Sukses

Beruang Kurus di Kebun Binatang Bandung Jadi Keprihatinan Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Beruang biasanya bertubuh gempal, namun tak demikian dengan yang satu ini. Penampilannya berbeda dengan teman-temannya, ia kurus kering seperti kelaparan.

Kemunculan si beruang saat merajuk minta makanan ke pengunjung di kebun binatang Bandung pun jadi sorotan dunia.

Dalam rekaman yang dikutip dari Daily Mail, Rabu(18/1/2017), terlihat beruang bertubuh kurus tengah memohon makanan pada pengunjung. Lemparan demi lemparan makanan pun mereka sambut. Mulai dari junk food, kue, biskuit, hingga buah.

Video itu pun telah memicu kemarahan para pengguna internet.

Daily Mail memuat keprihatinannya terhadap kondisi beruang di kebun binatang Bandung itu melalui artikel berjudul 'Shocking video shows skeletal sun bears BEGGING visitors to feed them junk food - as they are trapped and starving in an Indonesian zoo'.

Sementara media The Sun dalam tulisan bertajuk 'NO CARE BEARS Distressing video shows skeletal sun bears begging visitors for junk food while starving in Indonesian zoo' mengangkat kemunculan petisi online akibat kondisi si beruang.

Petisi itu menuntut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, agar segera menutup kebun binatang tersebut untuk selamanya.

The Dodo memberitakan kondisi memprihatikan si beruang dalam video dengan tulisan 'Starving Bears Beg Visitors For Food At 'Horrific' Zoo They've been like this for more than a year'.

Media tersebut menyebut video yang kini menjadi 'buah bibir' itu sebelumnya diposting pada Juni 2016 lalu. Di mana beruang jantan berubuh kurus mengemis makanan dari pengunjung. Tulang rusuknya terlihat jelas dari balik bulu-bulunya yang tipis.

Menuai Kritik

Para netizen sangat prihatin saat melihat beruang yang jadi bagian dari peliharaan kebun binatang itu dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Scorpion, kelompok satwa liar pemantau hewan bahkan mengirimkan utusan untuk ke obyek wisata itu setelah melihat video rekaman menyedihkan tentang si beruang.

"Ketika tim saya mengunjungi kebun binatang itu pekan lalu, tidak ada rumput atau pohon hidup di lantai kandang mereka," ujar Gunung Gea, Direktur Scorpion kepada Daily Mail Australia.

"Kami melihat beruang matahari makan kotoran sendiri. Tapi ketika kami menghubungi petugas kebun binatang, mereka mengatakan kepada kami beruang itu sedang dalam proses pengobatan dan kami tidak diperbolehkan untuk melihatnya," ungkap aktivis hewan Tori Hollingsworth yang juga marah melihat video tersebut.

Tori lah yang akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah petisi, yang saat ini telah ditandatangani oleh 12.000 orang.

"Beruangnya sangat kurus, dan terlihat kelaparan. Pengunjung yang terkejut melihat penampakan mereka memberi junk food, untuk mencoba dan membuat mereka tetap hidup."

"Video itu menunjukkan bagaimana beruang itu langsung lari menangkap potongan-potongan kecil makanan yang dilemparkan ke arah mereka. Mereka berdiri di atas dua kaki mereka dan memohon untuk diberi makanan, sungguh memilukan."

Tori pun beranggapan, seharusnya beruang-beruang diperbolehkan lagi untuk tinggal di sana meski hanya satu hari. Ini lantaran fasilitas di kebun binatang tersebut dianggap sangat mengerikan.

"Beruang-beruang itu dipaksa hidup di antara dinding beton, dengan tidak ada tempat tinggal yang layak dan benar-benar tidak ada makanan dan air."

"Sangat jelas bahwa kebun binatang ini tidak membantu melindungi dan menjaga hewan."

Tori juga meminta Wali Kota Bandung untuk memikirkan ribuan anak-anak yang mengunjungi kebun binatang.

"Apa yang akan anak-anak ini pikirkan tentang hewan yang ada di kebun binatang dengan tubuh kurus."

Sejauh ini, Scorpion telah memohon balai konservasi BKSDA untuk menyelidiki kebun binatang Bandung, meluncurkan petisi mereka sendiri dengan 1.500 tanda tangan untuk mendapatkan publisitas untuk beruang malang tersebut.

Dalam artikel yang dimuat Daily Mail, juga disebutkan bahwa Bandung merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 2,4 juta. Juga sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.

Beredarnya video tersebut membuat puluhan pengunjung kebun binatang tersebut meninggalkan ulasan negatif tentang kebun binatang Bandung. Umumnya mereka menggambarkan hewan-hewan yang kurus dan menyedihkan.