Bitcoin Cetak Volatilitas Rendah Dibandingkan Saham AS, Ini Pemicunya

Harga Bitcoin (BTC) telah lebih stabil selama beberapa pekan dibandingkan sejumlah saham utama perusahaan Amerika Serikat, meski perekonomian global tengah dihantui guncangan buntut ketegangan Iran-Israel di Timur Tengah.

Diterbitkan 24 Juni 2025, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Harga Bitcoin (BTC) telah lebih stabil selama beberapa pekan dibandingkan sejumlah saham utama perusahaan Amerika Serikat, meski perekonomian global tengah dihantui guncangan buntut ketegangan Iran-Israel di Timur Tengah.

Hal itu diungkapkan dalam data yang dibagikan oleh André Dragosch, Kepala Riset di Bitwise Europe.

Mengutip Cointelegraph, Selasa (24/6/2025) volatilitas Bitcoin yang terealisasi selama 60 hari telah turun menjadi sekitar 27%-28%, lebih rendah dari yany dialami S&P 500 (30%), Nasdaq 100 (35%), dan bahkan saham teknologi Magnificent 7 yang sedang naik daun (40%).

Harga BTC sempat bereaksi dengan penurunan 6% menjadi di bawah USD 100.000 selama akhir pekan.

Dalam siklus sebelumnya, guncangan geopolitik kerap menyebabkan pergerakan harga yang jauh lebih besar.

Volatilitas Bitcoin sempat mencapai 60%-65% pada awal perang Rusia-Ukraina pada Februari 2022, jauh lebih tinggi daripada ekuitas AS.

Namun kali ini, volatilitas Bitcoin tetap relatif rendah, yang menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang dan investor tidak bereaksi dengan panik dan bahwa BTC semakin matang sebagai kelas aset, menurut Dragosch.

Pertumbuhan pemegang jangka panjang sebagian besar telah menstabilkan Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir, tulis analis Glassnode dalam laporan terbaru mereka.

“Lebih dari 30% dari pasokan Bitcoin yang beredar sekarang dipegang oleh hanya 216 entitas terpusat — termasuk ETF, bursa, kustodian, dan perbendaharaan perusahaan,” ungkap analis.

Selain itu, toral pasokan Bitcoin yang dipegang oleh pemegang jangka panjang juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir, mencapai rekor tertinggi 14,53 juta BTC (rata-rata 30 hari). hampir 70% dari pasokan maksimum 21 juta.

 

Proyeksi Terkini Harga Bitcoin

Harga Bitcoin sendiri telah mengalami tren kenaikan selama bertahun-tahun karena pemegang jangka panjang mengurangi pasokan dari peredaran sementara permintaan institusional meningkat, yang memicu tekanan harga yang terus meningkat.

Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, dan Eugene Cheung, Kepala Komersial OSL, mengantisipasi harga BTC akan terus tumbuh di atas level USD 100.000 di masa mendatang karena pencetakan uang bank sentral dan dukungan institusional yang kuat.

Beberapa analis juga memperkirakan nilai Bitcoin akan naik di atas USD 150.000 pada akhir tahun 2025.

 

Harga Kripto 24 Juni 2025: Bitcoin Cs Menghijau Usai Iran Serang Pangkalan Militer AS di Qatar

Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya mengalami penguatan pada Selasa, 24 Juni 2025. Sebagian besar koin memasuki zona hijau beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar.

Mengutip data dari Coinmarketcap, Selasa (24/6/2025) kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 4,50% dalam 24 jam dari pelemahan 0,28% dalam sepekan. Harga Bitcoin hari ini berada di level Rp1.733.151.182,15.

Ethereum (ETH) menguat 8,52% dalam 24 jam dari penurunan 3,76% dalam sepekan. Harga ETH sekarang berada di level Rp39.688.384,80 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) menguat hingga 0,08% dalam 24 jam dan 1,08% dalam sepekan. Hal itu membuat USDT diperdagangkan seharga Rp16.454,47.