Jasad Petugas Pemadam Kebakaran Dievakuasi

Jenazah Subandi bin Sugeng, Kepala Sektor Pemadam Kebakaran Jaksel yang tewas dalam kebakaran di Gedung PD Pasar Jaya Blok M, Jaksel, akhirnya berhasil dievakuasi. Korban ditemukan di dekat eskalator.

Diterbitkan 30 Agustus 2005, 02:38 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Upaya petugas pemadam kebakaran mencari jenazah Subandi bin Sugeng, Kepala Sektor Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan, yang tewas dalam kebakaran di Gedung PD Pasar Jaya Blok M, Jaksel, akhirnya membuahkan hasil. Evakuasi korban baru dapat dilaksanakan pada Senin (29/8), pukul 19.30 WIB, setelah beberapa jam mencari Subandi. Almarhum ditemukan di antara reruntuhan puing-puing kebakaran di dekat eskalator gedung.

Subandi tewas ketika tengah berusaha memadamkan api di gedung pertokoan itu yang semakin meluas. Saat itu, ia bersama empat anak buahnya. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, Subandi tidak bisa dihubungi melalui radio komunikasi oleh petugas pemadam lain. Beberapa petugas kemudian mencari Subandi di dalam gedung yang gelap dan penuh asap. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Subandi langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk diotopsi [baca: Api Masih Belum Bisa Dipadamkan].

Kebakaran yang melanda pertokoan PD Pasar Jaya Blok M ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Sekitar 1.500 kios di lantai satu, dua, dan tiga gedung sebelah Aldiron Plasa itu ludes diamuk si jago merah. Api diduga berasal dari lantai satu, tempat penjualan makanan. Kebakaran ini menimbulkan duka mendalam bagi para pedagang. Tak sedikit dari mereka yang telah bertahun-tahun berjualan di tempat itu harus merelakan barang dagangannya ludes dilalap api [baca: Pasar Blok M Terbakar].

Saat bersamaan, insiden serupa juga terjadi Pasar Swadaya Timika, Papua. Dinas pemadam kebakaran setempat yang dikerahkan tidak mampu memadamkan api. Dalam waktu dua jam bangunan pasar dan isinya hangus terbakar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.30 WIT dan membuat panik para pemilik kios yang kebanyakan belum membuka tempat usahanya. Menurut sejumlah saksi mata, api berasal dari kios milik Baharudin yang terdapat di bagian dalam kompleks pasar. Si jago merah beraksi dengan cepat.

Petugas pemadam kebakaran dibantu personel pemadam kebakaran dari Badan Search and Rescue Nasional wilayah Papua, dan PT Freeport berupaya menjinakkan api. Mereka baru mampu menguasai api setelah seluruh bagian pasar dan isinya hangus. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran kali ini adalah yang ketiga kalinya setelah kebakaran tahun 2001 dan 2003. Sementara itu, polisi setempat berhasil mengamankan tujuh orang yang ditangkap karena menjarah. Sementara itu, sembilan orang diminta keterangan sebagai saksi, termasuk tiga polisi.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6