PKB Siap Berkoalisi Asal Gus Dur Capresnya

Partai Kebangkitan Bangsa mulai memilih-milih pasangan partai politik yang akan diajak berkoalisi kecuali Partai Golkar dan PDIP. Koalisi akan jalan selama Gus Dur yang menjadi calon presidennya.

Diterbitkan 10 April 2004, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Alwi Shihab menyatakan, PKB membuka peluang koalisi dengan empat partai pemenang pemilu, kecuali Partai Golongan Karya dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Koalisi dibentuk dengan syarat mitra parpol menerima Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Meski belum final, Alwi mengaku sudah mulai memilih-milih pasangan parpol yang akan diajak berkoalisi. "Gus Dur tidak mungkin menjadi wakil presiden. Calon-calon itu [yang mau berkoalisi] harus siap menjadi wakil. Jangan dibalik," kata Alwi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/4).

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Razikun, mengaku belum menentukan nama capres. Dia menyatakan, dalam komunikasi politik dengan PKB selama ini, PKS tetap pada komitmen tidak akan mencalonkan kembali Megawati Sukarnoputri.

Di tempat terpisah, sebanyak 18 partai politik peserta Pemilu 2004 menyatakan sikap atas pelaksanaan dan proses penghitungan suara pemilu yang dinilai tidak jujur dan adil. Parpol yang turut menyatakan sikap antara lain PKS, PKB, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Patriot Pancasila.

Dalam pernyataan sikapnya, belasan parpol meminta Komisi Pemilihan Umum menghentikan penghitungan suara sistem dan proses komputerisasi seperti yang dilaksanakan sekarang. Keakuratan penghitungan terpadu tersebut dinilai sangat lemah. Parpol juga meminta KPU menghitung ulang secara menyeluruh surat suara di tingkat kecamatan. Terakhir, parpol juga memerintahkan seluruh jajaran partai untuk tidak menandatangani berita acara penghitungan suara di tingkat kecamatan sebelum semua masalah diselesaikan KPU. Menurut rencana, 18 parpol itu akan mendatangi KPU pada Selasa mendatang untuk menuntut tindak lanjut atas sikap mereka.

Kantor KPU Tanjunjungbalai, Sumatra Utara, di Jalan Jenderal Sudirman, hancur. Massa dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) mengobrak-abrik Kantor KPU karena tak puas dan menuntut pemilu ulang. Mereka menuding KPU Tanjungbalai membiarkan parpol tertentu melakukan kecurangan.

Amuk massa yang sulit dikendalikan itu merusak kaca pintu masuk, menghancurkan meja, dan merobek-robek surat penting hasil pemilu. Massa juga melempari rumah Ketua KPU Tanjungbalai, Sulaiman Lubis, di Jalan Kapten Tendean.

Kepolisian setempat sudah menangkap tiga tersangka yang menjadi penggerak kebrutalan. Mereka adalah Ketua PIB Tanjungbalai Herna Veva dan dua pengurus, Khaled Manurung dan Siti Fatimah. Kini, ketiga tersangka meringkuk di Tahanan Kepolisian Resor Asahan. Untuk menghindari aksi susulan, Kantor KPU Tanjungbalai masih dijaga ketat polisi.

Sementara KPU Medan, hari ini, menggelar pemilu susulan di 11 rumah sakit pemerintah dan swasta. Kesebelas rumah sakit tersebut pada 5 April silam, gagal melakukan pemilu karena keterbatasan logistik pemilu.

Pemilu susulan diawali di RSU Dr. Pirngadi, Medan. Ketua KPU Medan Nelli Armayanti dan tiga petugas panitia pemungutan suara (PPS) mendatangi ruang-ruang rawat inap untuk memberi kesempatan mencoblos kepada 117 pasien yang berhak memilih.

Secara keseluruhan, proses pemilu susulan di 11 rumah sakit berlangsung lancar. Namun, faktor kerahasiaan pilihan terabaikan karena para pasien yang umumnya susah bangun memilih mencoblos kertas suara di depan anggota PPS.

Menurut Wali Kota Medan Abdillah, pemilu susulan ini adalah satu-satunya di Medan dan diadakan atas permintaan pasien. Sebagai fasilitator, menurut Abdillah, Pemerintah Kota Medan membantu sepenuhnya pelaksanaan pemilu susulan.(YYT/TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6