Perusahaan Kripto Nexo Kembali ke AS Setelah Bayar Denda ke SEC

Perusahaan kripto Nexo membayar denda kepada SEC untuk menyelesaikan tuduhan yang dilontarkan regulator AS.

Diterbitkan 17 Februari 2026, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan kripto Nexo telah kembali beroperasi di Amerika Serikat (AS). Perseroan kembali beroperasi tiga tahun setelah meninggalkan AS dan membayar denda sebesar USD 45 juta atau Rp 757,84 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.840). Pembayaran denda itu seiring perselisihan dengan regulator.

Mengutip Channel News Asia, Selasa (17/2/2026), Nexo membayar denda itu untuk menyelesaikan tuduhan yang diajukan oleh regulator AS terkait produk pinjaman kripto yang menurut the Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa seharusnya didaftarkan sebagai sekuritas.

Nexo tidak mengakui atau membantah temuan SEC dalam penyelesaian itu. Adapun perusahaan kripto Nexo didirikan bersama mantan anggota parlemen Bulgaria Antoni Trenchev.

Dalam pernyataan pada Senin, Nexo mengatakan akan kembali ke AS dalam kemitraan dengan perusahaan kripto yang terdaftar, Bakkt, dan akan menjual pinjaman berbasis kripto serta produk penghasil imbal hasil kepada pelanggan AS.

"Nexo menghentikan produk yang tercakup dalam perintah SEC tahun 2023 untuk investor AS sebagaimana diwajibkan," kata juru bicara perusahaan tersebut.

"Penawaran AS saat ini disusun secara berbeda dan disampaikan melalui mitra AS yang memiliki lisensi yang sesuai, termasuk, jika berlaku, penasihat investasi yang terdaftar di SEC untuk layanan konsultasi,"

Juru bicara SEC menolak berkomentar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Kontak Nexo dengan Keluarga Trump

Trenchev makan siang dengan Presiden AS Donald Trump pada bulan Juli di resor golfnya di Skotlandia, di mana Nexo menjadi sponsor utama kejuaraan golf. Di sana, mereka membahas politik dan "visi bersama mereka untuk kripto di AS," menurut sebuah unggahan di X oleh Trenchev.

Trump, yang dulunya skeptis terhadap kripto, mengubah pendiriannya sebelum kembali ke Gedung Putih. Tak lama setelah ia menjabat tahun lalu, SEC mengakhiri penindakan terhadap perusahaan kripto yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Nexo menjamu Donald Trump Jr., putra sulung presiden, dalam acara "Trump Business Vision 2025" di ibu kota Bulgaria, Sofia, April lalu.

Menanggapi pertanyaan dari Reuters tentang kontak tersebut, juru bicara Nexo mengatakan kembalinya perusahaan ke AS "didasarkan pada kemampuan kami untuk menawarkan produk dalam struktur yang sesuai" dan tidak terkait dengan interaksinya dengan keluarga Trump.

"Kemitraan olahraga dan partisipasi acara kami tidak terkait dengan status regulasi atau operasional kami di AS," kata juru bicara Nexo.

Bisnis keluarga Trump Organization telah mengalami peningkatan pendapatan yang tajam setelah terjun ke dunia kripto dengan perusahaan mereka sendiri, World Liberty Financial.

Beberapa pakar pemerintah dan etika mengatakan pengembangan inisiatif kripto oleh keluarga tersebut, sementara Trump mengawasi kebijakan kripto AS, merupakan konflik kepentingan. Gedung Putih telah menyatakan tidak ada konflik kepentingan.