Sukses

Tabir Surya dengan Glitter, Amankah?

Liputan6.com, Jakarta Glitter atau yang biasa dikenal shimmer kerap kali ditambahkan pada beberapa produk kecantikan untuk memberikan efek berkilau pada kulit. Namun bagaimana jika tekstur shimmer ini ditambahkan pada produk tabir surya.

Tabir surya sendiri wajib dikenakan untuk melindungi kulit paparan sinar matahari. Sebuah produsen tabir surya, Sunshine & Glitter menghadirkan tabir surya dengan glitter sebagai produknya. Meredith Madsen selaku pendiri Sunshine & Glitter menuturkan bahwa keselamatan kulit dari sinar matahari adalah penting. Namun membuatnya menjadi hal yang menyenangkan adalah bonus.

"Kami terdorong oleh pembuatan produk berkualitas yang memiliki rasa sukacita," ujar Meredith Madsen seperti dikutip dari Harpers Bazaar pada Sabtu (30/6/2018).

Sunshine & Glitter sendiri menghadirkan tiga varian untuk tabir surya dengan glitter ini. Nampaknya penjualan tabir surya ini berhasil dan menjadi tren kecantikan di musim panas. Merek Unicorn Snot yang terkenal dengan gel glitter holografiknya pun mengalami penjualan yang laris di pasaran.

2 dari 3 halaman

Efek penggunaan tabir surya glitter pada kulit

 

Happy Sunday! Don’t forget the SPF! #sunshineandglitter #sunscreenwithglitter #summer #summertime

A post shared by Sunshine & Glitter (@officialsunshineglitter) on

Tambahan glitter pada tabir surya mungkin dapat menambahkan kandungan SPF. Namun sebagai pelindung kulit, tabir surya memiliki tanggung jawab serius untuk mencegah kulit dari kanker. FDA selaku badan yang mengatur dan mengawasi peredaran kosmetik dan perawatan kulit telah menetapkan standar yang jauh lebih tinggi untuk tabir surya daripada kosmetik.

Steven Wang, seorang dokter kulit di New Jersey mengatakan bahwa setiap tabir surya akan mengalami pengujian SPF yang disetujui oleh FDA. Untuk itu, tabir surya dengan glitter harus menjalani pengujian tabir surya dan mendapatkan spektrum yanng lebih luas. Menurutnya, tabir surya dengan glitter memiliki resiko memantulkan sinar UV kembali kulit.

Secara teoritis, penggunaan glitter dalam tabir surya bisa meningkatkan kerusakan pada kulit akibat paparan sinar matahari. Perlindungan yang diberikan bukannya menjauhkan kulit dari sinar matahari, justru membuat sinar UV terpantul.

Untuk itu, Steven Wang menyarankan agar tetap menggunakan tabir surya dengan tekstru biasa atau tanpa glitter. Pengaplikasian tabir surya berkilau juga masih cukup membingungkan. Di mana kepadatan glitter setiap tabir surya adalah berbeda. Anda mungkin bisa menggunakan tabir surya yang banyak dengan kepadatan glitter yang rendah. Namun jika kepadatan glitter yang cukup tinggi, Anda akan cenderung lebih sedikit menggunakan tabir surya. Itu artinya, kulit Anda terlindungi lebih sedikit.

3 dari 3 halaman

Efek bagi lingkungan

 

Glitterally gorgeous! Love it @shoprapunzels #shoplocal #sunshineglitter

A post shared by Sunshine & Glitter (@officialsunshineglitter) on

Selain itu, masalah glitter ini membawa konsekuensi serius bagi lingkungan. Jika Anda berenang di laut dan menggunakan tabir surya dengan glitter, tabir surya tersebut akan cenderung larut bersamaan dengan air laut. Menurut Sonya Lunder yang merupakan analis senior di Environmental Working Group, penggunaan glitter menjadi bagian dari perusakan lingkungan.

Glitter yang larut akan membuat air laut menjadi keruh, mengganggu ukuran jarak pandang di bawah laut, dan meningkatkan penetrasi cahaya dalam air. Terlebih jika air laut ini tertelan untuk binatang laut yang mengakibatkan beragam penyakit kronis. DNA terumbu karang akan rusak dan menjadi putih jika terkena paparan tabir surya yang mengandung oxybenzone dan octinoxate.