Sukses

Studi Ilmiah: Seperempat Penduduk Inggris Tak Yakin dengan Orientasi Seksual Mereka

Liputan6.com, London - Sebuah studi ilmiah terbaru mengungkapkan fakta bahwa seperempat penduduk Inggris mengaku tidak begitu yakin dengan orientasi seksual mereka.

Ketidakyakinan yang dikenal dengan julukan "seksualitas cair" itu menandakan bahwa seseorang mengidentifikasikan diri "tidak benar-benar lurus" pada skala Kinsey Sale, yakni penilaian terhadap tujuh varian seksualitas, mulai dari "eksklusif heteroseksual" hingga"eksklusif homoseksual".

Penelitian yang dirilis pekan ini menunjukkan bahwa 26 persen orang dewasa di Inggris mengaku berbeda saat merasakan orientasi seksual, yang menandakan mereka bisa menjadi heteroseksual ataupun homoseksual, atau umum disebut abu-abu.

Dikutip dari Indy100.com pada Jumat (13/7/2018), fenomena ini meningkat menjadi sepertiga ke angka 35 persen, pada seksualitas mereka yang berusia 35-44 tahun, dan dua kali lipatnya pada kelompok dewasa usia 18-24 tahun.

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset sosial YouGov ini menyasar pada 2.000 responden, yang terbagi dalam tiga kelompok usia dewasa, di mana ditemukan fakta lain bahwa ukuran skala lebih bisa menjelaskan kondisi seksualitas seseorang, dibandingkan hanya melabeli heteroseksual dan homoseksual.

Temuan ilmiah ini berbebda jauh dengan data yang disusun oleh Kantor Statistik Nasional (ONS) pada 2016. Lembaga tersebut menemukan bahwa hanya dua persen dari populasi orang dewasa di Inggris, yang teridentidikasi sebagai kelompok di luar heteroseksual, atau sekitar satu juta jiwa.

Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ilmiah di atas adalah sekitar 17 juta jiwa, atau kurang lebih seperempat dari total penduduk Inggris.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Sambutan Positif Terhadap LGBT

Secara keseluruhan, sekitar satu dari enam responden telah memiliki pengalaman seksual dengan sesama jenis, yang meningkat menjadi seperempat di antara mereka yang berusia 18-24, 25-34 dan 35-44.

Disebutkan pula bahwa wanita heteroseksual lebih terbuka terhadap pengalaman sesama jenis daripada pria. Satu dari lima responden kaum Hawa mengatakan bahwa mereka mungkin bisa, atau pasti tertarik, pada seseorang dengan jenis kelamin yang sama.

Penelitian ini juga mengungkapkan perkembangan terbaru terhadap upaya melawan stereotip negatif seputar seksualitas.

Hampir separuh responden berpikir pria gay dan biseksual diterima lebih positif oleh masyarakat selama tiga tahun terakhir. Sementara 37 persen lainnya melihat persepsi yang lebih positif terhadap kelompok lesbian dan wanita biseksual, selama periode yang sama.

Lebih dari setengah responden mengaku paparan media menjadi alasan tentang perubahan persespai mereka terhadap kelompok LGBT.

Loading
Artikel Selanjutnya
Suporter Inggris Diduga Lakukan Penghinaan Saat Laga Kontra Kroasia
Artikel Selanjutnya
Donald Trump ke Inggris, Lagu 'American Idiot' Menggema di Seantero Britania Raya