Liputan6.com, Jakarta: Pelaksanaan pemilihan kepala daerah di sejumlah daerah kemungkinan besar akan diundur. Ini terjadi karena sejumlah kendala di beberapa daerah seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Papua, dan Jawa Timur. Demikian diungkapkan Menteri Dalam Negeri M. Ma`ruf sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/5) siang.
Menurut Ma`ruf, pemerintah tak menutup mata atas terjadinya insiden di beberapa daerah menjelang pelaksanaan pilkada. Insiden yang dimaksud adalah bencana alam, gangguan keamanan, dan gangguan lain. Kendati demikian, pemerintah masih berupaya agar pergantian pejabat daerah berlangsung tepat waktu yakni pada Juni mendatang. Hingga saat ini, kata Ma`ruf, persiapan pilkada di sebagian besar daerah masih berjalan sesuai jadwal.
Berbagai insiden memang kerap terjadi menjelang pelaksanaan pilkada. Tengok saja kasus yang terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kendal, Agus Samiaji, mengungkapkan pihaknya diminta menyediakan dana Rp 1,2 miliar oleh tiga pengurus Partai Amanat Nasional setempat.
Menurut Agus, dana ini adalah syarat jika PDIP ingin berkoalisi dengan PAN dalam pilkada nanti. Permintaan ini kemudian diteruskan ke Bupati Kendal Hendy Boedoro yang juga kader PDIP melalui sebuah surat yang ditulis tangan.
Tudingan ini dibantah jajaran pengurus PAN Kendal. Ketua DPD PAN Kendal Joko Kartono menegaskan, pihaknya tidak pernah menggelar pertemuan dengan PDIP untuk membahas permintaan dana itu. Dia meminta PDIP untuk membuktikan tuduhan itu. "Jika tidak, kami akan menuntut balik," Joko mengancam.
Sementara itu, Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin akhirnya meminta maaf kepada umat Islam atas pemuatan foto serta visi dan misi dirinya dalam kitab suci Alquran yang beredar di masyarakat. Irianto yang biasa disapa Yance juga meminta masyarakat Indramayu, Jawa Barat, untuk menjaga suasana agar kondusif dan tidak terprovokasi pihak yang mempunyai kepentingan pribadi.
Sebelumnya, warga sempat resah terhadap sekitar tujuh ribu eksemplar Alquran yang berisi foto, visi, dan misi Bupati Irianto. Alquran bermasalah itu diduga sebagai bentuk kampanye terselubung menjelang pilkada [baca: Foto Sang Bupati dalam Alquran].
Di lain tempat, Panitia Pengawas Pilkada Kota Bandar Lampung mengancam akan menurunkan paksa baliho dan poster kampanye para calon wali kota yang telah dipasang di pusat-pusat kota sejak 20 April silam. Panwas pilkada akan mencopot dan menurunkan paksa gambar-gambar itu pada Sabtu dan Ahad esok.
Ancaman ini disampaikan karena surat teguran per 10 Mei silam, yang meminta agar para calon menghentikan pemasangan atribut dan menurunkannya secara sukarela tidak digubris. Panwas menilai pemasangan baliho itu sudah mengarah pada kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan yakni 10 hingga 23 Juni mendatang. Jika masih melanggar, pasangan calon ini akan dikenakan sanksi berupa surat peringatan hingga pidana.
Pelanggaran aturan main pilkada juga terjadi di Kota Pekalongan, Jateng. Meski kampanye baru digelar pada 19 Mei, para pasangan calon wali kota mulai mencuri start. Bentuk pelanggaran antara lain pemasangan baliho, atribut, spanduk, pamflet, dan pembagian door prize kepada masyarakat. Mereka juga telah berkampanye dengan dalih pengajian dan sosialisasi.
Ketua Panwas Pilkada Pekalongan Sumar Edi menyatakan pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan kepada seluruh pasangan calon agar kasut ini dapat diusut tuntas. Ironisnya, pemanggilan itu seolah angin lalu. Tak satu pun pasangan calon yang memenuhi undangan ini.
Sementara itu, Ketua Panwas Pilkada Kota Semarang, Jawa Tengah, Sriyanto Saputra, menuturkan bahwa pihaknya memanggil calon wali kota Bambang Raya. Calon yang diusung Partai Golkar itu diperiksa karena diduga telah melanggar aturan pilkada. Bambang yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Semarang menggunakan mobil dinas untuk menghadiri acara berkaitan dengan pencalonannya [baca: Calon Wali Kota Semarang Diperiksa Panwas Pilkada].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Ma`ruf, pemerintah tak menutup mata atas terjadinya insiden di beberapa daerah menjelang pelaksanaan pilkada. Insiden yang dimaksud adalah bencana alam, gangguan keamanan, dan gangguan lain. Kendati demikian, pemerintah masih berupaya agar pergantian pejabat daerah berlangsung tepat waktu yakni pada Juni mendatang. Hingga saat ini, kata Ma`ruf, persiapan pilkada di sebagian besar daerah masih berjalan sesuai jadwal.
Berbagai insiden memang kerap terjadi menjelang pelaksanaan pilkada. Tengok saja kasus yang terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kendal, Agus Samiaji, mengungkapkan pihaknya diminta menyediakan dana Rp 1,2 miliar oleh tiga pengurus Partai Amanat Nasional setempat.
Menurut Agus, dana ini adalah syarat jika PDIP ingin berkoalisi dengan PAN dalam pilkada nanti. Permintaan ini kemudian diteruskan ke Bupati Kendal Hendy Boedoro yang juga kader PDIP melalui sebuah surat yang ditulis tangan.
Tudingan ini dibantah jajaran pengurus PAN Kendal. Ketua DPD PAN Kendal Joko Kartono menegaskan, pihaknya tidak pernah menggelar pertemuan dengan PDIP untuk membahas permintaan dana itu. Dia meminta PDIP untuk membuktikan tuduhan itu. "Jika tidak, kami akan menuntut balik," Joko mengancam.
Sementara itu, Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin akhirnya meminta maaf kepada umat Islam atas pemuatan foto serta visi dan misi dirinya dalam kitab suci Alquran yang beredar di masyarakat. Irianto yang biasa disapa Yance juga meminta masyarakat Indramayu, Jawa Barat, untuk menjaga suasana agar kondusif dan tidak terprovokasi pihak yang mempunyai kepentingan pribadi.
Sebelumnya, warga sempat resah terhadap sekitar tujuh ribu eksemplar Alquran yang berisi foto, visi, dan misi Bupati Irianto. Alquran bermasalah itu diduga sebagai bentuk kampanye terselubung menjelang pilkada [baca: Foto Sang Bupati dalam Alquran].
Di lain tempat, Panitia Pengawas Pilkada Kota Bandar Lampung mengancam akan menurunkan paksa baliho dan poster kampanye para calon wali kota yang telah dipasang di pusat-pusat kota sejak 20 April silam. Panwas pilkada akan mencopot dan menurunkan paksa gambar-gambar itu pada Sabtu dan Ahad esok.
Ancaman ini disampaikan karena surat teguran per 10 Mei silam, yang meminta agar para calon menghentikan pemasangan atribut dan menurunkannya secara sukarela tidak digubris. Panwas menilai pemasangan baliho itu sudah mengarah pada kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan yakni 10 hingga 23 Juni mendatang. Jika masih melanggar, pasangan calon ini akan dikenakan sanksi berupa surat peringatan hingga pidana.
Pelanggaran aturan main pilkada juga terjadi di Kota Pekalongan, Jateng. Meski kampanye baru digelar pada 19 Mei, para pasangan calon wali kota mulai mencuri start. Bentuk pelanggaran antara lain pemasangan baliho, atribut, spanduk, pamflet, dan pembagian door prize kepada masyarakat. Mereka juga telah berkampanye dengan dalih pengajian dan sosialisasi.
Ketua Panwas Pilkada Pekalongan Sumar Edi menyatakan pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan kepada seluruh pasangan calon agar kasut ini dapat diusut tuntas. Ironisnya, pemanggilan itu seolah angin lalu. Tak satu pun pasangan calon yang memenuhi undangan ini.
Sementara itu, Ketua Panwas Pilkada Kota Semarang, Jawa Tengah, Sriyanto Saputra, menuturkan bahwa pihaknya memanggil calon wali kota Bambang Raya. Calon yang diusung Partai Golkar itu diperiksa karena diduga telah melanggar aturan pilkada. Bambang yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Semarang menggunakan mobil dinas untuk menghadiri acara berkaitan dengan pencalonannya [baca: Calon Wali Kota Semarang Diperiksa Panwas Pilkada].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/437945/original/130505aPilkada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)