Dasco Sebut Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin dari Malaysia Ancam Generasi Muda

Peredaran narkoba lintas negara menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 22:36 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Aparat menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin di perairan Sumatera Utara.
  • Penyelundupan narkoba lintas negara ini ancaman serius bagi generasi muda.
  • Polri, BNN, dan Bea Cukai menyita ketamin serta mengamankan delapan awak kapal.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyoroti penyelundupan 1,16 ton ketamin yang digagalkan aparat di perairan Sumatera Utara. Dia mengingatkan, peredaran narkoba lintas negara menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Dasco menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Dia mengaku mendapat informasi mengenai pengungkapan kasus tersebut dari Kapolri.

“Tadi saya dapat data dari Pak Kapolri, bahwa baru-baru ini Polri dengan BNN bekerja sama menangkap kapal yang membawa bahan narkoba satu ton ketamin, namanya kapal MT Global 168 di Belawan,” ujar Dasco.

Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencegat kapal itu di perairan Tanjungbalai Asahan, lalu membawanya ke Pelabuhan Belawan.

Petugas menyita 58 karung berisi 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) dan mengamankan delapan awak kapal, tujuh warga negara Indonesia dan seorang warga negara Taiwan.

Kapal berbendera Mongolia itu diketahui berangkat dari Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Kapal tersebut terdaftar atas nama perusahaan Malaysia, Makmur Marine Petroleum. Penyidik masih menelusuri jaringan yang terlibat dalam pengiriman ketamin tersebut.

Dasco menilai pengungkapan itu menunjukkan bahwa narkoba yang mengancam generasi muda dapat masuk melalui jaringan lintas negara. Dia mengapresiasi kerja sama aparat yang menggagalkan penyelundupan tersebut.

“Kita semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat dapat merusak anak-anak negeri,” tegasnya.

Di hadapan para pelaku ekonomi kreatif, Dasco juga mengingatkan dampak narkoba terhadap kreativitas anak muda.

“Kalau sudah kena narkoba ini, kreativitasnya jadi sangat-sangat berkurang,” tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6