Sukses

Mana yang Lebih Baik, Sikat Gigi Basah Atau Kering?

Liputan6.com, Jakarta - Sikat gigi adalah alat yang digunakan untuk membersihkan gigi berbentuk sikat kecil dengan pegangan. Biasanya, odol atau pasta gigi dioleskan di atasnya, sebelum mulai menggosok gigi.

Ada tipe orang yang selalu membasahi sikat gigi mereka sebelum mengoleskan odol, atau, mengoleskan odol terlebih dulu lalu membasahi sikat gigi. Kata mereka, cara ini bisa melembutkan bulu sikat dan membuat odol berbusa.

Di sisi lain, ada tipe orang yang suka menggunakan sikat gigi kering total, meski telah diolesi odol. Alasannya, odol lebih menempel pada sikat dan kondisinya jauh lebih baik daripada odol basah.

Perdebatan masyarakat pun muncul: apakah Anda termasuk golongan penyuka sikat gigi basah atau tim sikat gigi kering?

Untuk membandingkannya, diperlukan penelitian ilmiah dan penjelasan dari para ahli. Akan tetapi, dokter gigi tak mempermasalahkan soal sikat basah atau kering, yang penting Anda bisa menyikat gigi dengan benar.

"Saya tidak memperdulikannya (sikat basah atau kering), belum ada bukti konkret mengenai penggunaan kedua tipe sikat gigi tersebut. Menurut saya, itu hanya selera masing-masing individu saja," kata dokter gigi Luke Thorley kepada Metro, Senin 19 Februari 2018.

Beda halnya dengan Luke, Dr Raha Sepehrara punya pendapat lain. Tim dokter gigi dan ahli higienisnya menyarankan agar tidak membasahi sikat gigi sebelum diolesi odol dan dipakai. Pembasahan sikat gigi setelah odol dioleskan bisa mencairkan dan mengurangi fungsi odol.

Sikat gigi yang tidak dibasahi sebelum diolesi odol. (iStockphoto)

Dr Raha mencatat, bila tujuan Anda membasahi sikat gigi adalah untuk membuat bulu lebih lembut, seharusnya Anda menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lebih lembut.

Meski demikian, kedua dokter gigi setuju, bahwa jika Anda harus membasahi sikat gigi sebelum atau sesudah mengoleskan pasta gigi, jaga agar jumlah kadar air tetap minim.

Itulah sebabnya mereka menyarankan agar tidak berkumur terlalu banyak setelah menyikat gigi, karena tindakan ini bisa menghilangkan sisa pasta gigi dan membuat kinerjanya tak efektif.

Juga jangan gunakan obat kumur setelah menyikat gigi, karena bisa membuat mulut terasa terbakar. Pemakaian obat kumur baiknya dilakukan di siang hari saja.

2 dari 2 halaman

Ibu Hamil Ngidam Makan Pasta Gigi

"Papa mau ini... Papa mau itu..."

Begitulah kalimat yang mungkin biasanya diucapkan oleh seorang ibu hamil pada suaminya. Ada hasrat yang terlintas di dalam pikiran mereka, dan itu semua kerap disebut ngidam. Bisa berupa makanan ataupun keinginan untuk mengerjakan sesuatu.

Hal itu sangat mereka inginkan dan sering dikaitkan dengan kehendak janin yang mereka kandung.

Ada mitos yang sangat dipercaya oleh kebanyakan ibu di Indonesia. Jika hasrat ngidam tak terpenuhi, maka bayi yang dilahirkan akan ngiler setiap saat hingga usia beberapa tahun.

Bagi papa-papa muda yang baru mengalami hal ini tentu akan kelabakan. Belum lagi permintaan ngidam yang aneh-aneh keluar dari mulut istri mereka.

Seperti dikutip dari laman Healthyway.com, Selasa 23 Januari 2018, ada seorang ibu hamil yang ngidam makan pasta gigi. Anehnya, pasta gigi tersebut dicampurkan ke dalam kepingan biskuit. Alhasil, sang suami pun hanya geleng-geleng kepala melihat keinginan istrinya.

 

Simak video menarik berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengapa Sikat Gigi Minimal Harus 2 Menit?
Artikel Selanjutnya
Wanita India Minta Cerai karena Suami Jarang Mandi dan Sikat Gigi