Rahasia Bikin Perkedel Kentang yang Lezat dan Tidak Mudah Hancur, Sudah Tahu?

Pelajari cara membuat perkedel kentang yang lezat dan tidak mudah hancur. Simak tips, variasi, dan sejarah makanan tradisional Indonesia ini.

Diterbitkan 31 Juli 2025, 19:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Perkedel kentang sering kali menjadi lauk pelengkap yang disukai banyak orang karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih. Dikutip dari buku Soto: Nikmat dari Indonesia untuk Dunia  yang disusun Forum Komunikasi Kuliner Indonesia (2023), perkedel kentang memiliki rasa gurih, beraroma rempah lada, dan pala yang agak dominan. Makanan ini dibuat dengan bahan dasar kentang kuning yang sifatnya lembek dan mempur. 

Namun di balik tampilannya yang sederhana, membuat perkedel yang tidak mudah hancur saat digoreng ternyata bukan perkara sepele. Banyak yang mengalami kegagalan karena adonan terlalu lembek, pecah saat dibolak-balik, atau justru terlalu keras dan kering. Padahal, ada beberapa trik dapur yang bisa membuat perkedel tetap padat, renyah di luar, dan lembut di dalam.

Rahasia utama terletak pada cara pengolahan kentang sejak awal—mulai dari teknik mengukus atau menggoreng sebelum dihaluskan, hingga pemilihan bumbu dan bahan campuran seperti telur, daging cincang, atau seledri. Menurut panduan kuliner dan riset pangan rumahan, menambahkan kuning telur sebagai pengikat dan mendinginkan adonan sebelum digoreng dapat mencegah perkedel mudah hancur. Bahkan suhu minyak saat menggoreng pun punya peran penting dalam menjaga bentuk dan kerenyahan luarnya.

Melalui artikel ini, akan diungkap langkah-langkah praktis membuat perkedel kentang yang tidak hanya menggugah selera tetapi juga anti gagal. Cocok bagi pemula di dapur maupun yang ingin meningkatkan cita rasa masakan rumahan. Karena dengan teknik yang tepat, sajian sederhana seperti perkedel bisa naik kelas jadi favorit keluarga yang selalu dinanti.

Sejarah dan Asal-usul Perkedel Kentang

Sebelum kita membahas cara membuatnya, mari kita telusuri sejarah perkedel kentang. Nama "perkedel" berasal dari bahasa Belanda "frikadel", yang mengacu pada sejenis bakso daging. Makanan ini diperkenalkan oleh bangsa Belanda saat menjajah Indonesia. Seiring waktu, masyarakat Indonesia mengadaptasi resep ini dengan menggunakan bahan-bahan lokal, terutama kentang.

Di berbagai daerah Indonesia, perkedel memiliki sebutan dan variasi yang berbeda. Di Jawa Barat, misalnya, dikenal dengan nama "pegedel", sementara di Sumatera Barat disebut "paruik kaluak". Meskipun namanya berbeda, esensi hidangan ini tetap sama: kentang yang dihaluskan, dibumbui, dan digoreng hingga renyah di luar namun tetap lembut di dalam.

Bahan-bahan untuk Membuat Perkedel Kentang

Untuk membuat perkedel kentang yang lezat, Anda memerlukan bahan-bahan sebagai berikut:

  • 500 gram kentang
  • 2 butir telur (1 untuk adonan, 1 untuk lapisan)
  • 3 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • 1/4 sdt pala bubuk (opsional)
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Pemilihan kentang yang tepat sangat penting. Gunakan jenis kentang yang bertekstur pulen dan tidak terlalu berair ketika dimasak, seperti kentang Dieng atau kentang Granola. Kentang jenis ini akan menghasilkan perkedel dengan tekstur yang lebih baik dan tidak mudah hancur.

Cara Membuat Perkedel Kentang

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat perkedel kentang yang lezat:

  1. Kupas kentang, cuci bersih, lalu potong menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dimasak.
  2. Goreng kentang dalam minyak panas hingga matang dan sedikit kecokelatan. Alternatifnya, Anda bisa mengukus kentang jika ingin hasil yang lebih sehat.
  3. Sementara itu, haluskan bawang merah dan bawang putih.
  4. Setelah kentang matang, angkat dan tiriskan. Kemudian haluskan kentang selagi masih panas.
  5. Campurkan kentang halus dengan bumbu yang sudah dihaluskan, irisan daun bawang, merica, pala, garam, dan satu butir telur. Aduk rata.
  6. Bentuk adonan menjadi bulat pipih sesuai selera. Usahakan ukurannya seragam agar matang merata saat digoreng.
  7. Kocok lepas satu butir telur sisa untuk lapisan luar.
  8. Panaskan minyak goreng dengan api sedang.
  9. Celupkan perkedel ke dalam kocokan telur, lalu goreng hingga keemasan dan renyah di kedua sisinya.
  10. Angkat dan tiriskan perkedel yang sudah matang di atas tisu dapur untuk mengurangi kelebihan minyak.

Tips Membuat Perkedel Kentang yang Tidak Hancur

Salah satu tantangan dalam membuat perkedel adalah mencegahnya agar tidak hancur saat digoreng. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Pastikan kentang benar-benar kering: Setelah digoreng atau dikukus, pastikan kentang benar-benar kering sebelum dihaluskan. Kelebihan air akan membuat adonan sulit dibentuk.
  • Haluskan kentang selagi panas: Tumbuk atau haluskan kentang segera setelah dimasak untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus dan mudah dicampur dengan bumbu.
  • Jangan overmix: Aduk adonan secukupnya saja hingga semua bahan tercampur rata. Pengadukan berlebihan bisa membuat tekstur perkedel menjadi liat.
  • Bentuk perkedel dengan tangan basah: Basahi tangan Anda sedikit saat membentuk perkedel untuk mencegah adonan menempel di tangan dan memudahkan pembentukan.
  • Gunakan telur sebagai pelapis: Celupkan perkedel ke dalam kocokan telur sebelum digoreng untuk mendapatkan lapisan luar yang renyah dan mencegah perkedel hancur saat digoreng.
  • Goreng dengan minyak yang cukup: Pastikan minyak cukup banyak dan panas saat menggoreng perkedel. Ini akan membuat perkedel matang merata dan tidak menyerap terlalu banyak minyak.

Variasi Perkedel Kentang

Meskipun resep dasar perkedel kentang sudah lezat, Anda bisa berkreasi dengan berbagai variasi untuk menambah cita rasa dan nutrisi. Beberapa variasi yang bisa dicoba antara lain:

  • Perkedel Kentang Daging: Tambahkan daging sapi atau ayam cincang yang sudah ditumis ke dalam adonan kentang.
  • Perkedel Kentang Kornet: Campurkan kornet sapi ke dalam adonan untuk rasa yang lebih gurih.
  • Perkedel Kentang Ikan: Gunakan ikan tuna atau tongkol yang sudah dihaluskan sebagai campuran.
  • Perkedel Kentang Sayur: Tambahkan wortel parut atau jagung manis untuk meningkatkan kandungan serat.
  • Perkedel Kentang Keju: Masukkan keju cheddar parut ke dalam adonan untuk sentuhan creamy.

Ketika menambahkan variasi, pastikan untuk menyesuaikan jumlah garam dan bumbu lainnya, karena beberapa bahan tambahan mungkin sudah memiliki rasa tersendiri.

Manfaat Kesehatan Perkedel Kentang

Meskipun perkedel kentang sering dianggap sebagai makanan yang tinggi kalori, hidangan ini sebenarnya memiliki beberapa manfaat kesehatan, terutama jika dibuat dengan cara yang lebih sehat. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Sumber Karbohidrat Kompleks: Kentang merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik, memberikan energi yang lebih tahan lama.
  • Kaya Serat: Kentang dengan kulitnya kaya akan serat yang baik untuk pencernaan.
  • Sumber Vitamin C: Kentang mengandung vitamin C yang penting untuk sistem kekebalan tubuh dan kesehatan kulit.
  • Mengandung Kalium: Kalium dalam kentang membantu menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.
  • Sumber Protein: Dengan penambahan telur dan variasi isian seperti daging atau ikan, perkedel bisa menjadi sumber protein yang baik.

Untuk membuat perkedel kentang menjadi pilihan yang lebih sehat, pertimbangkan untuk mengukus kentang alih-alih menggorengnya, menggunakan minyak sehat seperti minyak zaitun, dan menambahkan sayuran untuk meningkatkan kandungan serat dan vitamin.

Cara Menyajikan dan Menyimpan Perkedel Kentang

Perkedel kentang paling nikmat disajikan hangat sebagai lauk pendamping nasi atau sebagai camilan. Untuk penyajian yang menarik, Anda bisa menata perkedel di atas piring saji dan menghiasnya dengan daun peterseli atau irisan tomat cherry.

Jika Anda memiliki sisa perkedel, simpan dalam wadah kedap udara di lemari es. Perkedel yang sudah digoreng bisa bertahan hingga 3-4 hari. Untuk menghangatkan kembali, gunakan oven atau air fryer agar teksturnya tetap renyah. Hindari menggunakan microwave karena bisa membuat perkedel menjadi lembek.

Untuk penyimpanan jangka panjang, Anda bisa membekukan perkedel mentah (belum digoreng) hingga 1 bulan. Saat akan disajikan, Anda tinggal menggorengnya langsung dari kondisi beku.