Sukses

Penembakan di Kanada Tewaskan 4 Orang, 2 di Antaranya Anggota Polisi

Liputan6.com, Fredericton - Penembakan terjadi di Fredericton, New Brunswick, bagian timur Kanada pada Jumat 10 Agustus 2018. Kepolisian setempat mengatakan, empat orang dilaporkan meninggal dunia, dua di antaranya adalah anggota polisi.

Kasus penembakan ini dikonfimasi oleh polisi wilayah Fredericton, New Brunswick, Kanada melalui cuitan di akun Twitter.

Dikutip dari laman BBC, Sabtu (11/8/2018), hingga saat ini otoritas setempat belum menyebutkan identitas pelaku serta motif dari insiden penembakan tersebut.

"Belasungkawa yang terdalam kami sampaikan kepada keluarga dari anggota kepolisian Fredericton yang meninggal, Lawrence Robert (45) dan Sara Mae Helen Burns (43) serta korban lainnya dalam penembakan pagi ini," tulis @CityFredPolice.

Atas insiden ini, polisi mengimbau masyarakat setempat untuk tinggal di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar apabila tidak di perlukan.

Sementara itu, menurut laporan dari seorang reporter TV lokal ada empat kali tembakan yang terjadi di lokasi tersebut.

Nick Moore, seorang wartawan dari CTV Atlantic menggambarkan keadaan di lokasi kejadian sebagai peristiwa darurat yang harus segera ditindaklanjuti.

Fredericton adalah ibu kota dari provinsi New Burnswick dengan total penduduk mencapai 56 ribu jiwa. Undang-undang mengenai kepemilikan senjata api di Kanada sebenarnya telah diperketat, bahkan lebih baik dari Amerika Serikat.

Tetapi, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir jumlah penembakan kian meningkat. Dalam catatan kepolisian Kanada, sangat jarang ada petugas keamanan yang tewas saat menjalankan tugas.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Penembakan di Toronto

Sebelumnya, kasus penembakan di Kanada juga terjadi pada Juli lalu. Pihak berwenang Kanada mengidentifikasi tersangka penembakan mematikan pada Minggu, 22 Juli 2018 di Toronto. Mereka menyebutkan identitas pelaku adalah pria bernama Faisal Hussain yang berusia 29 tahun.

Seperti dikutip dari CNN, the Ontario Special Investigations Unit (SIU) atau Unit Investigasi Khusus Ontario mengatakan mereka merilis identitas pelaku karena "status luar biasa" atas insiden tragis tersebut.

SIU mengatakan, pemeriksaan post-mortem pada terduga penembak itu dijadwalkan berlangsung pada Selasa.

Menurut SIU, pria bersenjata itu diburu oleh petugas ke Bowden Street usai penembakan yang terjadi pada Minggu, 22 Juli malam sesaat setelah pukul 22.00.

Baku tembak kemudian terjadi dan si pelaku melarikan diri lagi. Namun, dia ditemukan tewas sekitar 100 meter dari Bowden Street di Danforth Avenue.

Salah satu saksi di tempat kejadian menggambarkan pelaku penembakan sebagai pria kulit putih berusia 30-an yang mengenakan pakaian hitam.

Sementara itu, dikutip dari New York Post, sumber-sumber penegak hukum mengatakan bahwa pelaku penembakan terobsesi tokoh superhero Batman.

"...Orang itu memiliki sejarah sebagai emotionally disturbed person (EDP) -- orang yang terganggu secara emosional -- sejak sekolah menengah," kata sumber itu tentang sosok Faisal Hussain yang lahir di Kanada dan keturunan Timur Tengah.

Saat di sekolah menengah ia dikenal kerap menyimpan gambar orang yang terbunuh, kata sumber itu menambahkan. Dia sebelumnya pernah ditangkap dua kali; satu kali terkait perampokan bersenjata dan lainnya atas kepemilikan pistol imitasi.

"Aksinya tak mengarah ke terorisme. Lebih kepada aksi gila", sumber itu menjelaskan.

"Dia memiliki ketertarikan dengan film Batman 'The Dark Knight', meskipun tidak jelas apakah itu ada hubungannya dengan insiden penembakan."

Saksikan Live Streaming Asian Games 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Teleskop Radio Kanada Tangkap Sinyal Misterius dari Antariksa, Alien?
Artikel Selanjutnya
PM Kanada Justin Trudeau Menolak Tegas Desakan dari Arab Saudi