Sukses

NASA Temukan 'Kembaran' Bumi

Liputan6.com, Massachusetts - Teleskop dari Bumi berhasil temukan 'pendatang baru', planet berbatu seukuran tempat kita tinggal. 

Pada hari Rabu, astrofisika mengungkapkan tentang keberadaan sebuah planet baru itu berada di luar tata surya kita. Sesuai dengan bintang kecil di mana planet tersebut mengorbit, para ilmuwan memberikan nama GJ 1132b.

Dikutip News.com.au, Kamis (12/11/2015), meski zat merkuri pada planet tersebut diperkiraan dapat mencapai 450 derajat, ilmuwan mengungkapkan cukup dingin untuk bisa dilapisi atmosfer seperti Venus-- dengan letak yang tidak terlalu jauh, cukup dekat bagi ilmuwan menelitinya.

Planet GJ 1132b berjarak 39 tahun cahaya, namun masih bisa dijangkau teleskop luar angkasa Hubble untuk melakukan studi atmosferik. Satu tahun cahaya sama dengan 9,45 triliun kilometer-- jarak cahaya melakukan perjalanan dalam setahun-- artinya planet itu sejauh 370.15 triliun kilometer.

Kepala tim, Zachory Berta-Thompson dari Massachusetts Institute of Technology menemukan planet bebatuan itu pada Mei lalu, dengan menggunakan teleskop di negara Chile. Laporan penemuan ini yang dilakukan bersama koleganya tercatat dalam jurnal Nature yang terbit pada hari Rabu.

Namun para ilmuwan mengungkapkan bahwa planet ini terlalu panas untuk dihuni, namun masih jauh lebih dingin dari planet-planet yang diketahui mengorbit di luar tata surya kita-- yang disebut exoplanet.

"Jika planet yang cukup panas ini bisa mempertahankan atmosfir selama milyaran tahun, hal ini menandakan sudah saatnya kita menempuh target jangka panjang untuk mempelajari planet yang mungkin memiliki kehidupan." ungkap Berta-Thompson dalam sebuah pernyataan.

Berta-Thompson dan lainnya memperkirakan GJ 1132b memiliki diameter 9.200 mil (14805,9648 km), sedikit lebih besar dari Bumi-- dengan massa diperkirakan 60 persen lebih besar.

Bintang yang menjadi rumah bagi planet, GJ 1132b, merupakan bintang kerdil berwarna merah berukuran satu per lima dari ukuran matahari. Planet berputar setiap 1,6 hari dari jarak 2,25 juta mil, mengakibatkan gelombang panas. Perputaran setiap 1,6 hari menjadi petunjuk bagi tim observasi.

Astronomer dan penulis jurnal David Charbonneau, dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics menyatakan bahwa awal tujuan utama tim adalah untuk menemukan kembaran planet bumi "namun dalam perjalanan kami menemukan kembaran planet Venus."

"Kami sudah mencurigai planet itu memiliki atmosfer seperti Venus dan kami sudah tak sabar untuk mendapat pengetahuan baru tentangnya," tuturnya.

Astronomer kini sedang bisa menunggu dan menanti kabar terbaru dari observasi teleskop luar angkasa Hubble dan Spitzer. Teleskop luar angkasa James Web, yang akan diluncurkan pada tahun 2018 mendatang, serta program lainnya di masa mendatang mampu memberikan lebih banyak informasi.

Bersamaan dengan artikel Nature, Drake Deming dari Universitas Maryland mengungkapkan bahwa astronomer mampu mempelajari  GJ 1132b dengan "penuh dedikasi", mengingat dekatnya dan ukuran bintang, bisa meminimalisir interferensi cahaya dengan pengukuran. Secara khusus, planet ini menjadi planet paling penting yang pernah ditemukan di luar tata surya kita."

Namun, hingga kini ilmuwan belum mengetahui apakah sistem tata surya ini memiliki planet lainnya di sekitarnya. (Ikr/Rcy)

Loading