Harga BBM Akan Naik

Pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak paling lambat awal Januari mendatang. Kebijakan itu ditempuh sebagai akibat tingginya harga minyak mentah dunia yang telah mencapai US$ 64 per barel.

Diterbitkan 10 Agustus 2005, 20:18 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah berkeinginan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Rencananya kenaikan paling lambat direalisasikan awal Januari mendatang. Langkah itu ditempuh akibat tingginya harga minyak mentah di pasaran dunia yang sebelumnya sempat berubah-ubah dan kini telah mencapai US$ 64 per barel. "Saya kira kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (10/8).

Menurut Kalla, kenaikan harga BBM ditempuh untuk mengatasi masalah keuangan negara. Soal besarnya kenaikan harga baru akan ditentukan berdasarkan perkembangan nilai tukar rupiah. Ini juga termasuk berdasarkan perkembangan harga minyak mentah dunia dan subsidi BBM pada saat akan dinaikkan.

Beban keuangan negara semakin berat terjadi karena pemerintah harus menanggung beban subsidi BBM sebagai akibat adanya selisih antara asumsi harga minyak mentah dunia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2005 dan harga minyak mentah di pasaran dunia. Pemerintah menghitung, jika harga minyak mentah dunia berkisar antara US$ 60 sampai US$ 64 per barel, maka subsidi BBM yang harus ditanggung pemerintah mencapai Rp 120 triliun.

Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan, pemerintah akan kembali merevisi asumsi harga minyak mentah dunia pada Anggaran Negara Perubahan. Perubahan pertama, harga minyak mentah dunia diasumsikan sebesar US$ 45 per barel. Nantinya, pemerintah mengubah asumsi harga minyak mentah menjadi US$ 60 per barel.

Rencana pemerintah berbeda dengan tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, awal Juli silam. Ketika itu Presiden Yudhoyono berjanji tidak akan menaikkan harga BBM. "Kita tidak ada rencana," kata SBY [baca: Pemerintah Menjamin Tidak Akan Menaikkan Harga BBM].(AIS/Dewvina Oktora dan Taufik Maru)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6