji."

"Pemotongan."

Transkrip tidak menentukan pada titik waktu mana Khashoggi meninggal.

Dalam transkrip, Tubaiqi tercatat memberikan beberapa saran kepada orang lain di ruangan itu, tampaknya untuk membantu mereka menghadapi tugas yang mengerikan.

"Kenakan earphone Anda, atau dengarkan musik seperti saya."

Selama adegan itu, transkrip mencatat setidaknya tiga panggilan telepon yang dilakukan oleh Mutreb.

Menurut sumber itu, transkrip menunjukkan Mutreb memberikan perkembangan situasi kepada seseorang yang berada di Riyadh, kata pejabat Turki yang anonim. Itu melibatkan penjelasan rincian langkah demi langkah tentang apa yang sedang terjadi.

"Katakan milik Anda, masalahnya sudah selesai," kata Mutreb.

Kata "milik Anda" diinterpretasikan oleh sumber CNN untuk merujuk pada atasan, atau pimpinan.

Transkrip itu telah disebarkan ke sekutu Turki dan Saudi, termasuk di Eropa, tetapi hanya Amerika Serikat dan Arab Saudi yang menerima rekaman suara aslinya.

Asumsi di antara pejabat negara-negara itu adalah bahwa Mutreb sedang berbicara dengan Saud al-Qahtani, pembantu dekat Pangeran Salman, kata sumber itu. Para pejabat Saudi mengatakan al-Qahtani telah dicopot dari posisi sebelumnya sebagai pemimpin media untuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. (AP/Alastair Grant)

Jelas dari transkrip percakapan telepon bahwa panggilan tidak menggambarkan situasi yang mengerikan dan kacau, atau menjelaskan serangkaian keadaan yang tak terduga, kata sumber itu.

Sebagai gantinya, si penelepon muncul hanya untuk memberitahukan seseorang tentang apa yang sedang terjadi. Hampir tidak ada tindakan seorang pemimpin operasi yang panik, tetapi lebih banyak deskripsi tentang situasi yang sepenuhnya berjalan sesuai dengan rencana, kata sumber itu kepada CNN.

Tapi, transkrip hanya mencatat sisi percakapan Mutreb. Tanpa rekaman panggilan itu, atau rincian lebih lanjut dari nomor yang dipanggil, kesimpulan lebih lanjut berdasarkan pada transkrip saja tidak dapat dilakukan.

Sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan Saudi terhadap pembunuhan Khashoggi mengatakan kepada CNN bahwa Mutreb dan Tubaiqi menyangkal melakukan panggilan telepon pascamenjagal korban.

CNN sebelumnya melaporkan bagaimana Mutreb, Tubaiqi dan 13 orang Saudi lainnya tiba di Istanbul dengan jet sewaan swasta dan pesawat komersial menjelang dan pada hari-h pembunuhan Khashoggi.

Video kamera pengawasan Turki merekam 15 orang tim pembunuh yang tiba di konsulat sesaat sebelum Khashoggi, dan berangkat beberapa jam kemudian. Orang yang menjadi tubuh ganda Khashoggi dan mengenakan pakaian korban terlihat pada CCTV meninggalkan konsulat dari pintu belakang.

 

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan Dini

Transkrip itu relatif pendek, mengingat rentang waktu yang dijelaskannya, narasumber anonim itu mengatakan kepada CNN.

Tidak banyak dialog; tentu saja tidak ada interpretasi percakapan tentang mengapa Khashoggi "harus kembali," dan tidak ada indikasi --seperti yang dijelaskan oleh para pejabat Saudi pada satu titik-- bahwa dia telah dibius oleh tim penjagal.

Tidak ada apa pun dalam transkrip itu yang dapat digambarkan sebagai "bukti pamungkas" --baik itu cuplikan percakapan atau panggilan telepon yang secara langsung merujuk Pangeran Salman dengan tim pembunuh, atau pada proses pembunuhan Khashoggi.

Tetapi kesimpulan signifikan yang diambil sumber itu dari transkrip adalah bahwa pembunuhan Khashoggi adalah pembunuhan terencana oleh tim yang terorganisir yang melaksanakan tugasnya dengan efisiensi kejam, membuat seseorang di Riyadh mendapatkan informasi di setiap langkah.

Sementara transkrip tidak menyediakan "bukti pamungkas" yang secara langsung mengikat Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada pembunuhan itu, hal itu tampaknya menggemakan sentimen Senator AS Lindsey Graham setelah mendengar penilaian CIA atas pembunuhan Khashoggi.

Graham, yang berada di antara sekelompok senator untuk menerima pengarahan rahasia mengenai kasus Khashoggi dari Direktur CIA, mengatakan awal pekan ini bahwa dia setuju dengan kesimpulan dari dinas keamanan AS bahwa bin Salman terlibat dalam kasus tersebut.

Pemerintah Tunisia Dorong Warganya Berpoligami?

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Arab Saudi Tolak Desakan Ekstradisi Pembunuh Jamal Khashoggi, Kenapa?
Artikel Selanjutnya
PBB: Dialog Damai Antara Yaman-Saudi dan Houthi Beri Hasil Positif