Sukses

Reptil Ini Kejutkan Warga Australia saat Natal, Kadal atau Buaya?

Liputan6.com, Melbourne - Hari perayaan Natal seharusnya diisi dengan momen yang penuh suka cita. Berkumpul bersama keluarga dan bercengkrama. Namun, apa jadinya jika momen kebersamaan itu hancur berantakan akibat hewan buas?

Dikutip dari laman Straits Times, Selasa (26/12/2017), seekor buaya tiba-tiba muncul di pemukiman warga Australia, tepatnya di Heidelberg Heights.

Hewan bertubuh besar itu berkeliaran di depan rumah warga dan tak jelas dari mana asalnya. Penduduk di wilayah tersebut akhirnya menghubungi pihak kepolisian untuk mengambil tindakan.

Pada mulanya, kepolisian wilayah Heidelberg Heights tak percaya jika ada seekor buaya di kawasan yang terbilang aman itu. Pihak keamanan menduga jika itu bukan buaya melainkan seekor kadal biasa.

Namun, setibanya di lokasi tersebut, pihak kepolisian baru percaya bahwa hewan yang dimaksud benar-benar buaya.

Polisi tiba di jalan Walora, Heidelberg Heights pada pukul 20.30 waktu setempat. Reptil sepanjang satu meter itu kemudian ditangkap.

Polisi tak sendirian, mereka meminta bantuan pawang yang biasa menangkap reptil berjenis buaya air asin tersebut.

Setelah ditangkap, buaya itu langsung dibawa ke tempat penangkaran milik Departemen Lingkungan Australia di wilayah tersebut. Hingga kini, belum dapat dipastikan dari mana buaya itu berasal.

 

2 dari 2 halaman

Buaya Mendadak Muncul di Lokasi Wisata

Jika sebelumnya buaya muncul saat perayaan Natal, reptil ini juga pernah muncul pada perayaan Paskah 2017. Kala itu, Aaron Hughes bersama istri dan seorang anaknya menemukan bayi buaya di tempat umum.

Buaya tersebut tengah berjemur di pinggir Sungai Georges. Tempat tersebut kerap dikunjungi warga Australia untuk menghabiskan waktu liburnya.

Awalnya Hughes mengaku terkejut. Dia sempat berpikir untuk kabur.

Namun, pemikiran tersebut diurungkan. Sebab, dirinya merasa iba melihat buaya kecil tersebut terlihat seperti kekurangan nutrisi. Ia akhirnya memutuskan membawa reptil tersebut pulang.

"Kami sering melihat Steve Irwin sang pemburu buaya dan mungkin saya bisa mencontohnya dengan baik, jadi saya putuskan untuk menangkap buaya itu dan hewan tersebut bergerak sangat lambat (saat ditangkap)," sebut Hughes, seperti dikutip dari Asian Correspondent.

Penampakan buaya serta aksi Hughes diketahui kepolisian lokal. Mereka menyatakan, tindakan pria tersebut tak perlu dipersalahkan.

"Kami tahu buaya itu berbahaya dan bisa membunuh, tapi yang satu ini panjangnya cuma 80 cm," sebut seorang polisi di Sydney.

Setelah diselidiki, buaya nyasar ini sebenarnya adalah koleksi kebun binatang Sydney bernama Snap. Namun, pada Maret lalu buaya itu dicuri.

Ditemukannya Snap membuat aktivis fauna Australia kegirangan. Mereka menyatakan sangat gembira dan mengucapkan terima kasih kepada Hughes dan tim Kepolisian Sydney.