Liputan6.com, Singapore City - Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Negeri Singa pada Senin dini hari tadi. Beliau wafat setelah beberapa pekan berjuang melawan pneumonia atau paru-paru basah.
Lee dikenal sebagai Bapak Bangsa. Dia merupakan pendiri Singapura yang telah berhasil membawa negara dengan luas wilayah kecil tersebut menjadi raksasa pusat bisnis internasional.
Tak hanya itu, "Harry" Lee Kuan Yew juga berhasil menjadikan Singapura sebagai salah satu negara paling bersih dari korupsi. Menurut Indeks Korupsi Dunia 2014 yang dirilis Lembaga Transparency International, Singapura menjadi negara yang paling bersih di Asia dengan skor 84.
Untuk skala internasional, negeri Singa itu menempati posisi ke-7 dalam Indeks yang dikeluarkan Transparansi Internasional. Jepang berada di peringkat 15 dengan skor 76.
Selama memimpin Singapura, Lee menerapkan kebijakan khusus untuk membangun negara. Salah satunya, Lee menerapkan negara yang bebas ideologi dan pemerintahan yang alergi-kritik, efisien, visioner atau berpandangan ke depan.
"Di sini bebas dari ideologi apapun," ujar Lee dalam wawancara dengan The New York Times pada 2007 silam yang kembali dimuat pada Senin (23/3/2015).
"Apakah ini berhasil? Jika berhasil, mari kita coba. Jika tidak berjalan, maka coba lagi," imbuh dia. Dan apa yang ia jalankan berhasil. Singapura menjadi negara besar dengan tingkat korupsi yang sangat minim.
Â
Lebih jauh, Singapura punya Undang-Undang yang dinamakan Internal Security Act (ISA) untuk mencegah berkembangnya paham komunis di negara-kota yang saat itu dikuasai Inggris. UU ini sebenarnya sudah berlaku jauh sebelum Lee berkuasa, yaitu 1948. Pria kelahiran 16 September 1923 itu mewarisi dan melanggengkannya.
Dengan UU ini, seseorang yang dianggap membuat kegaduhan politik bisa ditahan dalam jangka waktu lama, tanpa proses pengadilan. Tokoh oposisi, Chia Thye Poh, misalnya, ditahan selama 23 tahun. Berkumpul untuk membicarakan politik tanpa izin juga merupakan tindak pidana.
Pada 2002, Lee pernah menguggat Bloomberg atas adanya kolom Patrick Smith yang menuliskanya melakukan nepotisme karena menempatkan sang menantu sebagai pimpinan di Temasek, BUMN terbesar Singapura. Bloomberg mengaku bersalah. Lembaga pers itu meminta maaf dan membayar ganti rugi.
Saat ditanya mengapa Lee menggugat Bloomberg. Dia menjelaskan, "jika orang lain meragukan integritas kita, maka kita harus membersihkan nama baik ini" lanjutnya.
"Jika seorang seperti Patrick Smith dibiarkan, maka bakal ada puluhan Patrick Smith lainnya," ujar Lee. "Kalau dibiarkan, pemerintah Singapura bakal dibanjiri fitnah."
Atas penerapan itu, baik pihak lokal maupun asing enggan untuk berbicara sembarangan di Singapura. Tak ada yang berani menduga apalagi memfitnah hingga mengacaukan stabilitas negara.
Lee memiliki pandangan yang jauh ke depan untuk membangun pemerintahan yang bebas korupsi dan memperkenalkan sistem beasiswa kontroversial. Ia memperjuangkan agar pemerintah memberikan beasiswa dan kini terbukti Singapura bisa membayar kuliah sendiri tanpa investasi asing dan menciptakan pendidikan yang lebih baik.
Saat dilanda masalah serius yaitu tingginya pengangguran, kurangnya pemukiman, dan korupsi yang merajalela, Lee Kuan Yew menyiasatinya dengan memulai program industrialisasi, program perumahan rakyat murah, dan strategi antikorupsi yang komprehensif serta lembaga penegakan hukum yang efektif. (Riz)
Jurus Lee Kuan Yew Bawa Singapura Paling Bersih dari Korupsi
Menurut Indeks Korupsi Dunia 2014 yang dirilis Transparency International, Singapura menjadi negara yang paling bersih korupsi di Asia.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/833934/original/098418000_1427067215-Lee_kuan_yew_pictures10_0.gif)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Aksi Iklim Indonesia di PBB, dari Restorasi Mangrove hingga Transisi Energi3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
- Budi Daya Maggot di Mataram, Solusi Masalah Sampah Jadi Bernilai1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
- BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
- Sampah Sisa Makanan Hasilkan Emisi, KLH Ungkap Cara Mengolahnya2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
- Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
- PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle Ubah Limbah Plastik Jadi Papan Penunjuk Arah3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412025/original/093491300_1479719891-Singapura.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358445/original/058816700_1790343076-IMG_1938.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358405/original/042720100_1790338710-1000781565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358391/original/097438700_1790337860-1186644.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321680/original/036123100_1786487586-992776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5763597/original/051601200_1778666540-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564564/original/004836400_1776951701-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356436/original/039931100_1790167238-109054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355179/original/031122000_1790078812-1174091.jpg)