Liputan6.com, New York - Seorang perempuan berusia 24 tahun mendatangi dokter di China, dengan keluhan aneh: mual dan muntah dalam jangka waktu 1 bulan dan mengalami pusing di sepanjang hidupnya. Pasien juga mengaku, saat kecil ia baru bisa berjalan di usia 4 tahun dan tak bisa berjalan tegak dalam waktu lama. Ternyata itu semua berkaitan dengan otak.
Saat memindai otak perempuan tersebut, para dokter pun kaget. Mereka menemukan pasien tak memiliki cerebellum (otak kecil) -- bagian otak yang diyakini amat penting untuk berjalan dan melakukan gerakan lainnya. Hasil scan justru menemukan lubang besar yang berisi cairan cerebrospinal.
"Pemindaian CT dan MRI menguak tak ada sisa-sisa apapun dari jaringan cerebellar, yang memverifikasi ketiadaan cerebellum," demikian tulis dokter dalam laporannya yang dimuat jurnal Brain, seperti Liputan6.com kutip dari situs sains LiveScience, Senin (15/9/2014). Otak kecil normalnya terletak di bagian belakang kepala.
Cerebellum bertanggung jawab untuk koordinasi tubuh dan gerakan halus -- seperti gerak mulut dan lidah yang dibutuhkan untuk bicara. Penderita kerusakan area otak tersebut biasanya mengalami gangguan motorik.
Namun, kasus perempuan Tiongkok itu berbeda dengan perkiraan para dokter. Ketiadaan otak kecil pasien hanya mengakibatkan gangguan motorik ringan hingga sedang, juga pengucapan yang cadel.
Dengan kata lain, pasien menjalani kehidupan normal selama lebih dari dua dekade, meski bagian penting dari otaknya hilang.
Menurut para peneliti, itu adalah fenomena yang mengejutkan. Menunjukkan plastisitas atau kelenturan otak di awal kehidupan manusia.
"Ini menunjukkan bahwa otak muda cenderung lebih fleksibel dan mampu beradaptasi pada abnormalitas," kata Dr. Raj Narayan, kepala ahli syaraf dari North Shore University Hospital dan Long Island Jewish Medical Center, New York, yang tak terlibat dengan kasus perempuan China tersebut.
"Seseorang mengalami abnormalitas kehilangan bagian tertentu dari otak ketika dilahirkan atau saat masih kecil, sisa otak yang lainnya berusaha untuk melakukan rekoneksi atau mengompensasi ketiadaan tersebut," kata Narayan.
Namun, kemampuan luar biasa otak tersebut akan menurun seiring bertambahnya usia. "Saat menua, kemampuan otak untuk menoleransi kerusakan makin terbatas," kata Naraya. "Misalnya, pada orang berusia 60 tahun, jika kita mengeluarkan bagian otak kecilnya, niscaya itu akan sangat menganggunya."
Kasus seseorang kehilangan otak kecil di Tiongkok bukan yang pertama terjadi. Sudah ada 8 kasus lain yang dilaporkan, demikian ujar para peneliti. Kebanyakan melibatkan bayi atau anak-anak -- yang juga menunjukkan penurunan mental yang berat, epilepsi, juga kelainan struktur besar di otak mereka. Sebagian besar dari mereka tidak mampu bertahan dalam kondisi tersebut.
Ada kemungkinan banyak orang yang terpengaruh kondisi langka ini, hanya saja tak didiagnosis atau dilaporkan. "Di masa depan, kondisi seperti itu makin bisa dikenali dengan adanya pencitraan otak," tutur Naraya. (Tnt)
Selama 24 Tahun, Perempuan Ini Tak Sadar Otak Kecilnya Hilang
Hebatnya, pasien menjalani kehidupan normal selama lebih dari dua dekade, meski bagian penting dari otaknya hilang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/737110/original/087883300_1410754526-missing-cerebellum.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Subholding Gas Tekan Emisi 29 Ribu Ton CO2 dari Efisiensi Energi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
- RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
- Sektor Kelistrikan Bidik Hidrogen dan Amonia untuk Tekan Emisi3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365737/original/008765600_1791191279-igor-omilaev-FHgWFzDDAOs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555481/original/007026600_1776159118-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385548/original/086005200_1793260064-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243772/original/016474600_1749113274-WhatsApp_Image_2025-06-05_at_3.46.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356431/original/084733000_1611296039-sharon-mccutcheon-rItGZ4vquWk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384760/original/027944500_1793181605-nick-fewings-odX7I9pFFTU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4293816/original/055356300_1673949385-AP23017228268648.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333467/original/004793400_1787778963-000_C6KX2G4-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2557550/original/081162600_1545966896-China.jpg)