Serangan AS-Israel Picu Lonjakan Penarikan Kripto dari Bursa Terbesar Iran hingga 700%

Serangan AS-Israel ke Iran memicu lonjakan penarikan kripto hingga 700% dari bursa terbesar Iran, Nobitex.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan geopolitik dan ketidakstabilan keuangan sering mendorong masyarakat beralih ke aset digital yang tidak terikat batas negara. Fenomena tersebut kembali terlihat setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Perusahaan analisis blockchain Elliptic pada 2 Maret melaporkan lonjakan tajam arus keluar aset kripto dari Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran.

Co-founder sekaligus Chief Scientist Elliptic, Tom Robinson, menyebut lonjakan tersebut terjadi hanya beberapa menit setelah serangan udara dimulai.

“Arus keluar kripto dari bursa Iran Nobitex melonjak dalam hitungan menit setelah serangan pertama AS-Israel ke Iran, dengan volume transaksi keluar meningkat hingga 700%,” kata Robinson, dikutip dari Bitcoin.com, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, lonjakan tersebut kemungkinan mencerminkan pelarian modal dari Iran yang dilakukan melalui aset digital, sehingga dapat menghindari sistem perbankan tradisional.

Nobitex sendiri merupakan bursa kripto terbesar di Iran. Platform ini mencatat transaksi kripto senilai USD 7,2 miliar sepanjang 2025 dan melayani lebih dari 11 juta pengguna.

Bursa tersebut juga memiliki peran penting dalam ekosistem aset digital Iran. Dalam beberapa laporan sebelumnya, Nobitex disebut pernah dikaitkan dengan aktivitas keuangan yang selaras dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Selain itu, pada Januari lalu Nobitex juga disebut digunakan oleh Bank Sentral Iran dalam upaya menopang nilai mata uang rial yang tengah tertekan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kripto Jadi Jalur Alternatif di Tengah Sanksi

Analisis Elliptic menunjukkan bahwa Nobitex memungkinkan pengguna mengonversi rial menjadi aset kripto dan kemudian menariknya ke dompet digital di luar platform.

Skema ini membuka jalur bagi pengguna untuk memindahkan dana ke dompet yang dapat diakses di luar Iran, sekaligus menghindari sebagian mekanisme sistem perbankan konvensional.

Penelusuran awal menunjukkan bahwa arus keluar kripto terbaru tersebut banyak mengalir ke bursa kripto luar negeri yang sebelumnya memang sering menerima transaksi dari pengguna asal Iran.

Lonjakan penarikan kripto juga pernah terjadi sebelumnya, misalnya pada 9 Januari, tak lama setelah demonstrasi besar-besaran di Iran yang diikuti pemadaman internet oleh pemerintah.

Menariknya, aktivitas transaksi tetap terdeteksi meski terjadi gangguan internet.

“Bahkan selama pemadaman internet tersebut, sebagian arus keluar kripto masih terlihat. Ini menunjukkan bahwa ada pihak yang tetap memiliki akses ke aset kripto di bursa meskipun situsnya tidak dapat diakses,” ujar Robinson.

Selain itu, peningkatan penarikan dana juga tercatat setelah pengumuman sanksi baru Amerika Serikat terhadap sejumlah pihak di Iran.

Hal ini menunjukkan kemungkinan penggunaan aset kripto sebagai cara untuk mengurangi tekanan akibat sanksi ekonomi.