Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Datanya

Satoshi Nakamoto masih jadi pemilik Bitcoin terbesar 2026, diikuti bursa kripto, ETF, dan pemerintah.

Diterbitkan 01 Mei 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepemilikan Bitcoin pada 2026 tersebar di berbagai entitas, mulai dari penciptanya, bursa kripto, perusahaan publik, ETF, hingga pemerintah. Namun, berdasarkan data terbaru, Satoshi Nakamoto masih menjadi pemilik Bitcoin terbesar di dunia.

Menurut laporan Arkham Intelligence per April 2026, dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (1/5/2026), Satoshi diperkirakan menguasai sekitar 1,096 juta Bitcoin atau setara sekitar USD 82 miliar dengan harga saat ini.

Kepemilikan ini berasal dari aktivitas penambangan awal Bitcoin, yang teridentifikasi melalui pola “Patoshi Pattern”. Satoshi diketahui menambang sekitar 22.000 blok pada masa awal Bitcoin.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5,5% dari total pasokan Bitcoin global. Hingga kini, wallet yang dikaitkan dengan Satoshi belum menunjukkan aktivitas signifikan, sehingga tetap menjadi pusat perhatian dalam analisis kepemilikan Bitcoin.

Di posisi berikutnya, Coinbase tercatat sebagai entitas terbesar kedua dengan kepemilikan sekitar 976.000 BTC, termasuk aset milik perusahaan dan nasabah yang disimpan melalui layanan kustodian.

Sementara itu, Binance menguasai sekitar 631.000 BTC yang tersebar di berbagai wallet yang telah teridentifikasi.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Peran Besar ETF dan Perusahaan Publik

Selain bursa kripto, ETF Bitcoin dan perusahaan publik kini menjadi pemain utama dalam kepemilikan Bitcoin institusional.

BlackRock tercatat sebagai penerbit ETF Bitcoin terbesar dengan kepemilikan sekitar 799.000 BTC. Lonjakan ini terjadi setelah peluncuran ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat pada Januari 2024.

Selain BlackRock, sejumlah institusi besar seperti Fidelity, Grayscale, Bitwise, ARK Invest, hingga Morgan Stanley juga memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin melalui produk ETF.

Grayscale, misalnya, memiliki kepemilikan yang tersebar di lebih dari 1.750 alamat wallet, dengan masing-masing tidak melebihi 1.000 BTC.

Di sisi perusahaan publik, Strategy menjadi pemegang Bitcoin terbesar dengan total sekitar 781.000 BTC. Namun, sebagian kepemilikan tersebut disimpan melalui layanan kustodian pihak ketiga seperti Fidelity.

Nilai total kepemilikan Bitcoin Strategy diperkirakan mencapai USD 59 miliar.

 

AS Pimpin Kepemilikan Bitcoin Negara

Pemerintah juga menjadi salah satu pemilik Bitcoin terbesar, terutama dari hasil penyitaan aset. Pemerintah Amerika Serikat tercatat sebagai pemegang Bitcoin terbesar di antara negara, dengan sekitar 328.000 BTC.

Kepemilikan ini berasal dari berbagai kasus, seperti peretasan Bitfinex dan Silk Road. Jumlah tersebut setara sekitar 1,6% dari total pasokan Bitcoin.

Inggris berada di posisi berikutnya dengan sekitar 61.000 BTC, diikuti El Salvador dengan 7.600 BTC, serta Bhutan yang memiliki sekitar 3.500 BTC dari aktivitas penambangan.

Di sisi lain, wallet individu terbesar dimiliki oleh Binance, dengan satu cold wallet berisi sekitar 249.000 BTC.

Menariknya, masih banyak wallet besar yang belum diketahui pemiliknya. Beberapa di antaranya menyimpan hingga puluhan ribu Bitcoin, bahkan mencapai lebih dari 90.000 BTC.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun transparansi blockchain terus berkembang, sebagian besar pemilik Bitcoin terbesar di dunia masih belum teridentifikasi secara jelas.