Dana Kampanye SBY-Kalla Rp 100 Miliar

Susilo Bambang Yudhoyono memastikan dana kampanye dapat dipertanggungjawabkan karena diperoleh dari kalangan sendiri. "Yang jelas dana ini [diperoleh] dari sumber-sumber yang halal," kata dia.

Diterbitkan 22 Mei 2004, 09:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla menganggarkan dana kampanye sebesar Rp 100 miliar. Dana ini termasuk biaya operasional kampanye dan biaya untuk belanja iklan di sejumlah media massa. "Tidak berlebihan tapi cukup untuk kepentingan kampanye. Sekitar seratusan juta [Rp 100 juta]. Kalau bisa hemat, lebih bagus," jelas Yudhoyono di Jakarta, Jumat (21/5).

Capres dari Partai Demokrat itu mengaku telah meminta Jusuf Kalla untuk membuat rencana pelaksanaan kampanye presiden yang akan berlangsung 1 Juni hingga 1 Juli mendatang. Yudhoyono yang kemarin bertolak menuju Tanah Suci Mekah untuk menunaikan ibadah umroh bersama keluarganya memastikan, dana kampanyenya dapat dipertanggungjawabkan [baca: Yudhoyono Berangkat ke Tanah Suci Bersama Keluarga]. Yudhoyono mengaku, pihaknya berupaya tidak bergantung kepada siapa pun dalam menggalang dana kampanye, selain dari hasil pengumpulan dana di kalangan sendiri dan para pendukung partainya. "Yang jelas dana ini [diperoleh] dari sumber-sumber yang halal," kata dia.

Usai mengantarkan Yudhoyono, cawapres Jusuf Kalla menghadiri pembentukan wadah koordinasi untuk menggalang suara dari arus bawah. Wadah ini dinamakan SBY-Kalla Fans Club. Kalla menyatakan bahwa wadah koordinasi dukungan bagi SBY--panggilan Yudhoyono--dan dirinya ini bukan sarana penggalangan dana untuk memuluskan jalan mereka menjadi presiden dan wakil presiden.

Rencananya, setelah wadah ini terbentuk, para tim inti dari pengurus SBY-Kalla Fans Club akan segera bersafari ke beberapa provinsi di Indonesia untuk menggalang massa. Safari pertama akan dilakukan Senin pekan depan ke Jawa Timur. Kota yang hendak dikunjungi antara lain Surabaya, Pasuruan, dan Jombang.

Menyoal dana kampanye, Kalla mengakui sampai sekarang dana yang dimiliki belum seluruhnya tersedia. Namun, Kalla yakin masih ada waktu untuk mengumpulkan dana sebesar itu. Menurut dia, uang itu diperoleh melalui penggalangan dana dari kalangan pengusaha di Jakarta dan Bali. Pengusaha di Bali, kata dia, yang memberi bantuan dana tersebut sebanyak 700 orang, masing-masing menyumbang Rp 100 ribu.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6