Thailand Hentikan Operasi Worldcoin, 1,2 Juta Data Iris Pengguna Harus Dihapus

Thailand memerintahkan Worldcoin menghentikan operasional dan menghapus data iris 1,2 juta pengguna karena melanggar aturan perlindungan data.

Diterbitkan 27 November 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas perlindungan data Thailand resmi memerintahkan Worldcoin untuk menghentikan seluruh layanan biometrik dan menghapus data pemindaian iris milik 1,2 juta pengguna. Langkah tegas ini diambil setelah penyelidikan menemukan dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDPA) Thailand.

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (27/11/2025), Worldcoin, proyek identitas digital yang didukung oleh Sam Altman, selama ini mengumpulkan data biometrik melalui pemindaian iris sebagai bagian dari proses verifikasi pengguna. Namun regulator menilai Worldcoin tidak memperoleh persetujuan yang memadai dan melakukan pengumpulan data secara tidak sah.

Perintah penghentian ini langsung berdampak pada pergerakan harga token WLD yang tercatat anjlok. Investor khawatir bahwa tekanan regulasi dapat menghambat ekspansi Worldcoin di berbagai negara, terutama yang memiliki aturan ketat terkait privasi.

Worldcoin mengatakan mereka telah menghentikan operasional sebagai bentuk kepatuhan. Perusahaan menegaskan tidak melakukan pelanggaran, namun siap berdialog dengan pemerintah Thailand untuk menyelesaikan masalah terkait praktik pengumpulan data biometrik mereka.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Kolombia dan Kenya

Keputusan regulator Thailand ini memperlebar daftar negara yang mengambil langkah serupa. Sebelumnya, Kolombia dan Kenya juga menghentikan operasi Worldcoin karena kekhawatiran terkait perlindungan data pribadi. Kondisi ini menandai meningkatnya pengawasan global terhadap penggunaan data biometrik di proyek kripto.

Para analis menilai kasus ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor kripto berbasis data sensitif akan menghadapi hambatan regulasi yang semakin ketat. Ketidakpastian hukum membuat kepercayaan pasar melemah, terlihat dari jatuhnya harga token WLD.

Dampak finansial langsung mulai terasa, terutama karena Worldcoin banyak bergantung pada adopsi massal sebagai dasar model bisnis mereka.

 

Harga Token WLD

Tahun ini, harga token WLD dilaporkan turun hingga 70 persen, mencerminkan tekanan besar dari regulator serta meningkatnya sentimen negatif pasar terhadap proyek-proyek yang mengandalkan data biometrik. Kondisi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan proyek kripto kini semakin bertumpu pada kepatuhan, transparansi, dan perlindungan data.

Worldcoin sendiri menyatakan tetap berkomitmen mematuhi aturan yang berlaku. Sam Altman menegaskan kesediaan perusahaan untuk berkolaborasi dengan otoritas terkait.

“Kami memahami dinamika regulasi yang terus berkembang dan berkomitmen berdialog dengan otoritas untuk menunjukkan manfaat teknologi kami,” ujar Altman.

Perkembangan ini menegaskan bahwa isu privasi menjadi tantangan besar dalam ekosistem kripto modern. Ke depan, perusahaan penyedia layanan biometrik digital diprediksi harus meningkatkan standar keamanan agar tetap diterima pasar global.