Sukses

3 Bom Meledak di Arab Saudi dalam 24 Jam

Liputan6.com, Saudi - Gelombang bom bunuh diri menghantam 3 kota di Arab Saudi dalam kurun waktu 24 jam.

Serangan itu terjadi setelah aksi teror di Istanbul, Dhaka, dan Baghdad. 3 teror di kota itu diklaim dilakukan oleh ISIS. Para ahli anti-teror percaya, serangan Arab Saudi pun dilakukan oleh kelompok yang sama.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Demikian dilansir dari CNN, Selasa (5/7/2016).

Serangan pertama terjadi di pagi hari di dekat konsulat Amerika Serikat (AS) di Jeddah. Bomber bunuh diri tewas setelah meledakkan dirinya. 2 orang polisi terluka.

Serangan kedua, terjadi di Kota Qatif yang dikenal sebagai pusat bisnis. Bomber bunuh diri mencoba meluncurkan aksi terornya di masjid Syiah. Namun gagal. Ia tewas berkeping-keping. Tak ada yang terluka dalam peristiwa itu.

Serangan ketiga, yang paling mematikan, terjadi di Madinah. Ada 4 orang meninggal dunia, sementara satu orang terluka. Madinah adalah kota penting kedua bagi umat Islam setelah Mekkah.

Bomber bunuh diri, yang tewas dalam ledakan disebut menargetkan penjaga keamanan.

Ketiga serangan ini terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri dan di saat AS merayakan hari kemerdekaan, 4 Juli.

"Serangan Arab Saudi itu sangat mirip dengan modus operandi ISIS, sementara serangan terhadap negara itu adalah 'target sebenarnya' untuk memperlihatkan kalau ISIS mampu memukul kaum muslim sendiri," kata Tim Lister, ahli urusan Timur Tengah CNN.

"Arab Saudi adalah target besar ISIS. Mereka memiliki tentara asing yang berasal dari Saudi di jajaran petingginya. Mereka telah menuduh kalau monarki Saudi telah menodai Islam."

ISIS juga mengklaim serangan bom bunuh diri pada 6 Agustus 2015  lalu di Masjid Abha. 15 orang tewas di kota yang berbatasan dengan Yaman itu.

ISIS memang berkoar-koar akan meningkatkan serangan pada bulan Ramadan.

Adapun serangan terhadap masjid Syiah, properti AS, dan kota suci Madinah adalah ditujukan untuk membuat malu Arab Saudi.

"Apalagi kota Madinah, di mana keluarga kerajaan Saudi mengklaim mereka pelindung dua kota suci," kata Peter Bergen, analis keamanan nasional.

Adapun serangan terhadap konsul AS jelas bahwa negara Paman Sam adalah musuh utama ISIS. Kendati demikian, pada 2004 --di mana kelompok itu belum berdiri-- kantor itu pernah diserang oleh Al Qaeda. 5 pegawai tewas.

Arab Saudi pun berkali-kali diserang teroris, dari tahun 1960-an oleh ekstremis Yaman. Terlebih saat negara itu menjadi koalisi AS pada  awal 1990-an. Banyak fraksi muslim yang tak setuju dengan keputusan kerajaan, membuat cikal bakal serangan di negara itu berkembang. 

Loading