Sukses

IHSG Melemah Usai Libur Panjang, Harga Saham TEBE Menguat

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka stagnan di posisi 7.088,79 pada perdagangan Senin, 13 Mei 2024. Kemudian berbalik arah memerah.

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada Senin, (13/5/2024) usai libur panjang. Pergerakan IHSG mengikuti bursa saham Asia yang tertekan dan mayoritas sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka stagnan di posisi 7.088,79. Pada pukul 09.19 WIB, IHSG merosot 0,33 persen ke posisi 7.065. Indeks LQ45 terpangkas 0,62 persen ke posisi 887. Seluruh indeks saham acuan terpangkas.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.088,79 dan level terendah 7.052,23. Sebanyak 225 saham melemah sehingga menekan IHSG. 168 saham menguat dan 202 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 193.341 kali dengan volume perdagangan 4,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 3,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.069.

Mayoritas sektor saham memerah kecuali sektor saham properti naik 0,28 persen. Sektor saham kesehatan terpangkas 0,80 persen, dan catat koreksi terbesar.

Sektor saham energi tergelincir 0,22 persen, sektor saham basic susut 0,11 persen, sektor saham industri melemah 0,44 persen. Sektor saham nonsiklikal terpangkas 0,51 persen, sektor saham siklikal susut 0,58 persen, sektor saham keuangan melemah 0,19 persen. Kemudian sektor saham teknologi turun 0,02 persen, sektor saham infrastruktur terbenam 0,31 persen dan sektor saham transportasi melemah 0,28 persen.

Pada awal sesi perdagangan, saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 0,68 persen ke posisi Rp 740 per saham. Harga saham TEBE dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 745 per saham. Harga saham TEBE berada di level tertinggi Rp 760 dan terendah Rp 735 per saham. Total frekuensi perdagangan 88 kali dengan volume perdagangan 1.104 saham. Nilai transaksi Rp 82,5 miliar.

Sementara itu, saham TLKM merosot 0,65 persen ke posisi Rp 3.060 per saham. Harga saham TLKM dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 3.070 per saham. Saham TLKM berada di level tertinggi Rp 3.090 dan terendah Rp 3.040 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.798 kali dengan volume perdagangan 480.145 saham. Nilai transaksi Rp 147 miliar.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers:

  • Saham LABA melonjak 25,55 persen
  • Saham FIRE melonjak 14,77 persen
  • Saham DATA melonjak 12,74 persen
  • Saham TMPO melonjak 11,29 persen
  • Saham PORT melonjak 9,09 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham TUGU merosot 10,68 persen
  • Saham DGNS merosot 10,32 persen
  • Saham MANG merosot 9,87 persen
  • Saham LMAX merosot 9,52 persen
  • Saham APLI merosot 8,20 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham SOLA tercatat 17.179 kali
  • Saham BBCA tercatat 16.244 kali
  • Saham BBRI tercatat 12.123 kali
  • Saham DATA tercatat 11.810 kali
  • Saham BDKR tercatat 7.109 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 733,7 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 371,3 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 218,2 miliar
  • Saham TLKM senilai Rp 137,2 miliar
  • Saham AMMN senilai Rp 80,1 miliar
3 dari 4 halaman

Prediksi IHSG dan Saham Pilihan BNI Sekuritas

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, CFP mengatakan, IHSG ada potensi menguat terbatas pada Senin, 13 Mei 2024. “Level support IHSG di 7.030-7.080, sedangkan level resistance berada di 7.120-7.160,” ujar dia.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Senin (13/5):

 

1. ICBP: Spec Buy

Beli di 10675, cutloss jika break di bawah 10575.

Jika tidak break di bawah 10575, potensi naik ke 10850-11000 short term.

 

2. AKRA: Spec Buy

Beli di 1650, cutloss jika break di bawah 1630.

Jika tidak break di bawah 1630, potensi naik ke 1690-1720 short term.

 

3. BRPT: Spec Buy

Beli di 980, cutloss jika break di bawah 960.

Jika tidak break di bawah 960, potensi naik ke 1010-1040 short term.

 

4. BBNI: Spec Buy

Beli di 4670, cutloss jika break di bawah 4620.

Jika tidak break di bawah 4620, potensi naik ke 4740-4800 short term.

 

5. ISAT: Spec Buy

Beli di 10500, cutloss jika break di bawah 10300.

Jika tidak break di bawah 10300, potensi naik ke 10650-10850 short term.

 

6. MDKA: Spec Buy

Beli di 2670, cutloss jika break di bawah 2630.

Jika tidak break di bawah 2630, potensi naik ke 2760-2780 short term.

4 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia Merosot

Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Senin (13/5/2024).Pergerakan bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah investor menilai data inflasi China pada April yang lebih kuat dari perkiraan.

Mengutip CNBC, indeks harga konsumen China naik 0,3 persen year on year (YoY), mengalahkan perkiraan Reuters di kisaran 0,2 persen.

Indeks harga produsen turun 2,5 persen YoY, lebih dari perkiraan 2,3 persen.

Selain itu, pekan ini, data ekonomi Jepang menjadi perhatian. Jepang akan merilis produk domestik bruto (PDB) kuartal I yang diprediksi alami kontraksi tahunan 1,5 persen, menurut polling Reuters. Hal ini dapat menganggu rencana Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga.

Selain itu, inflasi India juga akan rilis awal pekan ini. Berdasarkan polling Reuters, inflasi India melambat menjadi 4,8 persen pada April dari Maret sebesar 4,85 persen.

Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 0,39 persen, sedangkan indeks Topix tergelincir 0,39 persen. Indeks Kospi Korea Selatan susut 0,20 persen dan indeks Kosdaq turun 1,05 persen.

Di sisi lain, indeks ASX 200 melemah terbatas 0,12 persen. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,52 persen. Indeks CSI 300 terpangkas 0,7 persen.

Di wall street, indeks Dow Jones mencatat kinerja positif. Indeks Dow Jones menguat 0,32 persen. Indeks S&P 500 bertambah 0,16 persen dan indeks Nasdaq melemah.

Data sentimen konsumen yang dirilis pada Jumat pagi menunjukkan peningkatan besar dalam inflasi sehingga menghambat antusiasme investor.

Angka awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan pada Mei berada di posisi 67,4, jauh di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 76 dan menandai angka terendah dalam enam bulan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.