Sukses

Indonesia Raih Penghargaan World Interfaith Harmony Week 2018 dari Raja Yordania

Liputan6.com, Amman - Pada 24 April 2018, Raja Yordania, Abdullah II bin Al Hussein, menyerahkan penghargaan peringkat kedua kepada Indonesia atas penyelenggaraan World Interfaith Harmony Week (WIHW) 2018 di Jakarta pada Februari 2018.

Penghargaan itu diterima oleh Pendeta Jacklevyn Manuputty, mewakili Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Din Syamsuddin, bertempat di Istana Husseiniyah, di Amman, Yordania pada 23 April 2018. Demikian seperti dikutip dari rilis resmi KBRI Amman yang dimuat Liputan6.com pada Kamis, 26 April 2018.

WIHW dibentuk berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB No. A/65/PV.34 untuk menyelenggarakan minggu keselarasan antar-agama di seluruh dunia.

Kegiatan ini diusulkan pada tahun 2010 oleh Raja Abdullah II dan Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania.

Kegiatan dalam rangka WIHW dilaksanakan pada bulan Februari setiap tahunnya dan bertujuan untuk mempromosikan kerukunan umat tanpa memandang dasar keimanan masing-masing.

Dalam pelaksanaannya di tahun 2018 ini, para juri WIHW menerima 88 aplikasi yang terseleksi dari 1232 kegiatan dan memutuskan tiga pemenang.

Peringkat pertama diterima oleh Interfaith Center of Melbourne (Australia) dengan kegiatan berjudul "Who and Where Are We in a Changing World?".

Pemenang kedua dari UKP-DKAAP (Indonesia) dengan kegiatan Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kesatuan Bangsa bertema "Rukun dan Bersatu, Kita Satu".

Pemenang ketiga dari Interfaith Glasglow (Inggris) dengan kegiatan Friendship, Dialogue, Cooperation: Exploring Crucial Elements of Interfaith Harmony.

Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kesatuan Bangsa yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo ini, membahas tujuh isu penting seputar kerukunan hidup umat dan toleransi beragama dalam kehidupan berbangsa.

Kegiatan yang dihadiri oleh 450 tokoh lintas agama, bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan membahas seputar permasalahan kerukunan beragama yang ada di Indonesia untuk mencari solusi bersama, mencegah konflik antar-agama, serta mengedepankan dialog yang bertumpu atas ketulusan, keterbukaan dan kejujuran untuk menyelesaikan masalah.

 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

1 dari 2 halaman

Model Penerapan Pluralisme dan Toleransi

Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania dan Negara Palestina, Andy Rachmianto, yang turut hadir pada upacara pemberian penghargaan tersebut, menyampaikan bahwa peran Indonesia dalam membina kerukunan antar umat beragama di Indonesia, saat ini sudah menjadi sorotan dunia dan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dunia atas capaianIndonesia.

"Indonesia dan Yordania dapat menjadi model penerapan pluralisme dan toleransi agama bagi banyak negara," ujar Dubes Andy.

Ia juga mengimbau para pemuka agama dan masyarakat di Indonesia untuk terus mempertahankan kerukunan yang telah terjaga dengan baik serta untuk menurunkannya kepada generasi muda dan menularkan kepada masyarakat di belahan dunia lainnya, melalui perilaku bermasyarakat yang berdasarkan Pancasila.

Kekuatan kerukunan antar umat di seluruh dunia saat ini sedang diuji dengan berbagai musibah yang mengatasnamakan agama. Keragaman yang dimiliki Indonesia adalah aset berharga yang perlu dilindungi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sehingga kekuatan peran pemerintah dan masyarakat menjadi penting sebagai penjaga toleransi dan pluralisme dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan yang harmonis.

Artikel Selanjutnya
Program F4F, Bocah 12 Tahun Wawancarai Pelatih Timnas Indonesia
Artikel Selanjutnya
ADI Tawarkan Beragam Beasiswa ke Luar Negeri, ke Mana Saja?