Liputan6.com, Jakarta: Pembahasan Rancangan Undang-undang tentang TNI antara pemerintah dan DPR hingga kini masih berlangsung di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Senin (6/9), perdebatan didominasi redaksional pasal yang tepat daripada substansi. Pasal tentang pembinaan dan fungsi teritorial TNI atau dikenal dengan komando teritorial (koter) menjadi perdebatan sengit. Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) mengusulkan menghilangkan pasal tersebut. Sedangkan sejumlah fraksi lain menyarankan penggantian istilah pembinaan dan fungsi teritorial.
Rapat yang dipimpin Franklin William Kayhatu dari Fraksi TNI/Polri juga membahas daftar isian masalah pasal 4 tentang kedudukan TNI. Lagi-lagi F-KB berpendapat lain. F-KB menginginkan kedudukan TNI berada di bawah Departemen Pertahanan. Sedangkan Fraksi Partai Golongan Karya mengusulkan TNI berada di bawah presiden melalui menteri pertahanan.
Seperti diketahui, sejak awal pembahasan RUU TNI, F-KB menolak keberadaan pasal tentang fungsi teritorial TNI. Bahkan, F-KB juga telah mengajukan RUU TNI tandingan. Salah satu yang ditawarkan adalah komando daerah pertahanan (kodahan) sebagai pengganti komando teritorial yang ada saat ini [baca: FKB Mengajukan RUU TNI Tandingan].(AWD/Aprilia Melisa dan Joni Marcos)
Rapat yang dipimpin Franklin William Kayhatu dari Fraksi TNI/Polri juga membahas daftar isian masalah pasal 4 tentang kedudukan TNI. Lagi-lagi F-KB berpendapat lain. F-KB menginginkan kedudukan TNI berada di bawah Departemen Pertahanan. Sedangkan Fraksi Partai Golongan Karya mengusulkan TNI berada di bawah presiden melalui menteri pertahanan.
Seperti diketahui, sejak awal pembahasan RUU TNI, F-KB menolak keberadaan pasal tentang fungsi teritorial TNI. Bahkan, F-KB juga telah mengajukan RUU TNI tandingan. Salah satu yang ditawarkan adalah komando daerah pertahanan (kodahan) sebagai pengganti komando teritorial yang ada saat ini [baca: FKB Mengajukan RUU TNI Tandingan].(AWD/Aprilia Melisa dan Joni Marcos)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7915199/original/007053000_1780746673-87a95eff-89b4-4b3c-ac8b-2122d6b93d4b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380253/original/006195600_1792662795-cek_fakta_-_megawati_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4651071/original/079522700_1700118528-cek_fakta_produk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/422405/original/060904dRapat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)