Sukses

Selain Otak, Ini 5 Organ Tubuh Manusia yang Punya Fungsi Luar Biasa

Liputan6.com, Jakarta - Tubuh dan organ manusia diciptakan begitu sempurna oleh Sang Pencipta. Besar atau kecilnya sebuah organ yang terdapat dalam tubuh, punya peran yang sangat luar biasa.

Ketika seseorang menyumbangkan setengah liter darah, maka ia akan kehilangan 3,5 triliun sel darah merah. Namun tak perlu khawatir, tubuh akan dapat dengan cepat menggantikannya.

Fungsi-fungsi itulah yang membuat manusia terheran-heran. Bahkan, benda ciptaan (alat bantu) tak dapat menandingi fungsi dan peran asli dari sebuah organ tubuh.

Selama ini kita juga selalu berfokus pada otak, sebagai organ paling mahadahsyat di dalam tubuh. Meski itu benar adanya, namun beberapa organ tubuh lainnya ternyata juga memiliki fungsi yang amat luar biasa.

Seperti dikutip dari laman Listverse.com, Rabu (23/5/2018), selain otak, berikut 5 organ tubuh paling dahsyat yang ada pada diri manusia:

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Sistem Vestibular

Pernahkah Anda melihat ada seseorang yang kerap pusing dan tiba-tiba jatuh pingsan? Biasanya, hal yang dialami oleh seseorang tersebut bukan pusing biasa.

Ada masalah lain yang dialami oleh orang tersebut. Kemungkinan besar ia mengalami masalah pada sistem vestibular.

Vestibular adalah sebuah sistem yang bertanggung jawab akan keseimbangan tubuh. Sistem sensorik ini letaknya ada di dalam telinga tengah.

Selain berfungsi sebagai sistem keseimbangan, vestibular juga berfungsi agar manusia dapat membedakan arah dan memprediksi jarak. Vertigo adalah salah satu gangguan yang disebabkan oleh masalah sistem vestibular.

3 dari 6 halaman

2. Tempurung Lutut

Apa jadinya manusia tanpa memiliki tempurung lutut. Organ yang satu ini memang jarang kita perhatikan. Namun, punya peran yang sangat luar biasa.

Tanpa adanya tempurung lutut manusia tidak dapat berlutut -- mengerjakan salat misalnya. Atau, manusia juga tidak akan dapat berjalan tanpa organ ini.

Fungsi utama tempurung lurut secara teknis disebut patella -- tulang berbentuk segitiga dan tebal -- yang mampu meluruskan dan melipat kaki.

4 dari 6 halaman

3. Uterus

Rahim atau uterus adalah organ reproduksi betina yang utama pada kebanyakan mamalia, termasuk manusia. Rahim terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran di organisme yang berbeda. Pada manusia berbentuk buah pir dan seukuran telur ayam.

Rahim kebanyakan terdiri dari otot. Lapisan permanen jaringan yang paling dalam disebut endometrium.

Pada kebanyakan mamalia, termasuk manusia, endometrium membuat lapisan pada waktu-waktu tertentu yang jika tak ada kehamilan terjadi, dilepaskan atau diserap kembali.

Fungsi uterus adalah sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio hingga dilahirkan. Rahim berperan besar saat menstruasi hingga melahirkan. Uterus memberikan nutrisi bagi janin, yang tertanam dalam endometrium melalui pembuluh darah.

5 dari 6 halaman

4. Lensa Mata

Lensa mata atau biasa disebut kristalin adalah bagian mata yang terletak di belakang pupil mata yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina. Lensa didukung oleh otot yang disebut muskulus siliaris (otot daging yang melingkar).

Apabila otot ini berkontraksi akan terjadi perubahan ukuran lensa. Kemampuan lensa mata ini dinamakan daya akomodasi.

Ruangan di antara lensa dan kornea berisi cairan encer yang disebut aqueous humor. Di bagian bola mata berisi cairan kental dan transparan yang menyebabkan bola mata menjadi kukuh.

Cairan ini disebut vitreous humor. Jika terlalu banyak cairan dalam mata, akan terjadi gangguan yang disebut glaukoma. Penyakit ini menimbulkan kebutaan jika tidak segera diobati.

6 dari 6 halaman

5. Kulit

Kulit manusia adalah lapisan luar dari tubuh. Kulit memiliki beberapa lapisan jaringan dan memainkan peran penting dalam melindungi tubuh terhadap patogen (parasit).

Fungsi lainnya adalah isolasi, pengaturan suhu, sensasi, sintesis vitamin D, dan perlindungan vitamin B folates.

Kulit memiliki sel mesodermal, pigmentasi, atau melanin yang disediakan oleh melanosit, yang dapat menyerap sebagian radiasi ultraviolet berpotensi berbahaya (UV) sinar matahari.

Kulit memiliki sel mesodermal, pigmentasi, atau melanin yang disediakan oleh melanosit, yang menyerap sebagian radiasi ultraviolet berpotensi berbahaya (UV) sinar matahari.

Oleh sebab itu, kulit harus dijaga dari paparan sinar matahari yang berbahaya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Ada Galian dan Pengecoran, Sejumlah Jalan di Jakarta Macet
Artikel Selanjutnya
Waspadai Kilat dan Angin Kencang di Dua Kawasan Jakarta Ini