Liputan6.com, Jakarta: Kepolisian Daerah Metro Jaya membentuk tim khusus untuk kasus pembunuhan istri Direktur Pengamanan Badan Intelijen Negara dan sopirnya. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengungkapan misteri pembunuhan yang terjadi, Ahad kemarin. Dalam hal ini, Polda Metro Jaya akan dibantu dua tim dari Kepolisian Resor Bekasi.
Hingga Senin (14/2), polisi memang sudah meminta keterangan sedikitnya sepuluh saksi. Di antara para saksi adalah suami korban, Abdurrahman Telu. Kendati begitu, polisi belum bisa memastikan latar belakang pembunuhan dan identitas pelakunya. Diduga, korban dibunuh di tempat lain dan baru dibuang di Bekasi [baca: Kematian Istri Anggota BIN Masih Misterius].
Seperti diberitakan, Barkah Hani dan Rahmat ditemukan tewas akibat ditusuk di beberapa bagian tubuh di dalam kendaraan mereka di kawasan Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat. Saat ditemukan oleh seorang tukang ojek, jasad keduanya dalam keadaan bertumpuk di bawah dashboard mobil pick-up [baca: Dua Mayat Ditemukan Bertumpuk di Bekasi].(ORS/Widyaningsih dan Sony Sigit)
Hingga Senin (14/2), polisi memang sudah meminta keterangan sedikitnya sepuluh saksi. Di antara para saksi adalah suami korban, Abdurrahman Telu. Kendati begitu, polisi belum bisa memastikan latar belakang pembunuhan dan identitas pelakunya. Diduga, korban dibunuh di tempat lain dan baru dibuang di Bekasi [baca: Kematian Istri Anggota BIN Masih Misterius].
Seperti diberitakan, Barkah Hani dan Rahmat ditemukan tewas akibat ditusuk di beberapa bagian tubuh di dalam kendaraan mereka di kawasan Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat. Saat ditemukan oleh seorang tukang ojek, jasad keduanya dalam keadaan bertumpuk di bawah dashboard mobil pick-up [baca: Dua Mayat Ditemukan Bertumpuk di Bekasi].(ORS/Widyaningsih dan Sony Sigit)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357442/original/090884500_1790248073-cek_fakta_pupr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357195/original/038011000_1790236151-HOAX__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5372348/original/034637900_1759740027-meteor_jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261105/original/086134600_1781680485-BSU_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/432348/original/140205dBunuhBIN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)